Gatot Antar Hadi ke DPR untuk Fit and Proper Calon Panglima TNI

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panglima TNI dan KSAU Marsekal TNI (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI dan KSAU Marsekal TNI (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan menyambangi Gedung Nusantara II DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11). Kedatangan Gatot kali ini untuk mengantarkan calon pengganti Panglima TNI yang baru yaitu KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Hadi dijadwalkan akan mengikuti fit and proper test itu pada pukul 10.00 WIB. Rencananya, Gatot dan Hadi akan datang bersama. Kapuspen Mabes TNI Mayjen Sabrar Fadhillah mengatakan, kedatangan Gatot di Gedung DPR itu untuk memberikan dukungan kepada Hadi.

"Rencananya Panglima cuma mengantar saja, hanya sampai ke pintu Nusantara III. Dia memberikan dukungan dan support," ujar Sabrar di lokasi, Rabu (6/12).

Diketahui, Komisi I DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon pengganti Panglima TNI. Hadi merupakan calon tunggal Panglima TNI yang diusulkan Presiden Jokowi untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang segera pensiun.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Gatot Nurmantyo (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

"Mulai pukul 10.00 pagi (hari Rabu) akan dilaksanakan fit and proper test. Pertama, akan diadakan uji kelayakan. Selama 45 menit kita akan memeriksa administrasi. Kemudian 10.45 WIB kita akan melakukan fit and proper test," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP Tubagus Hasanuddin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12).

Selain mendengarkan pemaparan visi dan misi, Komisi I juga akan mendalami materi soal kesiapan Hadi memimpin TNI, yang akan dilakukan secara tertutup. Pendalaman materi saat fit and proper test berpusat kepada rencana calon Panglima TNI dalam mengembangkan alutsista yang akan digunakan untuk pertahanan negara.