Konten dari Pengguna

Membersihkan dan Mengoptimalkan Fungsi Ginjal dengan Daun Seledri

Safitri Diah Rahma

Safitri Diah Rahma

Mahasiswi semester 1 jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Safitri Diah Rahma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi daun seledri. Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi daun seledri. Sumber: pixabay.com

Seledri merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang sudah tidak asing lagi namanya didengar oleh masyarakat, khususnya di telinga para ibu. Tumbuhan dengan nama ilmiah Apium graveolens L. ini termasuk ke dalam jenis sayuran yang biasa dijadikan sebagai bahan pelengkap bumbu masakan, baik digunakan sebagai penyedap rasa karena aroma segarnya yang khas atau hanya digunakan sebagai penghias untuk mempercantik tampilan makanan. Selain sebagai bahan pelengkap bumbu masakan, tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu ini ternyata juga digunakan oleh para leluhur kita sebagai bahan obat-obatan herbal, lho. Salah satunya untuk penambah nafsu makan dan sebagai obat batuk.

Daun seledri sendiri memiliki manfaat yang cukup banyak khususnya untuk kesehatan ginjal, beberapa kandungan yang terdapat di dalamnya sebagai berikut:

Daun seledri mengandung minyak asiri berupa apiol, bisabaloen, calamenen, camphen, carvacrol, cuminal, b-caryophyllen, p-cymene, dihidrocarvon, elemen, elemicin, farnesen, humuladienon, humulen, limonen, myrcen, myristicin, ocimen, a-pinen, b-pinen, santalol, sedanolid, b-selinen, sesquiterpen asetat, terpinen, terpineol, thuyen, thuyon, timol, tricyclen, dan valerovenol, protein, kalsium, garam fosfat, vitamin A, vitamin B dan C. Batang, daun dan biji seledri mengandung apiin dan apigenin. (Rahayu, 2017)

Pengolahan daun seledri menjadi obat-obatan pun cukup murah dan mudah, tidak perlu sering-sering datang ke rumah sakit yang membutuhkan biaya lebih besar. Begini cara pengolahannya:

Bahan:

  • Daun seledri (secukupnya)

  • Air minum (secukupnya)

Cara Membuat:

Daun seledri dicuci terlebih dahulu. Potong kecil-kecil secara asal, agar lebih memudahkan saat direbus. Kemudian masukkan ke dalam panci bersamaan dengan air. Rebus sekitar 5 menit atau sampai air rebusan terlihat sudah mulai tiris. Tuang ke gelas dan dinginkan sejenak untuk mengurangi hawa panasnya, lalu bisa langsung dikonsumsi secara rutin.

Catatan : Kalian bisa membuatnya sekitar cukup untuk 2 gelas sehari (pagi & malam), tetapi jika kalian ingin membuatnya sekaligus agak banyak, tidak apa-apa, kalian bisa menyimpannya di botol minuman dan simpan di lemari pendingin. Tetapi perlu diingat juga, karena ini terbuat dari bahan alami yang tidak ada bahan pengawetnya jadi tidak disarankan untuk menyimpannya terlalu lama di lemari pendingin.

Cara Menggunakan:

Diminum 2 kali sehari (pagi & malam)

ilustrasi rebusan air daun seledri. Sumber: dokumentasi pribadi

Khasiat dari air rebusan daun seledri terhadap fungsi ginjal

  1. Memperlancar air seni (diuretika)

  2. Menetralkan urine yang keruh

  3. Pembersih darah kotor

  4. Mengeluarkan kelebihan asam urat melalui urin

Selain manfaat yang sudah disebutkan sebelumnya, terdapat lebih banyak lagi khasiat dan manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari tanaman seledri ini, Sobat! Dikutip dari buku berjudul “Sehat Tanpa Obat dengan Seledri”, manfaat seledri untuk pengobatan diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit sebagai berikut:

Hipertensi, menetralkan asam lambung, reumatik, diabetes, sakit mata kering, migrain, sakit panas (demam), diare, mengurangi penyakit insomnia, osteoporosis, dan penghilang rasa sakit (nyeri). Di samping itu, manfaat lainnya yaitu sebagai peluruh buang angin (karmintaif), orang yang perutnya sering merasa kembung akan mudah untuk buang angin dengan mengonsumsi seledri. Juga untuk wanita yang jarang menstruasi karena kekurangan hormon estrogen (akibat hipogonadism) atau wanita di usia menopause yang sering mengeluh akibat menurunnya hormon estrogen dapat menggunakan air perasan seledri untuk memperbaiki fungsi hormon yang terganggu.

Wah, ternyata banyak sekali yaa manfaat yang bisa kita dapatkan dari tanaman seledri ini. Dari yang biasanya kita cuma ketahui untuk sekadar pelengkap bumbu masakan seperti untuk sayur sup, soto, atau hanya sebagai garnis. Tetapi, ternyata tanaman ini memiliki keunggulan dan khasiat yang lebih daripada itu.

Saya menulis ini berdasarkan pengalaman yang saya lihat sendiri, yaitu Ibu saya. Ibu saya memang tidak memiliki riwayat penyakit ginjal tetapi dia ada riwayat penyakit diabetes, dia rutin meminum air rebusan daun seledri seperti ini. Sudah mencoba dan menjalani ini sekitar hampir satu tahun, dan alhamdulillah khasiatnya sangat terasa dan tubuh terasa lebih segar katanya. Semoga informasi ini dapat membantu. Silahkan mencoba dan Salam Sehat!

DAFTAR PUSTAKA

Rahayu, Sri. (2017). Sehat Tanpa Obat dengan Seledri. Yogyakarta: Rapha Publishing.

Santoso, Hieronymus Budi. (2019). Seri Mukjizat Daun: Daun Seledri. Yogyakarta: PT. Pohon Cahaya Semesta (Anggota IKAPI).