Konten dari Pengguna

Pentingnya Peran Olahraga dalam Perkembangan Motorik Anak

Dian Angelia Putri

Dian Angelia Putri

Mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Keolahragaan, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dian Angelia Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membangun motorik anak dengan olahraga (sumber foto : www.pexels.com)
zoom-in-whitePerbesar
Membangun motorik anak dengan olahraga (sumber foto : www.pexels.com)

Olahraga adalah suatu proses terencana yang melibatkan berbagai aktivitas atau upaya untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan potensi fisik dan mental seseorang, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat, melalui berbagai bentuk permainan, kompetisi, dan pencapaian prestasi tertinggi.

Menjadikan gaya hidup sehat dengan olahraga sebagai bagian integral dari kehidupan harus menjadi norma bagi setiap individu, termasuk anak-anak sejak usia dini. Untuk menerapkan budaya hidup sehat dengan berolahraga, peran keluarga, terutama orang tua, sangat penting. Orang tua perlu mengajak anak-anak mereka untuk berolahraga sejak dini agar mereka terbiasa dengan aktivitas fisik yang dilakukan oleh orang tua mereka. Dengan demikian, anak-anak akan terbiasa melakukan aktivitas fisik, yang pada gilirannya akan memengaruhi perkembangan motorik mereka secara positif dan membantu menghindari risiko obesitas serta berbagai penyakit lainnya.

Olahraga memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak usia dini, terutama dalam perkembangan motorik mereka, baik dari segi fisik, mental, maupun emosional. Oleh karena itu, tulisan ini akan secara khusus mengulas tentang membangun keterampilan motorik anak melalui olahraga :

1. Ketrampilan Motorik

Motorik adalah kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh melalui koordinasi antara sistem saraf, otot, dan sumsum tulang belakang. Perkembangan motorik meliputi dua aspek utama, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar melibatkan gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sedangkan motorik halus melibatkan gerakan yang memanfaatkan otot-otot halus.

a. Motorik kasar : Pada tahap awal perkembangan, diharapkan anak-anak dapat melakukan gerakan motorik kasar seperti menuruni tangga dengan langkah demi langkah, berjalan mundur, berlari, melompat-lompat dengan kaki bergantian, berjinjit dengan tangan di pinggul, serta melambungkan bola tenis dengan satu tangan dan menangkapnya dengan dua tangan. Selain itu, sebagai pendidik, perlu untuk memperhatikan anak-anak saat mereka beraktivitas. Mereka belum menyadari sepenuhnya potensi bahaya di sekitar mereka, oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk memberikan peringatan dan mengawasi mereka secara langsung saat bermain.

b. Motorik halus : Motorik halus merujuk pada aktivitas motorik yang melibatkan otot-otot kecil atau halus. Jenis gerakan ini cenderung menitikberatkan pada koordinasi antara mata dan tangan serta kemampuan pengendalian yang baik. Ini memungkinkan individu untuk melakukan gerakan dengan presisi dan kecermatan yang tinggi.

Seringkali, orang tua mengabaikan pentingnya olahraga atau latihan fisik motorik bagi anak usia dini, padahal perkembangan motorik menjadi indikator kunci dalam mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Setiap orang tua tentunya mengharapkan anak yang sehat dan berkembang dengan normal.

Namun, terkadang, ada kasus di mana orang tua tidak cukup memperhatikan hal ini, sehingga menyebabkan masalah dalam perkembangan anak. Bagi mereka yang belum menyadari betapa pentingnya olahraga tersebut, berikut beberapa alasan mengapa olahraga sangat penting untuk membangun keterampilan anak.

Peran olahraga membangun keterampilan anak :

1. Pengembangan Keseimbangan dan Koordinasi: Melalui berbagai jenis aktivitas olahraga, anak belajar untuk mengontrol gerakan tubuh mereka dengan lebih baik, sehingga membantu dalam pengembangan keseimbangan dan koordinasi motorik.

2. Peningkatan Kekuatan dan Fleksibilitas: Latihan fisik dalam olahraga membantu memperkuat otot-otot anak dan meningkatkan fleksibilitas tubuh mereka, yang merupakan aspek penting dalam perkembangan motorik.

3. Pengembangan Keterampilan Spesifik: Berbagai jenis olahraga dan permainan memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan keterampilan motorik kasar dan halus, seperti menendang, melempar, menangkap, dan melompat.

4. Stimulasi Kognitif: Aktivitas olahraga memerlukan pemikiran dan pengambilan keputusan yang cepat, serta pemantauan lingkungan sekitar, yang dapat merangsang perkembangan kognitif anak.

5. Pembelajaran Sosial: Berpartisipasi dalam olahraga juga membantu anak belajar tentang kerjasama tim, aturan, serta penghargaan terhadap keberhasilan dan kegagalan, yang semuanya merupakan keterampilan sosial yang penting.

Dengan demikian, olahraga bukan hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga membantu dalam pengembangan keterampilan motorik anak secara menyeluruh.

Dian Angelia Putri, mahasiswi Sarjana Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.