Masalah Ibu dan Anak Perempuannya

mahasiswi jurnalistik
Tulisan dari Dian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibu dan anak perempuannya memiliki ikatan yang istimewa. Hubungan ini dapat sangat membahagiakan atau bahkan berbahaya.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Neuroscience, ikatan orang tua dan anak yang paling kuat adalah antara ibu dan anak perempuannya. Jauh lebih kuat dari ikatan ibu dan anak laki-lakinya bahkan ayah dan anak perempuannya. Banyaknya kesamaan yang dimiliki, akhirnya menciptakan hubungan yang erat.
Meskipun begitu, konflik ibu dan anak perempuannya tak jarang terjadi. Penulis Deborah Tannen, PhD, dalam bukunya yang berjudul You're Wearing That? Understanding Mothers and Daughters in Conversation, mengemukakan bahwa pola komunikasi menjadi poin penting penyebab timbulnya masalah pada hubungan ini.
Kurangnya Komunikasi
Anak perempuan dan ibunya memiliki kedekatan emosional sehingga senang bertukar cerita. Namun, memasuki masa remaja (12-24 tahun), anak perempuan cenderung menghidari komunikasi dengan ibunya. Beberapa bahasan dianggap sulit untuk disampaikan, terutama masalah perasaan.
Hal ini juga saya rasakan. Ketika hendak bercerita, rasanya sungkan menyampaikan perasaan kepada ibu. Padahal kami sesama perempuan harusnya saling mengerti satu sama lain. Belum lagi ketika menerima tanggapan yang berbeda dari harapan. Kekhawatiran ini lah yang terkadang menjadi alasan mengapa saya memilih untuk tidak menceritakan masalah tertentu kepada ibu.
Perbedaan Pandangan
Perbedaan pandangan antara anak dan orang tua ini umum terjadi. Konflik biasanya muncul ketika seorang ibu berambisi memberikan didikan terbaik namun, di sisi lain anak perempuannya justru merespon berbeda. Aturan yang diberikan dengan tujuan melindungi, sering dianggap mengekang.
Pertentangan ini cukup sering saya alami. Misalnya, ketika memiliki pandangan yang berbeda akan suatu hal, maka kami akan saling mengkritik. Hal ini lah yang biasanya menimbulkan konfik. Walaupun begitu, saya mencoba memahami bahwa seorang ibu selalu ingin menjadi bagian penting dalam hidup anaknya bahkan saat mengambil keputusan. Ini tentu karena rasa pedulinya yang besar.
Komunikasi Berlebihan
Konflik antara ibu dan anak perempuannya ternyata juga dapat disebabkan karena komunikasi yang berlebihan. Perempuan cenderung berbicara lebih banyak tentang topik pribadi, sehingga memberi banyak peluang berkata yang salah. Selain itu perempuan juga dikenal lebih emosional dan berlebihan dalam menanggapi suatu hal.
Dalam hubungan saya dan ibu, hal ini cukup jarang terjadi. Kami sangat menghargai privasi masing-masing. Meskipun dekat, tidak semua hal perlu dibagikan. Ada yang cukup disimpan untuk diri sendiri. Menurut saya, ini ampuh untuk menjaga keharmonisan hubungan ibu dan anak perempuannya.
Saya dan ibu selalu berusaha menjalin komunikasi dengan baik dan menghargai keinginan masing-masing. Bagi kami, yang juga tak kalah penting adalah saling memberi ruang agar bisa terus berjalan beriringan tanpa melukai satu sama lain.
Idealnya, hubungan ibu dan anak perempuannya harus dilandasi oleh rasa saling percaya. Orang tua dan anak harus kompak sehingga tercipta keluarga yang bahagia.
