Konten dari Pengguna

Charge HP Sampai 100% Setiap Hari, Bikin Baterai Cepat Rusak? Ini Faktanya!

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dian Rosalina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi baterai smartphone (Pexels.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi baterai smartphone (Pexels.com)

Charge HP sampai 100% mungkin menjadi kebiasaan bagi sebagian besar orang. Alasannya, agar pemakaian smartphone jadi lebih tahan lama dan jadi lebih tenang. Tapi ada yang berpendapat juga jika mengisi daya HP sampai 100% setiap hari, justru malah bikin baterai cepat rusak, emang iya?

Soal baterai smartphone mungkin menjadi salah satu perhatian para pengguna. Dikutip How to Geek, ada beberapa alasan tentang kenapa baterai kamu cepat rusak dan tidak bertahan lama nih.

1. Sering Mengisi Daya Smartphone

Mungkin terdengar seperti parados, tapi mengisi daya smartphone kamu terlalu lama ternyata bisa berdampak negatif pada masa pakai baterai lho. Pengisian daya yang terlalu sering sampai berkali-kali bisa merusak baterai.

Setiap siklus pengisian daya dari 100% ke 0% atau sebaliknya, bisa menjadi penyebab kerusakan pada komponen kimia baterai. Terutama pada baterai lithium-ion yang umumnya digunakan di smartphone.

2. Layar Full Brightness

Kamu pasti sudah tahu, kalau layar yang besar dan banyak warna itu sebenarnya akan menghabiskan daya baterai dengan cepat lho. Semakin terang layar yang kamu atur, semakin banyak pula daya yang dikonsumsi. Ini karena lampu background layar, membutuhkan energi ekstra untuk dijalankan.

Tapi banyak smartphone sekarang yang memiliki layar OLED, yang tidak memerlukan lampu latar. Prinsipnya sama untuk layar OLED. Alih-alih lampu latar, setiap piksel pada layar OLED merupakan sumber warna dan cahaya yang berdiri sendiri. Jadi, semakin terang piksel tersebut, semakin banyak daya yang dibutuhkan.

Ilustrasi mengaktifkan lokasi di smartphone (Pexels.com)

3. Mengizinkan Aplikasi yang Tidak Digunakan Mengakses Lokasi

Kecerahan layar adalah hal yang cukup jelas menghabiskan daya baterai, tapi ada satu yang mungkin kamu tidak sadar adalah akses lokasi yang berjalan itu juga penyebabnya lho. Saat layanan lokasi aktif, penerima GPS ponsel kamu, sinyal Wi-Fi, dan koneksi seluler terus-terusan digunakan untuk menentukan lokasi kamu secara akurat.

Inilah kenapa penting untuk memperhatikan bagaimana Android dan iPhone menampilkan izin lokasi. Kedua platfom ini memungkinkan kamu untuk memilih “Saat aplikasi digunakan” untuk akses lokasi. Kamu harus selektif dalam memilih aplikasi mana yang kamu izinkan untuk “Selalu” mengakses lokasi ya, jangan semuanya.

4. Notifikasi Terus Menghidupkan Layar

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, layar menghabiskan banyak daya baterai. Secara alami, semakin lama layar menyala, semakin banyak daya baterai yang terhisap. Salah satunya adalah notifikasi aplikasi yang jarang kamu gunakan selalu membangunkan layar.

Ini bukan hanya soal layar saja. Setiap kali kamu mengaktifkan ponsel, sejumlah sensor dan proses akan aktif. Saat ponsel kamu dalam keadaan idle, aplikasi dan aktivitas tertentu akan dinonaktifkan. Jadi, setiap notifikasi tidak hanya memicu daya pada layar dan menjadi boros energi, tetapi juga mencegah ponsel untuk tetap dalam keadaan idle.

5. Asisten Suara Perintah Diaktifkan

Asisten suara seperti Siri dan Google, ternyata bisa berdampak pada kesehatan baterai kamu lho. Bahkan biasanya mereka memberi tahu kamu untuk mengaktifkan fitur tersebut. Asisten suara beroperasi di latar belakang, terus memantau input audio dari mikrofon perangkat untuk mendeteksi perintah nyalakan layar.

Terus-menerus mendengarkan perintah bangun tertentu membutuhkan prosesor dan mikrofon perangkat untuk tetap aktif, yang mengonsumsi lebih banyak daya. Jika tidak, ini akan mengorbankan masa pakai baterai kamu. Jadi jangan selalu diaktifkan ya.

Ilustrasi mencari sinyal Wi-Fi di smartphone (Pexels.com)

6. Mencari Sinyal Wi-Fi

Kalau kamu memang sedang berada di sekitar tempat yang ada Wi-Fi-nya ini, pencarian sinyal mungkin berguna. Tapi kalau tidak, jangan sekali-kali dinyalakan karena itu akan menghabiskan daya smartphone kamu.

Apa yang bisa kamu lakukan untuk menonakitfkannya? Nah, sebagai permulaan, matikan Wi-Fi saat kamu saat tidak di rumah. Memang, itu cukup menjengkelkan dan mudah dilupakan. Android memiliki fitur yang dapat melakukan ini secara otomatis untuk kamu. iPhone tidak memiliki fitur serupa.

7. Sensor Selalu Aktif

Sama seperti halnya Wi-Fi, ada sejumlah sensor lain di smartphone kamu yang bisa harusnya dimatikan ketika tidak dibutuhkan. Misalnya bluetooth, NFC, dan GPS. Meski tidak banyak menghabiskan daya baterai, tapi tidak perlu membiarkannya tetap aktif saat tidak digunakan. Jangan biarkan Bluetooth kamu tetap aktif, kalau tidak memiliki ekosistem pintar lainnya seperti jam tangan atau headphone nirkabel.

Itulah beberapa faktor yang bisa memengaruhi masa pakai baterai smartphone kamu. Jadi mulai sekarang perhatikan penggunaan smartphone kamu, kalau tidak mau kesehatan baterai kamu berkurang setiap bulan dan harus menggantinya dengan yang baru.