Konten dari Pengguna

Kenapa Feed Instagram Setiap Orang Berbeda? Bos Instagram Bongkar Alasannya!

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dian Rosalina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi algoritma Instagram (Pexels.com/Viralyft)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi algoritma Instagram (Pexels.com/Viralyft)

Kamu pasti pernah melihat konten yang tidak biasa kamu lihat, tiba-tiba muncul di feed Instagram kamu. Lalu, ketika kamu bertanya pada teman tentang isi konten Instagramnya ternyata jauh berbeda dari konten milikmu. Lantas, kenapa feed Instagram setiap orang bisa berbeda-beda? Benarkah ada sangkut paut AI bisa merekam percakapan kita, lalu menerjemahkannya sebagai algoritma?

Kekhawatiran ini sudah dibicarakan sejak 5 tahun lalu, ketika Instagram mengubah cara kerja algoritmanya. Yang sebelumnya feed Instagram muncul hanya orang-orang yang kita ikuti atau mengikuti kita, berubah menjadi konten-konten yang terkadang tidak berhubungan dengan kita. Hanya saja beberapa kali kita mencari tahu tentang topiknya.

Jadi, sebenarnya bagaimana algoritma Instagram itu bekerja? Bos Instagram alias CEO Instagram, Adam Mosseri mengungkapnya dengan membagikan serangkaian video di profil Instagramnya. Tujuannya adalah untuk menjawab kekhawatiran tentang pengaruh algoritma terhadap tren konten dan memberikan wawasan kepada kreator untuk meningkatkan topik konten Instagram mereka.

CEO Instagram, Adam Mosseri (Wikimedia Commons)

Ini Kata Bos Instagram Soal Algoritma yang Baru

Dilansir Social Media Today, sebagian besar konten yang dibagikan oleh Mosseri cukup umum dan tidak terlalu mendalam, terutama bagi para konten kreator yang sudah lama berkecimpung di bidang ini. Meski demikian ada baiknya untuk menilai detailnya dari perspektif marketing media sosial, dan memperhatikan ilmu yang diberikan Mosseri.

Berikut poin-poin penting yang dibagikan Mosseri terkait algoritma

  1. Instagram menggunakan pengurutan algoritmik untuk membantu pengguna melihat konten yang paling relevant dan memanfaatkan waktu mereka di aplikasi secara maksimal.

  2. Kalau Instagram tidak memberikan peringkat pada konten, beranda akan dibanjiri konten dari akun yang paling sering mengunggah. Bisnis dan merek mungkin akan mengunggah jauh lebih banyak daripada kreator atau pengguna lain. Oleh sebab itu, algoritma mengaturnya.

  3. Tanpa peringkat konten, orang akan melihat lebih sedikit konten secara keseluruhan, dan jangkauan rata-rata akan menurun bagi para kreator.

  4. Peringkat algoritma didasarkan pada prediksi sistematis tentang bagaimana penggunaan akan merespons unggahan, termasuk apakah mereka sering menonton, membagikannya kepada teman, dan sebagainya.

  5. Kekinian sangat berpengaruh pada peringkat konten, itulah sebabnya feed terlihat kurang runut secara kronologis.

  6. Para kreator yang ingin meningkatkan jangkauan unggahan mereka, sebaiknya fokus pada topik yang dekat dengan pengguna lain, bukan jumlah total penayangan atau jumlah likes.

Ilustrasi algoritma Instagram (Pexels.com/KaboomPics)

Tips CEO Instagram agar Konten Mudah Ditarik Algoritma

Jika kamu mau konten kamu bisa muncul di algoritma orang lain dan bisa meningkatkan kunjungan ke profil kamu, Mosseri membagikan tips yang membuat konten kamu lebih mudah ditarik oleh algoritma.

Orisinalitas

Instagram mencoba memberikan prioritas lebih tinggi pada konten yang orisinal dna berasal dari kreator aslinya, dibandingkan konten yang diunggah berulang kali.

Kekinian

Waktu posting sangat berpengaruh terhadap peringkat dan tampilan, dengan konten yang lebih baru mendapatkan eksposur yang lebih besar.

Berita Terkini

Mosseri mengatakan bahwa Instagram akan menampikan konten dari kreator kecil yang mengunggah secara publik ke akun yang tidak mengikuti kreator tersebut untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang bagaimana orang merespons dengan tujuan untuk meningkatkan unggahan dari kreator baru.

Ukuran model

Instagram telah memperluas model AI-nya untuk mempertimbangkan lebih banyak faktor dari berbagai macam unggahan untuk meningkatkan peringkatnya.

Ilustrasi orang bermain Instagram (Pexels.com/KaboomPics)

Mosseri menambahkan,  pengguna dapat memengaruhi apa yang ditampilkan di feed mereka dengan menggunakan alat umpan balik langsung, seperti daftar favorit, indikator “Tidak tertarik” pada postingan, dan Algoritma kamu. Jadi untuk para kreator, cobalah untuk lebih bereksperimen dengan berbagai konten dan pendekatan. Sebab tren cepat berubah.

Apa yang menarik di satu minggu mungkin tidak akan diminati di minggu berikutnya. Mosseri menyarankan bahwa Reels percobaan dapat bermanfaat dalam hal ini. Gimana, udah persiapkan konten menarik apa biar gampang dilihat algoritma orang-orang?