Konten dari Pengguna

Peran Keluarga dalam Pembinaan Akhlak Anak

Dian Suherman

Dian Suherman

Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Indraprasta PGRI

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dian Suherman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : Dokumen pribadi. Keluarga sebagai pendidikan awal penanaman akhlak mulia pada anak.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Dokumen pribadi. Keluarga sebagai pendidikan awal penanaman akhlak mulia pada anak.

Akhlak diartikan sebagai suatu tingkah laku, tabiat, atau perangai berdasarkan dari segi bahasanya, berasal kata bahasa arab “khuluq”. Tingkah laku tersebut bisa terjadi karena habit atau kebiasaan seseorang dalam menjalani segala rutinitasnya sehari-hari. Seseorang dapat dikatakan berakhlak jika timbul dalam dirinya sendiri suatu tindakan yang didorong oleh motivasi dari dalam diri dan melakukan suatu hal tanpa ada keterpaksaan. Akhlak yang timbul ini bisa menjadi akhlak yang mulia maupun tercela. Dimana akhlak mulia adalah suatu perilaku yang bisa menjadi suri tauladan terhadap orang lain, sedangkan akhlak tercela adalah suatu perilaku yang buruk yang tidak boleh ditiru orang lain.

Akhlak anak di masa sekarang ini mengalami kemerosotan, dimana perilaku anak yang jauh dari perilaku akhlak mulia tengah menjadi sorotan. Di media elektronik maupun media cetak selalu ada pemberitaan yang negatif terjadi di kalangan anak-anak. Usia yang begitu rentan terhadap pengaruh dari luar. Pengaruh yang didapat bisa mempengaruhi akhlaknya secara signifikan.

Perlu adanya pembinaan di masa kanak-kanak, sehingga menghindari atau mengurangi kenakalan ataupun tindak kriminal yang terjadi di masyarakat yang disebabkan oleh minimnya kesadaran seorang anak akan akhlak. Kita sebagai bagian dari masyarakat hendaknya bisa melakukan upaya-upaya yang dapat membantu mengurangi perilaku akhlak yang tercela.

Beberapa upaya yang dapat kita lakukan sebagai anggota masyarakat dalam tingkat keluarga sehingga kemerosotan akhlak pada saat ini bisa ditanggulangi dari segi internal terlebih dahulu diantaranya pembiasaan kebiasaan yang baik, pengawasan orang tua, pembinaan akhlak melalui akun sosial media, dan anggota keluarga yang bersinergi dalam mencontohkan perilaku akhlak mulia.

1. Pembiasaan kebiasaan baik

Sesuatu hal yang sudah menjadi kebiasaan akan mendarah daging dalam jiwa seseorang. Hal ini dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku yang menunjukkan perilaku akhlak mulia sesama anggota keluarga diantaranya menolong seseorang yang kesusahan, perilaku yang sabar, tidak arogan atau sombong terhadap orang lain, berani melakukan tindakan yang benar dimana pun berada dan lain sebagainya.

2. Pengawasan orang tua

Pengawasan ini sangat krusial karena di masa kanak-kanak telah dibina dan diajarkan perilaku akhlak mulia mulai dari lingkungan keluarga tempat dirinya tumbuh dan berkembang. Orang tua sebagai suri tauladan untuk anak-anaknya hendaknya bisa melakukan pengawasan yang diperlukan agar anaknya bisa secara sadar untuk melakukan tindakan ataupun perilaku apa yang boleh ditiru ataupun yang tidak boleh ditiru oleh mereka.

3. Pembinaan akhlak melalui media sosial

Media sosial sekarang ini menjadi salah satu media yang mempengaruhi kehidupan kalangan remaja. Media sosial telah menjadi pengaruh terbesar setelah keluarga. Anak-anak saat ini telah mengenal media sosial sebagai bagian kehidupannya sehari-hari. Konten yang terdapat di media sosial bisa mempengaruhi akhlak seorang anak. Hendaknya kita sebagai orang tua bisa berkontribusi melalui akun media sosial dengan memberikan konten yang positif dan memberikan pengetahuan tentang hal yang boleh ditiru atau tidak yang ada di media sosial yang dapat memberikan pengaruh yang positif di dalam lingkungan keluarga. Anggota keluarga juga dapat saling mengingatkan tentang penggunaan media sosial ini secara baik dan sesuai umurnya, karena dalam suatu keluarga biasanya anak yang lebih tua bisa sebagai role model juga untuk anak yang usiamya dibawahnya.

4. Anggota keluarga bersinergi mencontohkan akhlak mulia

Keluarga sebagai sebuah sistem pendidikan yang terlebih dahulu mendidik anak seharusnya menjadi suatu wadah yang bisa mencontohkan perilaku akhlak mulia. Di dalam unit keluarga sesama anggota keluarga hendaknya bisa bersinergi dalam saling memberi contoh suatu perilaku akhlak mulia. Sebagai contoh saat seorang anggota keluarga melakukan perilaku yang jauh dari akhlak mulia, anggota keluarga yang lain bisa memberitahukan hal yang tidak baik tersebut, sehingga perilaku akhlak mulia ini menjadi suatu kebiasaan yang baik dalam keluarga.

Semoga bermanfaat.