Pengabdian Masyarakat (PMM) UMM Melalui Pelatihan Budidaya Jamur Janggel Jagung

Tulisan dari PMM UMM Desa Bayem Kel 79 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(Minggu, 09 Agustus 2020) Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) UMM Kelompok 79 Desa Bayem melakukan kegiatan Edukasi dan Pelatihan Budidaya Jamur dari bonggol janggel yang diikuti oleh Ibu-ibu meliputi Ibu Lurah, Ibu RT, Ibu kelompok Wanita Tani (KWT) dan Ibu Dsn.Bayem. Kegiatan dilakukan dengan sangat antusias, Alasan Kelompok 79 PMM UMM melakukan kegiatan ini yaitu dengan banyaknya limbah bonggol jagung di Desa. Bayem yang tidak terpakai ataupun dibiarkan membusuk begitu saja. Maka Kelompok 79 PMM UMM memanfaatkan bongol tersebut mejadi suatu yang berguna atau bermanfaat, salah satu anggota kelompok 79 PMM UMM yang telah mencoba memanfaatkan bonggol tersebut menjadi media untuk budidaya Jamur. Beberapa uraian yang dijabarkan jamur yang dihasilkan dari bonggol bukan kategori jamur racun dan bisa dikonsumsi.
Sebenarnya cara ini tidak jauh berbeda dengan pembuatan budidaya pada Jamur Tiram, Jamur Kuping, dan sebagainya hanya perbedaan terletak pada media yang digunakan adalah bongo jagung dan keistimewaannya dalam pembuatan tidak menggunakan benih jamur melainkan dengan benih alami yang tumbuh pada jonggol jagung, serta prosesnya sendiri tidak cukup rumit hanya perlu penyiraman secara teratur agar suhu yang dihasilkan selalu stabil dan bisa menghasilkan bibit-bibit jamur yang berkualitas, dan sebelum memulai pembuatan jamur janggel ini ada beberapa bahan yang perlu diperhatikan agar pembuatannya berjalan dengan lancer.
Bahan dan alat yang digunakan bonggol jagung, ragi, bekatul, urea, karung terpal, plastic, dan papan. Cara pembuatan pertama yaitu siapkan tempat untuk menumpuk bonggol jagung dengan membuat kotak dari papan yang telah disediakan tadi dengan ukuran 3m x 1m. setelah tempat sudah siap untuk digunakan tumpuk bonggol jagung terlebih dahulu alasi tempat penumpukan dengan karung. Kedua, campurkan bahan-bahan yang telah disiapkan tadi, yaitu ragi, bekatul, urea menjadi satu dan aduk rata, setelah proses pencampuran selesai dilakukan taburkan secara merata dan secukupnya jangan dihabiskan cukup setengah dari takaran yang sudah disiapkan tadi. Setelah proses penaburan selesai dilakukan tutup Kembali dengan menggunakan bonggol jagung, kemudian taburkan Kembali campuran ragi, bekatul dan urea tadi sampai merata dan habiskan semua campuran tersebut setelah semua selesai dilakukan siram dengan air bersih sampai basah. Kemudian tutup rapat dengan menggunakan terpal plastik. Untuk waktu menunggu hasil panen kurang lebih berumur empat belas hari dari proses pembuatan tersebut, panen bisa dilakukan pagi atau sore hari. Bentuk jamur yang dihasilkan ini seperti jamur kedelai berbentuk bulat dan mempunyai tongkat.
Dari pelatihan ini diharapkan dapat membantu perekonomian warga desa bayem dengan hasil budidaya jamur janggel.
