Soal-soal yang Tak Akan Muncul di Buku Sekolah tentang Reformasi 1998

Dosen IAKN Tarutung, Peneliti Toba Initiatives
·waktu baca 13 menit
Tulisan dari Dian Purba tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Reformasi Mei 1998 bukan hanya momen transisi politik. Ia adalah ledakan dari luka-luka lama yang dikemas dalam euforia demokrasi. Dalam sekejap, sejarah Indonesia berbelok arah, dari dominasi kekuasaan absolut menjadi janji demokrasi, meski dengan darah, tubuh terbakar, dan suara perempuan yang diperkosa dalam gelap. Namun sejarah semacam ini tidak hadir dalam buku-buku pelajaran. Ia dikubur di balik narasi sukses transisi, padahal yang sesungguhnya terjadi adalah pergulatan brutal antarelite, kelumpuhan negara, dan kekacauan sistemik yang membuka ruang bagi kejahatan kemanusiaan.
Ujian ini terdiri dari 50 soal: 40 pilihan berganda dan sepuluh esai. Soal-soal ini tidak dibuat untuk sekadar menguji hafalan. Ia dibuat untuk menguji keberanian kita menghadapi sejarah dalam wujudnya yang paling gelap: penuh intrik, trauma, dan kekerasan yang belum selesai. Ia menantang kita untuk berpikir, mengingat, dan bertanya ulang: siapa sebenarnya yang bertanggung jawab, dan mengapa ingatan kolektif kita begitu mudah dikendalikan?
Ujian ini tidak disusun berdasarkan asumsi umum atau narasi tunggal yang sering beredar dalam buku teks sejarah nasional. Soal-soal ini didasarkan pada pembacaan kritis terhadap sejumlah karya akademik dan laporan investigatif yang tajam, mendalam, dan sering kali bertentangan dengan versi resmi sejarah negara.
Referensi yang digunakan mencakup karya-karya penting seperti Reformasi: The Struggle for Power in Post-Soeharto Indonesia karya Kevin O’Rourke (2002), yang membongkar pertarungan elite di balik jatuhnya Soeharto; dan Detik-detik yang Menentukan oleh B.J. Habibie (2006), yang merekam dari dalam bagaimana kekuasaan berpindah di tengah kekacauan dan ketegangan nasional.
Dari sisi pengalaman korban dan ketidakadilan struktural, digunakan laporan-laporan resmi seperti Laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan publikasi Komnas Perempuan serta Komnas HAM, termasuk Merawat Ingatan, Menjemput Keadilan (2020) yang mencatat kegagalan negara dalam menindaklanjuti pelanggaran HAM berat, termasuk kekerasan seksual dan rasial pada Mei 1998.
Analisis struktural impunitas diangkat dari buku Infrastructures of Impunity: New Order Violence in Indonesia oleh Elizabeth F. Drexler (2024), sedangkan jurnalisme investigatif yang tajam terhadap warisan otoritarianisme dikaji dari Indonesia: Archipelago of Fear oleh Andre Vltchek (2012).
Dimensi identitas dan luka etnis Tionghoa dibahas secara mendalam dalam Memories of Unbelonging: Ethnic Chinese Identity Politics in Post-Suharto Indonesia karya Charlotte Setijadi (2023) dan Anti-Chinese Violence in Indonesia, 1996–1999 oleh Jemma Purdey (2006). Kedua karya ini membedah trauma, eksklusi, dan narasi pasca-kekerasan yang masih menyisakan ketegangan hingga hari ini.
Untuk melihat hubungan antara kekuasaan ekonomi dan politik selama Orde Baru serta peran para cukong dalam struktur kekuasaan, digunakan juga buku Liem Sioe Liong’s Salim Group: The Business Pillar of Suharto’s Indonesia karya Richard Borsuk dan Nancy Chng (2014).
Akhirnya, refleksi tentang media, ras, dan kekerasan seksual dimasukkan melalui esai penting Ariel Heryanto, “Rape, Race, and Reporting” dalam buku Reformasi: Crisis and Change in Indonesia (1999), yang menyoroti bagaimana kekerasan terhadap perempuan Tionghoa diselimuti oleh ketakutan, stigma, dan sensor negara.
I. Soal Pilihan Ganda:
1. Apa penyebab utama kerusuhan Mei 1998 menurut Laporan Akhir TGPF?
• a. Konflik agama dan etnis
• b. Perebutan wilayah kekuasaan di Jakarta
• c. Persilangan antara krisis ekonomi dan pertarungan elite politik
• d. Intervensi asing dalam ekonomi Indonesia
• e. Aksi sporadis mahasiswa tanpa koordinasi
2. Dalam Detik-Detik yang Menentukan, Habibie menyebut bahwa jika dia salah mengambil keputusan, maka Indonesia akan…
• a. Dikuasai Cina
• b. Mengalami kelaparan massal
• c. Mengalami perang saudara dan Balkanisasi
• d. Dikuasai oleh militer sepenuhnya
• e. Dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri
3. Menurut investigasi Komnas HAM, apa yang menjadi faktor penting yang membuat kekerasan Mei 1998 menjadi pelanggaran HAM berat?
• a. Kerugian ekonomi besar
• b. Adanya keterlibatan aparat dan pembiaran sistemik
• c. Partisipasi WNI keturunan Cina
• d. Keterlibatan mahasiswa
• e. Tidak ada pelaku yang tertangkap
4. Apa peran pertemuan di Makostrad tanggal 14 Mei 1998 menurut TGPF?
• a. Menenangkan suasana
• b. Menyusun strategi peredaman massa
• c. Mengindikasikan dinamika pergumulan elite
• d. Pelantikan Kapolri baru
• e. Pembagian logistik keamanan
5. Yang tidak termasuk dalam bentuk kerusuhan yang diidentifikasi TGPF adalah:
• a. Kerusuhan spontan berskala kecil
• b. Kerusuhan terkendali antar lokasi
• c. Kerusuhan dipicu oleh kekurangan pangan
• d. Kerusuhan yang diprovokasi oleh aktor luar
• e. Kerusuhan berjenjang dengan pola waktu seragam
6. Dalam buku Infrastructures of Impunity, Drexler menyebut kekerasan negara berlangsung karena...
• a. Ketakutan militer akan reformasi
• b. Keengganan sipil untuk melawan
• c. Mekanisme impunitas yang dibangun sejak Orde Baru
• d. Tidak adanya lembaga hukum yang kuat
• e. Ketiadaan dokumen pengadilan
7. Menurut Kevin O'Rourke, alasan utama militer tidak langsung membela Soeharto saat kerusuhan memuncak adalah:
• a. Keputusan Panglima TNI untuk netral
• b. Perintah dari Presiden Habibie
• c. Ketidakyakinan terhadap kelanggengan kekuasaan Soeharto
• d. Keberpihakan terhadap mahasiswa
• e. Ketidaksiapan logistik
8. Dalam kerusuhan Mei 1998, laporan TGPF menyebutkan bahwa struktur komando tentara...
• a. Bertindak cepat dan disiplin
• b. Bekerja sama dengan polisi sipil
• c. Tidak terkendali, ada indikasi pembiaran
• d. Berhasil melindungi etnis Tionghoa
• e. Tidak relevan karena tidak terlibat langsung
9. Menurut Jemma Purdey, yang membuat kekerasan anti-Tionghoa 1998 berbeda dari sebelumnya adalah:
• a. Lebih luasnya liputan media sosial
• b. Skalanya yang nasional
• c. Intensitas kekerasan seksual terhadap perempuan
• d. Keterlibatan elite politik Tionghoa
• e. Partisipasi aktif mahasiswa
10. Habibie dalam autobiografinya menekankan keputusan paling sulit selama transisi adalah...
• a. Menetapkan pemilu dalam 2 tahun
• b. Melepaskan Timor Timur dari Indonesia
• c. Mengadili Soeharto
• d. Menghapus dwi fungsi ABRI
• e. Membentuk Komnas HAM
11. Salim Group menjadi simbol kebangkitan kroniisme Orde Baru karena...
• a. Fokus pada usaha kecil menengah
• b. Dijalankan oleh keturunan pribumi elite
• c. Kemitraannya dengan tentara dan monopoli ekonomi
• d. Transparansi dalam laporan keuangannya
• e. Keterlibatan dalam pemilu 1997
12. Mengapa isu pemerkosaan dalam Reformasi 1998 sulit diungkap secara hukum?
• a. Karena tidak ada korban yang hidup
• b. Karena tidak ada media yang meliput
• c. Karena negara menyangkal kejadiannya
• d. Karena stigma sosial dan bukti sulit dikumpulkan
• e. Karena pelakunya orang asing
13. Apa kontribusi utama Komnas Perempuan pasca Reformasi dalam isu Mei 1998?
• a. Mendesak pembentukan kabinet perempuan
• b. Menyusun peta kerusuhan seluruh Indonesia
• c. Menyediakan dokumentasi kekerasan seksual korban
• d. Membuka jalur rehabilitasi psikologis bagi militer
• e. Menangkap pelaku kekerasan
14. Yang bukan merupakan karakteristik dari Reformasi menurut Kevin O’Rourke:
• a. Transisi elite yang penuh negosiasi
• b. Mobilisasi akar rumput yang konsisten
• c. Ketidakjelasan mandat transisi demokrasi
• d. Penciptaan oligarki baru
• e. Pergantian kekuasaan tanpa pertumpahan darah di pusat
15. Dalam laporan Komnas HAM, salah satu pola kekerasan Mei 1998 yang paling menonjol adalah...
• a. Pembakaran massal rumah ibadah
• b. Penyiksaan terhadap mahasiswa Papua
• c. Penjarahan sistemik dan kekerasan seksual terhadap perempuan Tionghoa
• d. Pembunuhan jurnalis asing
• e. Pemberlakuan jam malam nasional
16. Siapa yang dikritik oleh Kevin O’Rourke karena berperan pasif dan tidak konsisten selama krisis Mei 1998?
• a. Wiranto
• b. Amien Rais
• c. Megawati Soekarnoputri
• d. Habibie
• e. Letjen Prabowo
17. Menurut laporan Merawat Ingatan, hambatan utama penuntasan kasus HAM berat masa lalu adalah...
• a. Tidak adanya pengadilan HAM
• b. Kurangnya dokumentasi
• c. Intervensi militer terhadap jaksa agung
• d. Ketidakmauan politik elit penguasa
• e. Protes internasional yang terlalu keras
18. Perubahan utama yang terjadi dalam struktur militer Indonesia setelah Soeharto jatuh adalah...
• a. Penghapusan komando daerah
• b. Pengurangan jumlah jenderal
• c. Pemisahan ABRI menjadi TNI dan Polri
• d. Militer menjadi partai politik
• e. Militer dikendalikan langsung oleh Presiden
19. Menurut Charlotte Setijadi, pasca Reformasi, warga Tionghoa Indonesia mengalami…
• a. Rehabilitasi penuh dari negara
• b. Pengakuan resmi dan pengembalian hak-hak ekonomi
• c. Integrasi sosial tanpa kekhawatiran politik
• d. Reintegrasi identitas dalam bayang-bayang trauma
• e. Deportasi massal ke Tiongkok
20. Yang menjadi kritik utama terhadap proses peradilan HAM dalam kasus Mei 1998 adalah...
• a. Hakim yang tidak netral
• b. Korban yang menolak bersaksi
• c. Peradilan dilakukan di luar negeri
• d. Jaksa tidak memiliki cukup bukti
• e. Tidak ada satupun pelaku dari kalangan elite yang dihukum
21. Dalam laporan TGPF, ditemukan bahwa sebagian besar lokasi kerusuhan terjadi pada...
• a. Wilayah basis Islam radikal
• b. Pusat kegiatan buruh dan mahasiswa
• c. Wilayah padat keturunan Tionghoa
• d. Daerah militer non-aktif
• e. Pusat kekuasaan partai Golkar
22. Salah satu ironi terbesar dari jatuhnya Soeharto adalah bahwa...
• a. Demokrasi tumbuh tanpa keadilan atas korban
• b. Ekonomi pulih tanpa reformasi politik
• c. Militer ditangkap tapi tetap berkuasa
• d. Korban kerusuhan menjadi pemimpin politik
• e. Megawati menggantikan peran Soeharto secara simbolik
23. Yang dimaksud dengan “under-democracy” menurut O’Rourke adalah:
• a. Pemerintahan sipil yang tunduk pada hukum internasional
• b. Sistem demokrasi prosedural tanpa keadilan substansial
• c. Kepemimpinan populis yang lemah
• d. Militerisme yang mengklaim demokrasi
• e. Pemerintahan tanpa pemilu
24. Menurut Memories of Unbelonging, salah satu efek Reformasi terhadap generasi muda Tionghoa adalah...
• a. Meningkatnya minat menjadi politisi
• b. Meningkatnya rasa teralienasi dan trauma simbolik
• c. Pemutusan hubungan dengan budaya leluhur
• d. Gelombang besar migrasi ke Eropa
• e. Menolak menggunakan bahasa Indonesia
25. Yang menjadi dilema utama Habibie ketika Soeharto mengundurkan diri adalah:
• a. Menyerahkan kekuasaan ke militer atau tidak
• b. Melanjutkan model Orde Baru atau mereformasinya
• c. Menarik dana IMF atau menolaknya
• d. Membentuk partai atau tidak
• e. Memilih Wiranto atau Prabowo sebagai Panglima
26. Strategi kekuasaan Orde Baru yang memungkinkan eksploitasi terhadap minoritas etnis adalah:
• a. Nasionalisasi
• b. Dualisme ekonomi
• c. Politik akomodasi dan pengkambinghitaman
• d. Anti-globalisasi
• e. Demokratisasi lokal
27. Prabowo Subianto dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad setelah...
• a. Gagal mempertahankan Jakarta
• b. Ketahuan melanggar perintah Panglima TNI
• c. Dituduh menculik aktivis
• d. Terlibat penjarahan logistik
• e. Menolak menandatangani surat Soeharto
28. Dalam Reformasi, Kevin O’Rourke menulis bahwa kekuasaan pasca-Soeharto bukan direbut oleh rakyat, melainkan...
• a. Diperebutkan oleh oligarki politik baru
• b. Diberikan oleh Amerika Serikat
• c. Ditransfer ke parlemen
• d. Diambil alih oleh mahasiswa
• e. Diserahkan langsung ke rakyat
29. Apa makna penting dari pembakaran Mall Glodok dalam narasi kerusuhan Mei 1998?
• a. Bentuk perlawanan terhadap dominasi dagang Cina
• b. Kesalahan teknis aparat keamanan
• c. Peristiwa kebetulan yang membesar
• d. Titik puncak simbolik dari sentimen anti-Tionghoa
• e. Protes atas kenaikan harga BBM
30. Salah satu kesimpulan utama dalam laporan Merawat Ingatan adalah bahwa:
• a. Demokrasi Indonesia belum selesai karena luka masa lalu belum diobati
• b. Rekonsiliasi nasional telah tercapai
• c. Semua korban kerusuhan telah mendapatkan kompensasi
• d. Peradilan HAM tidak diperlukan lagi
• e. Peristiwa Mei sudah cukup ditangani oleh pemerintah
31. Dalam Rape, Race and Reporting, Ariel Heryanto menunjukkan bahwa:
• a. Negara aktif menyembunyikan kebenaran tentang pemerkosaan
• b. Laporan pemerkosaan dibesar-besarkan media luar negeri
• c. Bukti pemerkosaan tidak pernah ditemukan
• d. Pemerkosaan hanya terjadi di luar Jakarta
• e. Pelaku adalah warga sipil tak dikenal
32. Apa yang menjadi motif utama para pelaku kekerasan menurut kesimpulan Drexler?
• a. Balas dendam sejarah kolonial
• b. Rasa nasionalisme radikal
• c. Keberanian sipil
• d. Mobilisasi politik oleh elite untuk alihkan krisis
• e. Ketidaktahuan hukum
33. Dalam Reformasi, disebutkan bahwa salah satu kebijakan populis Habibie yang mengejutkan adalah:
• a. Membubarkan DPR
• b. Membebaskan tahanan politik
• c. Melegalkan pornografi
• d. Melarang Golkar
• e. Menghapus Pancasila
34. Laporan TGPF menyatakan bahwa pelaku kekerasan terhadap perempuan Cina tidak hanya pria dewasa, tetapi juga...
• a. Anak-anak di bawah umur
• b. Preman yang dilatih khusus
• c. Tentara berpakaian preman
• d. Mahasiswa
• e. Anggota partai oposisi
35. Apa salah satu efek jangka panjang dari Reformasi menurut Charlotte Setijadi?
• a. De-ethnisasi warga Tionghoa
• b. Penurunan pendidikan Tionghoa
• c. Ketakutan menjadi politis dan aktif
• d. Meningkatnya partisipasi politik warga Tionghoa
• e. Kepemilikan ekonomi oleh negara
36. Salah satu sebab kuat mengapa negara gagal menindaklanjuti laporan TGPF adalah:
• a. Tidak ada payung hukum
• b. Desakan mahasiswa yang melemah
• c. Kekuatan residu militer dan kekuasaan oligarki
• d. Ketakutan akan reaksi Tiongkok
• e. Tekanan IMF
37. Dalam struktur oligarki pasca-Reformasi, aktor ekonomi seperti Salim Group...
• a. Diadili atas kejahatan ekonomi
• b. Menghilang dari peta kekuasaan
• c. Tetap bertahan dengan adaptasi politik
• d. Dipaksa membayar ganti rugi
• e. Dilarang beroperasi
38. Apa yang membuat kesaksian para korban kekerasan seksual 1998 tidak dimasukkan ke pengadilan?
• a. Tidak memenuhi standar internasional
• b. Tidak ada upaya dari LSM
• c. Tidak adanya jaminan keamanan dan kerahasiaan
• d. Korban menolak bersaksi
• e. Kesaksian dianggap fitnah
39. Reformasi di Indonesia berbeda dari revolusi karena...
• a. Tidak disertai perubahan ekonomi radikal
• b. Tidak ada penggulingan simbolik presiden
• c. Tidak melibatkan rakyat biasa
• d. Tidak didukung oleh militer
• e. Tidak mengubah struktur kekuasaan
40. Dalam buku Archipelago of Fear, Andre Vltchek menyatakan bahwa pasca-Reformasi:
• a. Indonesia berubah menjadi negara demokratis yang adil
• b. Kekuasaan berpindah dari satu elite ke elite lain tanpa mengubah struktur
• c. Kebebasan berekspresi tumbuh di semua sektor
• d. Perempuan mendapatkan pengakuan setara
• e. Media menjadi alat oposisi paling efektif
II. Soal Esai:
1. TGPF dan Komnas HAM menyatakan bahwa kekerasan Mei 1998 merupakan pelanggaran HAM berat dengan pola sistemik dan indikasi keterlibatan aparat negara. Tunjukkan dan jelaskan bagaimana infrastruktur impunitas (Drexler) memungkinkan kejahatan itu terjadi dan tetap tidak dihukum hingga hari ini.
2. Dalam Reformasi, Kevin O’Rourke menyebut jatuhnya Soeharto sebagai hasil “kudeta elite beraroma reformasi.” Bahaslah pernyataan ini dengan menjelaskan bagaimana perebutan kekuasaan antar elite militer, teknokrat, dan sipil mewarnai dinamika Mei 1998, serta siapa yang paling diuntungkan dari kekacauan tersebut.
3. Mengapa kekerasan seksual terhadap perempuan Tionghoa dalam kerusuhan Mei 1998 tidak pernah mendapatkan keadilan secara hukum hingga hari ini? Analisislah jawaban Anda dengan mengacu pada laporan Komnas Perempuan, Ariel Heryanto (Rape, Race, and Reporting), dan buku Memories of Unbelonging.
4. Menurut Charlotte Setijadi, pasca reformasi terjadi proses rekonstruksi identitas Tionghoa, tetapi tanpa keadilan atas kekerasan masa lalu. Bagaimana Anda menilai politik rekonsiliasi etnik yang dilakukan pasca 1998: apakah itu pengakuan atau penguburan trauma?
5. Habibie dalam autobiografinya menyatakan ia menyelamatkan bangsa dari Balkanisasi. Bandingkan narasi ini dengan analisis Kevin O’Rourke dan Andre Vltchek, lalu nilai secara kritis: apakah Habibie menyelamatkan Indonesia, atau hanya menghindari tanggung jawab terhadap tragedi Mei?
6. Uraikan bagaimana model ekonomi Orde Baru yang berpusat pada kroniisme (dengan contoh Salim Group dalam buku Richard Borsuk & Nancy Chng) menciptakan basis kebencian etnis yang meledak pada Mei 1998. Apakah ini kegagalan ekonomi, atau keberhasilan politik pecah-belah?
7. Jemma Purdey menyatakan bahwa kekerasan terhadap etnis Tionghoa dalam Reformasi adalah repetisi sejarah. Lacaklah pola-pola kekerasan anti-Tionghoa sejak kolonial, 1946, 1965, dan 1998, lalu tunjukkan bagaimana negara (tidak) pernah belajar dari masa lalu.
8. Berdasarkan Merawat Ingatan Menjemput Keadilan, hingga kini negara gagal menyelesaikan berbagai pelanggaran HAM berat, termasuk Mei 1998. Bagaimana Anda menjelaskan kegagalan struktural ini? Siapa yang paling bertanggung jawab: Presiden? Jaksa Agung? DPR? Militer?
9. Apa makna dari “reformasi” jika keadilan bagi korban tak pernah ditegakkan? Dalam konteks ini, bahaslah paradoks antara transisi demokrasi yang terjadi sejak 1998 dengan keberlanjutan impunitas terhadap pelaku kekerasan masa lalu.
10. Analisislah bagaimana narasi negara tentang Reformasi—dari pidato-pidato resmi, buku pelajaran, hingga peringatan 20 tahun Reformasi—berbeda dari narasi para penyintas, korban, dan aktivis HAM. Apa akibat dari reproduksi ingatan yang timpang ini terhadap generasi muda?
