kumparan
KONTEN PENGGUNA
23 Oktober 2018 11:43

Berteman dengan Seorang Bipolar

Menjadi seorang yang memiliki gangguan mental bipolar, kadang cukup sulit untuk mencari teman. Stigma yang melekat bahwa orang yang memiliki gangguan mental sama dengan gila, itu membuat saya sedikit tertutup dengan orang lain.
ADVERTISEMENT
Sejak dulu, saya memang mudah bicara dan bergaul dengan orang lain. Apalagi bekerja di bidang media kreatif, Mesti jadi orang yang supel dan kenal banyak orang--kenyataannya, saya bukan orang seperti itu.
Jujur, banyak orang yang mengira bahwa saya adalah orang yang ceria. Yang ada hanya pergolakan batin: apakah saya berkepribadian ekstrovert atau introvert?
Jadi tidak sedikit setelah orang berkenalan atau berbicara, timbul pandangan berbeda jika mereka memilih untuk dekat dengan saya. Ada sedikit ketakutan bahwa jika saya mengungkapkan diri, akan dianggap 'aneh' atau berbeda.
Saya merasa banyak yang menatap berbeda setelah itu, dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan--mengintimidasi. Hingga pada suatu waktu, saya kesulitan untuk menjadi percaya diri lagi. Bahkan pada orang terdekat pun, ada rasa seperti itu.
ADVERTISEMENT
Seperti roller coaster. Mereka merasa saya berbeda karena satu alasan. Misalnya, bisa bicara sebuah topik 'A' saat ini, tapi tiga atau empat hari ke depan, saya akan lupa seketika. Itulah yang membuat saya tidak nyambung. Percayalah, tak ada yang ingin seperti itu.
Lalu apakah saya punya teman atau sahabat? Punya: dua saja. Komunikasi pun tidak terlalu intens. Dengan mood turun-naik secara ekstrem, kadang jika ingin bertemu, saya akan bertemu saat itu juga. Tanpa persiapan atau rencana sebelumnya. Tapi bisa saja, saat yang sama saya akan membatalkan janji itu karena tak mood lagi untuk bertemu.
Namun, saya bersyukur. Bahwa dua orang sahabat itu cukup untuk memaklumi dan memahami mood seperti itu. Dan mereka pun akan melakukan hal-hal yang membuat saya ingin beraktivitas.
ADVERTISEMENT
Jadi, jika kamu kenal atau dekat dengan orang yang memiliki gangguan mood atau gangguan bipolar, cobalah lakukan ini untuk membantunya, dikutip dari pijarpsikologi.org.
1. Aktivitas yang Menyenangkan
Bipolar biasanya akan meninggalkan hal-hal yang disukainya. Oleh sebab itu, ajaklah ia melakukan hobi yang pernah ditinggalkannya atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama.
Hal itu dilakukan untuk menyalurkan energi negatif menjadi energi positif. Melakukan hobi bersama bisa menjadi ajang untuk memahaminya juga, lho.
2. Beri Pujian
Berilah pujian kepadanya jika melakukan sebuah prestasi, tapi jangan berlebihan. Ini bisa menjadi bentuk pengakuan atas keberadaan mereka. Sehingga mereka bisa lebih percaya diri dalam berprestasi.
3. Berpikir Positif
Pikiran positif tidak bisa datang dari diri sendiri, tapi juga dari orang lain. Jangan biarkan mereka memiliki perasaan bersalah. Jika mereka mengalami kegagalan, bantulah untuk melihat sisi positif dari kegagalan tersebut.
ADVERTISEMENT
4. Arahkan Emosi Keluar
Jika kamu dengan orang yang memiliki gangguan bipolar atau mood, jadilah tempat untuk berbagi atau menjadi pendengar yang baik. Mereka hanya butuh didengarkan. Jangan biarkan dia memendam sendiri apa yang dirasakan. Rasa bahagia atau kesedihan. Tapi jangan dipaksa-paksa, ya.
Sebagai seorang teman dari orang yang memiliki gangguan mood atau Bipolar, kamu harus memiliki kesabaran yang ekstra. Sebab kamu harus mampu menghadapi orang yang tidak konsisten, dan mungkin akan membuatmu kesal di kemudian hari. Jadi persiapkan dirimu.
*Seluruh foto bersumber dari Pixabay
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan