Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Konten dari Pengguna
Tantangan Geografis Picu Tingginya IKK Buton Selatan
27 Februari 2025 15:35 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Dhea Prawidia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
BUTON SELATAN – Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) menjadi salah satu indikator utama dalam mengukur tingkat kesulitan geografis suatu daerah. Semakin sulit akses ke suatu wilayah, semakin tinggi pula harga bangunan dan konstruksi di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton Selatan tahun 2024, pada tahun 2022, nilai IKK Kabupaten Buton Selatan mencapai 109,91. Angka ini mencerminkan bahwa biaya konstruksi di daerah tersebut lebih mahal 9,91 persen dibandingkan dengan Kota Makassar, yang digunakan sebagai kota acuan dengan nilai IKK 100.
IKK menggunakan konsep spatial index, yang memungkinkan perbandingan tingkat kemahalan konstruksi antarwilayah pada periode yang sama. Seperti tahun sebelumnya, pada 2023, Kota Makassar kembali menjadi kota acuan dalam perhitungan IKK. Hasilnya, IKK Kabupaten Buton Selatan tahun 2023 tercatat sebesar 106,21, menunjukkan bahwa harga bangunan dan konstruksi di wilayah ini lebih tinggi 6,21 persen dibandingkan dengan Kota Makassar.
Dalam skala Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton Selatan menempati peringkat ke-3 tertinggi dalam kemahalan konstruksi pada tahun 2023, berada di bawah Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Buton Tengah. Peringkat ini mengindikasikan bahwa biaya pembangunan di Kabupaten Buton Selatan termasuk yang tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi ini.
ADVERTISEMENT
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) di Kabupaten Buton Selatan adalah karakteristik geografisnya yang berupa wilayah kepulauan dengan aksesibilitas yang terbatas. Kabupaten ini terdiri dari pulau-pulau yang secara geografis terpisah dari pusat distribusi bahan konstruksi utama, sehingga proses pengadaan material bangunan menjadi lebih kompleks dan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan daerah yang memiliki akses darat yang lebih mudah.
Distribusi bahan bangunan ke Kabupaten Buton Selatan sebagian besar mengandalkan jalur laut, baik dari Kota Kendari maupun Kota Baubau, yang merupakan pusat distribusi utama di Sulawesi Tenggara. Pengiriman melalui jalur laut tidak hanya memerlukan waktu tempuh yang lebih panjang, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kondisi perairan. Pada musim tertentu, seperti saat angin kencang atau gelombang tinggi, pengiriman barang dapat mengalami keterlambatan, bahkan terhenti sementara, sehingga mengakibatkan stok material menjadi terbatas dan harga bahan bangunan mengalami kenaikan.
ADVERTISEMENT
Selain itu, biaya logistik yang tinggi akibat keterbatasan infrastruktur transportasi juga menjadi faktor yang memperparah kondisi ini. Kurangnya sarana dan prasarana pelabuhan yang memadai di beberapa titik distribusi serta minimnya frekuensi kapal pengangkut barang menyebabkan harga angkut bahan konstruksi meningkat. Biaya tambahan seperti bongkar muat di pelabuhan yang harus berpusat di Kota Bau-Bau, biaya penyimpanan sementara, serta distribusi lanjutan ke lokasi proyek turut menambah beban biaya pembangunan di daerah ini.
Dengan kondisi geografis yang menantang tersebut, nilai IKK Kabupaten Buton Selatan yang tinggi mencerminkan besarnya hambatan dalam sektor konstruksi. Tingginya harga bahan bangunan dan biaya logistik tidak hanya berdampak pada proyek-proyek konstruksi besar, tetapi juga mempengaruhi pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya. Hal ini pada akhirnya dapat menghambat percepatan pembangunan di Kabupaten Buton Selatan, mengurangi daya saing ekonomi daerah, serta berpotensi memperlambat pertumbuhan sektor konstruksi yang merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan wilayah.
ADVERTISEMENT