Solidaritas Menuju Lomba Desa Sapit 2018

Tulisan dari Didik Kurniawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KM sapit. Antusias warga dalam mempersiapkan acara lomba desa 2018. Adalah bentuk dari selarasnya sebuah kebersamaan dalam mengarungi kemajuan teknologi.
Pertemuan ini di hadiri oleh semua lapisan masyarakat, yang bentuknya adalah perwakilan masing masing unsur masyarakat, maulau dari yang formal hingga lembaga non formal. Dalam pempertemuan kalu ini turut di hadiri oleh sekretaris kecamatan dan pendamping lomba.
Acara ini di buka oleh moderator, sekaligus sekdes (hirmawanto) yang kemudian di lanjutkan oleh sambutan kepala desa sapit, H. Suherjan SH.
Dalam sambutanya beliau menegaskan beberapa poin terkait dengan alasan dan peluang dalam lomba desa.
Pertama. Pada dasarnya tahun lalu kita punya kesempatan untuk mengikuti lomba, namun kita tidak mau terlibat tanpa persiapan yang matang, terlebih pada waktu iti fasilutas pendukung seperti akses jalan kita masih belum rampung.
Kedua. Secara sumberdaya belum begitu masksimal dalam hal ini, garis koordinasi masih minim.
Ketiga. Belum begitu nampak hasil dari kreatifitas kita baik keterampilan tangan, kuliner, alam dan budaya. Sehinga untuk tahun ini kita pilih sebagai moment yang tepat untuk kita ikut lomba. Karena saat ini bagi kita adalah moment yang tepat untuk kita memulai hal baru, merelasikan semua kelembagaan untuk bersama sama kita mensukseskan acra lomba desa ini.
Lebih lanjut H. Suherjan mengatakan, bahwa kita buat lomba desa tahun ini berbeda dari tahun sebdlumnya, yang hanya seremonial-seremonial belaka, namun lebih dari itu, saat ini kita mewakili kecamatan dan semoga mewakili kabupaten. Insaallah.
Sambutan kepala desa sapit, kemudian di pertegas oleh dambutan sekertaris kecamatan. Bahwa kenapa kita memilih desa sapit, karena desa sapit kita pandang desa yang sangat tinggi tingkat pendidikanya dan sangat melimpah sumberdaya alamnya, terlebih kekompakan masyarakatya juga sangat terasa di tingkat kecamatan, atas dasar itu maka desa sapit adalah pilihan.
Tidak hanya itu, pemuda pemudinya kita lihat sangat kompak dalam mengharumkan nama desa, dan secara khusus ternyata setelah kita kaji bahwa sapit adalah salah satu desa tertua yang ada di kabupaten lombok timur, yang tentunya sangat kental dengan adat budayanya.
Di ruang terpisah perwakilan pemuda, Alwan Wijaya mengatakan bahwa saat inj, secara sumberdaya alamnya desa sapit banyak menyimpan misteri yang jarang dimiliki oleh wilayah lain.
Wisata alamnya dengan khas teraseringnya, budayanya yang masih kental dan tetap di ritualkan. Kulinernya yang berbagai jenis dan terlebih situs sejarahnya yang masih utuh dan tidak di miliki oleh orang lain, pun juga masih tersimpan rapi sebagai aset desa sapit.

Semoga apa yang di katakan bapak kita tadi, bahwa momen ini akan menjadi moment berharga untuk masa depan desa sapit. Jika tidak sekarang kapan lagi, dan jika tidak kita ya siapa lagi. Insaallah kita tetap positif.
