Pengaruh Teknologi AI Terhadap Kritisisme Informasi dan Literasi Digital

Mahasiswi Universitas Pamulang Prodi S1 Akuntansi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dienaely Alifatu Janah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era digital ini, perkembangan teknologi bagaikan roda yang berputar dan membawa perubahan besar. Perkembangan teknologi terus melahirkan inovasi-inovasi yang menjanjikan serta membawa peluang besar untuk meningkatkan efisiensi di berbagai aspek kehidupan.
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau biasa disebut AI, menjadi salah satu terobosan besar dalam perkembangan teknologi di era digital ini. AI merupakan pengembangan kemampuan mesin dan sistem komputer untuk melakukan tugas yang pada umumnya memerlukan kecerdasan manusia. Di Indonesia tren penggunaan AI juga makin meningkat seiring berjalannya waktu. Mulai dari operasional bisnis, sektor publik, dan bahkan dunia pendidikan mengadopsi teknologi AI dalam upaya meningkatkan efisiensi dan inovasi.
Namun dibalik keunggulan yang ditawarkan AI dalam mengolah, menghasilkan informasi, dan menyelesaikan tugas dengan cepat, AI secara tidak langsung dapat memiliki potensi yang berdampak negatif terhadap literasi digital.
Mengapa demikian?
Karena kemudahan akan akses informasi yang ditawarkan AI dapat membuat penggunanya terlena tanpa terpacu untuk riset secara mendalam mengenai informasi yang didapatnya. Terlalu bergantung pada teknologi ini dapat mengurangi kemampuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam menyelesaikan suatu masalah, yang merupakan kunci utama dalam literasi.
Algoritma yang disajikan oleh AI seringkali memuat konten secara instan dan minim analisis, sehingga menyebabkan melemahnya minat baca dan kemampuan memahami informasi yang kompleks. Serta turunnya motivasi belajar seperti membaca, dan menulis. Penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari juga menyebabkan berkurangnya komunikasi verbal dan interaksi manusia secara langsung. Hal ini membatasi pertukaran ide yang umumnya ditemukan dalam sebuah diskusi sehingga juga dapat menghambat keterampilan dalam komunikasi.
Kurangnya pemahaman atau kesadaran tentang implikasi dari teknologi AI ini dapat mengurangi kemampuan individu dalam memilah dan memilih informasi yang edukatif berbasis pengetahuan. Oleh karena itu kita harus menyadari setiap dampak yang mungkin timbul dari perkembangan teknologi, agar dapat meminimalisir dampak negatif dan mengatasi tantangan yang ada dengan peluang yang tersedia.
Dienaely Alifatu Janah
Mahasiswi Universitas Pamulang Program Studi S1 Akuntansi
