Konten dari Pengguna

Berkah Banjir Bagi Warga Kampung Keramba 22

Dieva Azzahra Ayadiansyah

Dieva Azzahra Ayadiansyah

Mahasiswi Jurnalistik, Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dieva Azzahra Ayadiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Program budidaya ikan Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
zoom-in-whitePerbesar
Program budidaya ikan Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Terlintas dalam benak, apa yang bisa meningkatkan kualitas kota dan memajukannya? Akankah masyarakat yang kreatif menjadi salah satu faktor utamanya? Atau keadaan ekonomi masyarakatnya?

Menatap jauh ke belakang, sedih rasanya banjir selalu menjadi faktor utama permasalahan yang didapatkan, kerusakan lingkungan sebab alam yang murka pada kita, atau kita yang kurang peduli terhadap sekitar.

Apa pun alasannya Tuhan akan punya rencana indah di baliknya, bukan?

Hari yang ditunggu pun datang juga, Tuhan itu adil, dan Tuhan itu pasti akan janji-janjinya.

Berjalan di atas tumpukan bambu yang tersusun rapi, Menatap jauh pada langit, gemercik air aku dengarkan, ikan-ikan menunggu santapannya. Kampung Keramba 22 Garden City Periuk, Kota Tangerang membuktikan semua pertanyaan itu.

Tuhan Maha Adil, warga kampung Keramba 22 yang kreatif, membantu memajukan kota ini, program ketahanan pangan dengan membudidaya ikan menggunakan metode kerambalah kuncinya, memanfaatkan keadaan dengan sebaik-baiknya.

Ribuan ikan dijaga, dirawat, dan dikembangbiakkan secara baik, rasa tertarik untuk mengetahui ilmu itu lebih dalam akhirnya muncul juga, dan kudapati solusinya. Warga yang baik senantiasa membagi ilmunya, menceritakan banyak pengalamannya.

Indah sekali, di sebuah kota di pinggiran Jakarta, sejuknya udara sedikit bisa meringankan pikiran kita, airnya yang tenang, membantu kita melupakan semua penat yang bersarang.

Tidak perlu takut akan perut kosong, kalian bisa mendapatkan santapan lezat juga fresh dari ikan-ikan yang dijual di kampung ini, kampung yang diberi berkah oleh Tuhan dari banjir. Sembari kita meningkatkan budaya #AyoMakanIkan.

Matahari pun tenggelam, jingganya langit menunjukkan eksistensinya. Saatnya kembali pada aktivitas seperti biasanya, namun semoga penat hilang sejenak.