News
·
17 Mei 2021 11:38

Pengalaman Baru Ketika Penyekatan Hampir Berlalu

Konten ini diproduksi oleh Dika Zahran Anargya
Pengalaman Baru Ketika Penyekatan Hampir Berlalu (169630)
searchPerbesar
Kapolsek Bandung Wetan Kompol Asep Saepudin menyampaikan informasi terkait kondisi Gerbang Keluar Tol Pasteur (16/05/2021)
Pada tanggal 16 Mei 2021 kemarin, untuk pertama kalinya saya melakukan apa yang bisa disebut liputan. Saya ingin meliput kondisi di Gerbang Keluar Tol Pasteur ketika adanya arus balik.
ADVERTISEMENT
Cukup gugup rasanya ketika sudah berada di kantor Jasamarga, namun saya memberanikan diri untuk bertanya kepada salah satu petugas. "Pak, punten, boleh gak saya ke sana (nunjuk gerbang tol) saya mau ngambil footage untuk tugas" yang di jawab "Enggak apa-apasih harusnya, ya."
Beranjaklah saya menuju gerbang tol, lalu melewatinya dan kini saya bisa melihat barisan kendaraan yang mengekor jauh ke belakang. Tapi, belum sempat saya mengambil footage, saya dihampiri seorang penjaga di sana, saya ditanya berasal dari media mana dan apakah saya sudah memiliki izin. Karena saya tidak memiliki izin jadi saya diminta untuk tidak berada di tempat itu, saya merasa tidak enak karena tentu saja berada di pinggir tol itu berbahaya, apalagi saya tidak mengenakan savety vest.
ADVERTISEMENT
Oke, Hal tersebut tentu membuat badan saya panas karena malu dan merasa ceroboh. Untuk menenangkan diri saya mengambil footage-footage sekitar gerbang tol dari lokasi yang lebih aman, yaitu di tempat penyekatan. Di situ banyak petugas yang sedang.. ya, bertugas. Saya khawatir keberadaan saya mengganggu mereka, namun sepertinya tidak ada yang peduli. Akhirnya saya menuju ke tenda putih pos penyekatan di sana, saya memperkenalkan diri dan menanyakan jika saya ingin bertanya-tanya mengenai kondisi gerbang tol, saya bisa bertanya ke siapa. Lalu saya diarahkan untuk bertanya ke Pak Asep, Komandan di tempat itu.
Jadi Pak Asep itu posisinya di tengah jalan, jadi saya menghampiri terlebih dahulu petugas di pinggir jalan, bertanya "Punten pak, Pak Asep di mana ya pak?" saya diarahkan ke Pak Asep, dan diseberangi. Alasan saya tidak langsung ke Pak Asep bukanlah karena saya tidak bisa menyeberang, tapi agar terdapat bridging saja jadi Pak Asep mengetahui jika saya ingin berbicara kepada beliau. "Pak Asep? Punten pak" Alih-alih berjabat tangan, beliau mengepal tangannya mengajak fist bump. Keren sekali pikir saya.
ADVERTISEMENT
"Saya dapat tugas untuk ngeliput, saya boleh tanya-tanya ke bapak?"
Kapolsek Bandung Wetan Kompol Asep Saepudin lengkapnya. Beliau bertanya apa saja yang harus dijelaskan. Saya memberitahukan informasi apa saja yang diperlukan. Kamera siap, HP sebagai recorder siap, Pak Asep pun mulai menyampaikan informasi. Cut. Beliau sudah menyampaikan informasinya.
"Hatur nuhun pak, semoga lancar," lalu beliau menepuk pundak saya. Di situ, rasa gugup saya hilang. Malah, saya merasa senang karena saya berani menghampiri orang baru dan petugas di sana yang sangat ramah walaupun sibuk dengan banyaknya kendaraan yang berdatangan.
Inti dari yang disampaikan Pak Asep adalah sudah terdapat 800 kendaraan yang diperiksa dan 200 di antaranya diputarbalikkan, serta untuk mencegah kemacetan, dibukalah gate tambahan agar aliran keluar tol lebih lancar. Jujur saja, ketika penyekatan pertama dilakukan saya cukup jengkel karena panjangnya antrean yang disebabkan. Dengan kebijakan untuk membuka gate tambahan yang pasti menurut saya membutuhkan personel lebih banyak dan kerja yang lebih keras menaikkan hormat saya kepada para petugas. Apalagi sikap tetap ramah yang diperlihatkan, membuat pengalaman saya di sana semakin berkesan.
Pengalaman Baru Ketika Penyekatan Hampir Berlalu (169631)
searchPerbesar
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi pengendara saat penyekatan larangan mudik lebaran di Gerbang Tol Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/5). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT