Olehsari Benahi Wajah Wisata Bersama KKN 165 Uinsa, Ekologi Jadi Fokus Utama

A former student press member currently engaged in citizen journalism, focusing on social and community issues.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Diky Kurniawan Arief tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, terus berbenah menuju desa wisata yang berkelanjutan. Selama 40 hari, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 165 dari Uinsa Surabaya melaksanakan serangkaian program kerja yang berfokus pada penguatan potensi wisata lokal dan kesadaran ekologi warga.
Program yang berlangsung sejak 16 Juni hingga 24 Juli ini menyasar aspek Sapta Pesona, dengan menitikberatkan pada isu ekologi sebagai fondasi utama pengembangan desa wisata. Kegiatan seperti edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, pembuatan mini museum, workshop ecobrick, serta aksi bersih-bersih lingkungan menjadi agenda prioritas.
Faiz Mohammad Rahman sebagai koordinator Humas KKN 165 menjelaskan bahwa Olehsari mempunyai banyak potensi budaya seperti Tari Seblang, sekolah adat Osing, serta sanggar tari dan teater jangger dapat dijadikan penarik wisatawan agar dikenal. Namun, menurutnya Olehsari masih menghadapi permasalahan sampah.
“Prinsip dari sapta pesona ini mempunyai 7 unsur. di Desa Olehsari ini sudah memiliki beberapa unsur, tapi unsur kebersihan sendiri masih kurang walaupun sebagian wilayahnya itu sudah bersih. tapi perlu ditingkatkan.” Terangnya pada Selasa (29,07,2025).
Selain itu, ia juga menerangkan bahwa selama periode KKN, kelompoknya tak hanya berfokus pada sosialisasi pengelolaan sampah dan penguatan wisata desa. Tetapi juga melaksanakan program kerja sampingan seperti tilik RT, mengajar mengaji, hingga membuka pagelaran budaya dan pasar kuliner.
“Kami juga membuka pagelaran budaya di Lapangan Seblang yang tempatnya saling berhadapan dengan pasar kuliner. Dampaknya, pedagang UMKM yang menjajakan dagangan disekitarnya memiliki kenaikan yang cukup signifikan” imbuh Faiz
Salah satu warga Dusun Krajan, Abdul Ghofur, juga mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa KKN 165 membawa perubahan positif di lingkungannya, terutama dalam hal kebersihan dan semangat gotong royong. Ia merasa program-program yang dijalankan memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama pemuda desa.
“Saya merasa sangat senang bertemu dengan teman-teman KKN 165. Apalagi pada saat saya diminta tolong untuk membantu proker teman-teman KKN kemarin itu membuat diri saya sendiri sudah merasakan jadi mahasiswa” ungkapnya pada Selasa (29,07,2025).
Selain merasa dilibatkan secara langsung dalam kegiatan mahasiswa, Ghofur juga menilai keberadaan mereka mampu memantik rasa kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar. Ia menyebut bahwa sebelum kedatangan mahasiswa, banyak warga yang kurang memperhatikan kebersihan sungai, namun sekarang mulai tergerak untuk menjaga kebersihan bersama.
“Program dari KKN 165 semuanya bermanfaat bagi warga, tapi ada progam yang lebih bermanfaat yaitu kegiatan bersih aliran sungai yang menuju ke arah Sukmoilang, itu sangat membantu warga soalnya di daerah sana hanya ada sedikit warga, jadi agak kurang terawat aliran sungainya.” Kenangnya.
