KKN UNDIP Laksanakan Program Biopori Berbasis Kolaborasi di Desa Kranggan

Mahasiswa Kimia Universitas Diponegoro yang sedang berkegiatan KKN
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Dilla Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Klaten - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Uniersitas Diponegoro (UNDIP) Tim II Tahun Akademik 2025/2026 telah dilaksanakan sejak 9 Juli 2026 di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Salah satu tim KKN ditempatkan di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa menjalankan berbagai program kerja yang disusun berdasarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di Desa Kranggan.
KKN Reguler Tim II UNDIP Desa Kranggan terdiri atas mahasiwa dari berbagai proram studi, yitu Kimia, Hukum, Administrasi Publik, Ekonomi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Ilmu Pemerintahan, Akuntansi Perpajakan, Ilmu Perpustakaan, Teknologi Pangan dan Teknik Listrik Industri. Keberagaman latar belakang bidang tersebut menjadi salah kekuatan dalam pelaksanaan program kerja karena setiap bidang dapat memberikan kontribusi sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.
Dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa mengemban beberapa jenis program kerja, yaitu Program Multidisiplin 1, Program Multidisiplin 2, Program Multidisiplin 3, Program Sosial Kemasyarakatan, serta program tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas masyarakat setempat. Salah satu program yang dilaksanakan adalah Program Multidisiplin 1 yaitu berupa pembuatan dan pemasangan biopori di Desa Kranggan.
Program Multidisiplin 1 dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kegiatan pengelolaan lingkungan di Desa Kranggan melalui pembuatan lubang biopori. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air sekaligus memanfaatkan sampah organik sebagai bahan yang dapat terurai secara alami di dalam tanah. Pembuatan biopori dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan dengan tujuan untuk membantu mningkatkan penyerapan air ke dalam tanah serta menjadi tempat berlangsungnya proses penguraian sampah organik.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan menentukan lokasi yang sesuai untuk pemasangan biopori. Setelah lokasi ditentukan, dilakukan pemasangan biopori dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan karakteristik tanah di sekitar lokasi. Keberadaan biopori diharapkan dapat membantu meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah serta menjadi tempat berlangsungnya proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme.
Sebagai bagian dari bidang Kimia, kegiatan juga dilengkapi dengan pengecekan pH tanah di salah satu lokasi biopori sebagai salah satu parameter untuk memantau kondisi tanah. Secara kimia, pH merupakan salah satu parameter penting yang menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan tanah. Kondisi pH tanah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk proses penguraian bahan organik dan aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Oleh karena itu, pemantauan pH dapat digunakan sebagai salah satu cara sederhana untuk mengetahui kondisi tanah selama pelaksanaan program.
Pengecekan pH tanah dilakukan dengan menggunakan alat pengukur pH, kemudian hasil pengukuran dicatat dan didokumentasikan sebagai bagian dari luaran kegiatan. Melalui pengukuran tersebut, mahasiswa dapat mengamati kondisi pH tanah secara langsung dan menghubungkannya dengan materi kimia yang telah dipelajari, khususnya mengenai sifat asam dan basa serta faktor yang dapat memengaruhi kondisi kimia tanah.
Kegiatan ini juga memberikan pengalaman bagi kami sebagai mahasiswa untuk menerapkan iilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di lingkungan masyarakat. Selain itu, masyarakat dapat memperoleh informasi sederhana mengenai kondisi tanah di lingkungan sekitar serta pentingnya menjaga kualitas pada tanah. Hasil dari kegiatan Multidisiplin1 kemudian dituangkan dalam bentuk video dokumentasi yang menampilkan proses pembuatan biopori dan pengecekan pH tanah.
Secara keseluruhan, pada kegiatan multidisiplin 1 dapat terlaksana dengan baik. Melalui kegiatan ini, pembuatan biopori tidak hanya menjadi kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, tetapi juga dapat dikaitkan dengan aspek kimia melalui pengecekan pH tanah. Pada kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa ilmu dan pembelajaran di perkuliahan dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan masyarakat. Selain itu juga diharapkan dapat membantu masyarakat mengenal biopori dalam pengelolaan lingkungan serta mengetahui kondisi tanah melalui pengukuran.
Penulis/Reporter: Dilla
Fotografer: Vika & Aulia
Kontak Media: @kkn_26kranggan
