Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UNDIP Kembangkan Abon Telur Ayam Upaya Penguatan Produk Pangan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dilla Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Klaten - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II Tahun Akademik 2025/2026 telah dilaksanakan sejak 9 Juli 2026 di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Salah satu lokasi pelaksanaan KKN berada di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membawa berbagai program kerja yang disesuikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat desa.

Kegiatan KKN di Desa Kranggan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Kimia, Administrasi Publik, Ekonomi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Ilmu Perpustakaan, Akuntansi Perpajakan, Teknologi Pangan, Hukum, Ilmu Pemerintahan dan Teknik Listrik Industri. Keberagaman dari program studi tersebut menjadi salah satu dasar dalam pelaksanaan program multidisiplin yang tidak hanya berfokus pada satu aspek, tetapi juga menggabungkan berbagai bidang untuk menghasilkan program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu program yang dilaksanakan adalah Program Multidisiplin 2 dengan tema “Pengembangan Produk Abon Telur sebagai Upaya Penguatan Kapasitas BUMDes dalam Mendukung Ketahanan Pangan Lokal”. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pemanfaatan potensi bahan pangan sekaligus upaya mendorong engembangan prodk yang memiliki nilai tambah. Telur ayam yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan sehari-hari diolah menjadi produk abon yang memiliki karakteristik berbeda dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk pangan lokal.

Sumber : Dokumentasi Mahasiswa KKN UNDIP sedang Melakukan Demonstrasi Pembuatan Abon Telur Ayam

Pelaksanaan program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi dengan pembagian peran sesuai bidang keilmuan masing-masing. Mahasiswa Teknologi Pangan berperan dalam mendukung aspek pengolahan dan karakteristik produk pangan, sementara mahasiswa Kimia memberikan kontribusi dalam menjelaskan prinsip-prinsip kimia yang berkaitan dengan pengolahan dan penyimpanan produk. Bidang K3 turut mendukung aspek keamanan selama proses kegiatan, sedangkan mahasiswa dari bidang ekonomi, akuntansi, hukum, pemerintahan, administrasi publik, dan perpustakaan dapat mendukung aspek pengembbangan, pengelolaan, administrasi, serta keberlanjutan program.

Sumber : Dokumentasi Mahasiswa KKN UNDIP sedang Melakukan Demonstrasi Pembuatan Abon Telur Ayam

Dalam program tersebut, mahasiswa Kimia turut mengambil bagian dalam memberikan edukasi mengenai penyimpanan abon telur berdasarkan prinsip kimia. Penyimpanan abon telur berdasarkan prinsip kimia. Penyimpanan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatika karena kualitas abon dapat mengalami perubahan apabila kondisi penyimpanannya kurang sesuai. Faktor seperti kelembapan, paparan udara, suhu, cahaya, serta potensi pertumbuhan mikroorganisme dapat memengaruhi kualitas dan daya simpan produk.

Sebagai bentuk luaran dari kontribusi individu dalam program multidisiplin ini, disusun booklet “Tips & Trik Penyimpanan Abon Telur Berdasarkan Prinsip Kimia”. Booklet tersebut berisi informasi sederhana mengenai cara menyimpan abon telur dengan tepat serta penjelasan mengenai prinsip kimia yang mendasari setiap tips penyimpanan. Materi di dalamnya dibuat dengan bahasa yang lebih mudah dipahami sehingga dapat digunakan oleh masyarakat sebagai panduan setelah kegiatan pembuatan abon selesai.

Melalui booklet tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai cara membuat abon telur, tetapi juga memahami alasan di balik pentingnya teknik penyimpanan yang tepat. Misalnya, abon perlu disimpan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mengurangi kontak dengan udara dan uap air dari lingkungan. Kondisi penyimpanan yang lembap dapat memengaruhi kerenyahan produk dan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme. Selain itu, paparan udara juga dapat mempercepat proses oksidasi lemak yang berpotensi menyebabkan perubahan aroma, rasa, dan kualitas abon.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam pengembangan abon telur ayam sebagai produk pangan yang tidak hanya memiliki nilai konsumsi, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan. Dengan adanya pengolahan dan pemahaman mengenai penyimpanan produk, masyarakat diharapkan dapat menjaga kualitas abon telur sehingga lebih layak untuk dikembangkan dan dipasarkan.

Program Multidisiplin 2 ini juga menunjukkan bahwa penerapan ilmu dari berbagai bidang dapat saling melengkapi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Pengolahan produk tidak hanya membutuhkan pengetahuan mengenai pangan, tetapi juga memerlukan perhatian terhadap keamanan, pengelolaan usaha, administrasi, aspek hukum, hingga strategi pengembangan produk. Kontribusi dari masing-masing bisang tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pengembangan produk abon telur di Desa Kranggan.

Melalui kegiatan pembuatan abon telur ayam dan penyusunan booklet mengenai penyimpanannya, mahasiswa KKN UNDIP Tim II 2025/2026 berupaya memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat. Program ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan selama KKN, tetapi dapat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi pangan lokal yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat dan BUMDes Desa Kranggan.

Penulis/Reporter: Dilla

Fotografer: Vika & Aulia

Kontak Media: @kkn_26kranggan