Konten dari Pengguna

Cerita dalam Semangkuk Bubur Manado : Gurih, pedas yang bikin Rindu Rumah!

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dimas Hamim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : dok.pribadi
zoom-in-whitePerbesar
sumber : dok.pribadi

By penulis : Dimas Hamim Putra Negara, Jasmine Qur'ani

Di Pagi hari yang sejuk hujan mulai turun perlahan membasahi halaman rumah, tercium aroma rindu dari dapur, semangkuk Bubur manado selalu menjadi menu sarapan utama di keluarga kami. semua itu selalu aku rasakan ketika berada di kampung halamanku. ketika jauh dari rumah Bubur manado selalu menjadi obat rindu ketika saya rindu rumah, karena bagi saya yang orang timur yang kadang tidak sempat untuk pulang ke kampung halaman bukan hanya karena jauh tapi biayanya juga cukup besar untuk hanya untuk sekedar pulang dan rindu tanpa kepentingan yang jelas, jadi kadang makanan-makanan yang berasal dari kampung yang dapat mengobati rindu rumah ini. salah satunya Bubur Manado ini , Bubur manado ini bukan hanya tentang makan dan kenyang, melainkan serpihan ingatan yang mengingatkan rumah.

Bubur Manado berasal dari bahan-bahan yang sehat seperti : Sayur kangkung, labu kuning, jagung dan lain-lainnya yang menjadi satu. dan mempunyai pendamping setia layaknya manusia ketika satunya hilang maka akan ada yang kurang begitupun bubur manado selalu bersanding dengan garingnya ikan kering, perkedel yang lebar, tahu goreng dan jangan lupa sambel ya yang pedas.

sumber : dok.pribadi

Bubur manado atau tinutuan salah satu makanan khas dari negeri bagian timur indonesia dan lahir di masa sulit, tinatuan merupakan makanan campuran sayuran yang tidak memiliki daging di dalamnya makanya sering menjadi menu utama sarapan karena rasanya yang tidak berat untuk menjadi makanan pembuka di pagi hari. tinutuan juga identik dengan tradisi baku dapa (berkumpul) dan gotong royong. tinutuan juga menjadi simbol toleransi dan keharmonisan agar kita hidup rukun berdampingan.

Waktu ke waktu meskipun zaman sudah berganti ratusan kali bahkan ribuan kali dan sudah tercipta berjuta macam makanan tapi bagi setiap orang yang jauh dari rumah pasti selalu mencari cara untuk kembali ke rumah bahkan ada yang rela untuk menghabiskan ratusan juta hanya untuk pulang kerumah tapi dengan semangkuk(tinutuan) atau sepiring makanan khas kampung kita, kita dapat merasakan sensasi kampung halaman atau rumah kita sejenak dan mengobati rindu-rindu yang belum sempat kita wujudkan.

"Karena pada akhirnya sejauh apapun kita pergi tujuan kita cuman satu yaitu kembali ke Rumah dan merasakan rasa hangat yang tertinggal dalam semangkuk Tinutuan"