Ancol (masih) Taman Impian Untuk Semua

Tulisan dari Dimas Marno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kapan ya gue terakhir kali ke Ancol?
Pertanyaan itu langsung terpikirkan saat gue mendapat ajakan dari iPhonesia untuk bareng-bareng menjelahi tempat-tempat yang ada di Ancol. Terakhir kali gue ke Ancol kalau gak salah tahun 2015, itupun hanya ke Dufan aja mau nikmatin wahana yang ada di sana bareng sama temen-temen kantor, kalau ke pantai Ancol sendiri mungkin tahun 2008/2009 waktu SMA (iya udah lama banget). Makannya saat dapet ajakan dari iPhonesia untuk jelajahi sekaligus photowalk ke Ancol langsung gue iyakan dan kali ini bukan hanya dari komunitas iPhonesia aja tapi juga bareng @kumparancom, komposisi, kumparan getaway dan juga readers dari @kumparancom.
Hari Pertama, Sabtu 1 Sepetember 2018
workshop ''How to use your social media to tell your stories'' by @asokaremadja & @tarinaminusta
Pertama tiba di Ancol kami mengikuti workshop dari @asokaremadja dan @tarinaminusta di kafe Hoax yang terletak tepat di Pantai Lagoon (pantai yang wajib dikunjungi kalo ke Ancol). Di workshop ini kami dijarakan gimana sih untuk dapat bercerita di social media agar lebih bagus dan menarik. Pembahasan yang sangat menarik karena saat ini social media seperti Intagram, facebook, twitter adalah media yang saat ini mungkin setiap orang miliki.
Selesai mengikuti workhop kami langsung menjelahi tempat-tempat yang ada di Ancol, destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Allianz Ecopark, yang terbilang tempat yang cukup baru yang ada di Ancol. Pertama dengar nama Allianz Ecopark yang terpikirkan di kepala gue adalah ''ohh..oke...ini pasti taman-taman untuk pengunjung bisa santai ataupun piknik kaya di film-film di drama romantis hollywood'', ternyata gue salah besar. Di tempat ini bukan hanya taman untuk berekreasi tapi juga ada kebun organik dan juga hewan-hewan unik yang jarang bisa kita temukan. Di tempat ini juga kita bisa pakai sepeda yang udah disediakan di Allianz Ecopark ini, bisa kebayang dong di taman muter sepedahan kurang asoy gimana coba tuh.
sepedahan di Allianz Eco Park
banyak spot di Allianz Eco Park yang instagramable sayang banget kalo gak diabadikan
kalo kata kids zaman now, CANTIQUEEE..
Dari Allianz Eco Park kami lanjut ke Pantai Lagoon, ini pantai yang wajib-kudu-musti-harus dikunjungin kalo ke Ancol. Terakhir gue ke Pantai Lagoon sekitar tahun 2008. Kembali pikiran saya me-recall memori yang ada di kepala, mengingat gambaran terakhir gue ke Pantai Lagoon ini. Penampilannya sekarang udah berubah banget, selain lebih bersih wajah pantai ini juga terlihat lebih modern dan yang pasti Intagram-able banget deh..hahaha. Kami menghabiskan waktu di Pantai ini sampai malam menjemput, pastinya karena mau nungguin sunset dong. Walaupun kenyataannya tidak sesuai yang diharapkan, karena cuaca saat itu lagi mendung berawan kaya cewe-lagi-ngambek-pms-hari-pertama jadi sunset yang ditampilkan kurang maksimal. Meskipun begotu kami semua tetap behagia menikmati Pantai Lagoon ini.
ngeliat ini langsung keinget adegan Pamela Anderson lari nenteng-nenteng pelampung ke arah laut
sunset kurang joss karena cuaca lagi ngambek kaya cewe-lagi-pms
Hari Kedua, Minggu 2 September 2018
Memasuki hari kedua menjelah Ancol, tempat pertama yang kami kunjungi yaitu Atlantis Advennture. Yeahhh...Air Air Air!! Layaknya seorang anak kecil, waktu memasuki Atlantis senangnya bukan main. Karena jujur mungkin terakhir kali gue ke sini itu waktu wisata waktu SD.
ngeliat air kayak gini pengennya langsung nyebur aja.
gak bisa diem aja kalo nemu spot foto bagus, photo by @ab_mrazy
Destinasi selanjutnya yang kami kunjungi Ocean Dream Samudera. Di sini adalah tempat konservasi sekaligus menjadi tempat untuk terapi anak berkebutuhan khusu menggunakan lumba-lumba. Karena dengan bermain air dengan lumba-lumba bisa membuat anak bahagia sehingga bisa memicu mengeluarkan hormon endorfin dari si anak. Inilah yang kemudian membantu pekembangan dari si anak berkebutuhan khusus, sungguh bermanfaat ya. Dan yang lebih mengagumkan Ocean Dream Samudera ini adalah konservasi dan terapi lumba-lumba yang pertama di Asia Tenggara..A EN JE A YE..ANJAYYY!
Puas melihat lumba-lumba selanjutnya kami diajak ke Sea World, tempat dimana kita bisa lebih dekat melihat biota laut yang mungkin sulit kita temui. Isi kepala gue kembali berusahan me-recall memori yang ada di kepala. Gue sama sekali gak bisa inget gimana Sea World dari terakhir gue kesini saking terlalu lamanya gue udah gak pernah ke sini lagi. Kembali gue kagum dengan hewan-hewan yang ada di Sea World, dan yang paling gue kagumi adalah ada ubur-ubur yang ditempatkan di kolam kaca dengan lampu menyorot warna-wanri yang berubah-ubah setiap waktu. Kerenn bangett asli, pastinya gak akan gue lewatkan untuk abadikan momen di tempat ini.
di Sea World tempat kolam ubur-ubur yang kece abiss..
Dan selanjutnya sekaligus destinasi terakhir yang kami kunjungi tidak lain dan tidak bukan DUFAN!! Dari seluruh wahan yang ada di Ancol dufan adalah tempat paling favorit, setidaknya untuk saya pribadi. Menaiki wahana yang bisa memicu adrenalin dan memompa jantung lebih cepat. Dan dari rombongan kami ada yang sekalipun belum pernah ke dufanyaitu si @backpackerbulat jadi ini adalah momen bersejarah bagi dia untuk menikmati segala wahana menantang yang ada di dufan. Pas dia tanya ''wahana apa nih paing seru di dufan'' gue tentunya merekomendasikan wahana yang difavortikan semua orang yang ke dufan pastinya Histeria dan Tornado (senyum-licik-ala-antagonis-sinetron). Wahana ''ekstrim'' yang kami jajal di dufan adalah kora-kora, sebuah perahu ontang-anting yang akan membuat kalian deg-degan melebihi deg-degan saat gebetan mengiyakan untuk diajak nonton. Tentunya kursi terhormat (alias paling belakang) saya berikan untuk @backpackerbulat biar ''lebih berasa''. Ternyata bukannya histeris ketakutan gadis ini justru histeris bahagia, wah dahsyat juga orang ini. Padahal gue deg-degan luar biasa meskipun ini bukan kali pertama gue naik kora-kora.
momen dimana jantung gue menghilang untuk sesaat
Wahana selanjutnya yang kami jajal Halilintar. Kembali jantung gue serasa ditampar-tampar. Mungkin kalau jantung gue bisa ngomong dia akan bilang ''broo udahan dong''. Untungnya durasi wahana Halilintar ini tidak lama, jadi jantung gue bisa cukup bernapas lega.
Selesai naik Halilintar guide menggiring kami ke salah satu wahana yang paling diminati sekaligus ditakuti pengunjung di Dufan yaitu Histeria. Perlahan rombongan kami yang naik semakin berkurang, yang di awal wahana ramai naik pas di Histeria berkurang jadi sedikit. Mungkin mereka semua sudah di ultimatum oelh jantung mereka masing-masing. Gue dengan pedenya ikut dong karena sebelumnya gue udah pernah merasakan, jadi penasaran ingin kembali gimana rasanya badan serasa diterbangin kemudian dijatuhin seketika (ini pas nulis aja gue masih merinding inget-inget pas naik wahan ini). Yang mengesalkan dari wahana ini adalah, ini wahana gak ada aba-aba kalau mau mulai. Saat pengaman sudah kencang dipasang, alunan musik berhenti lalu kemudian SECARA TIBA-TIBA KAMI DITARIK KE PUNCAK TERATAS UNTUK KEMUDIAN DIHEMPASKAN KEMBALI KE BAWAH. Kalau jantung bisa ngomong gue yakin jantung gue akan ngomong 'WOI....ELAHH......AMPUNN AMPUNNN''. Jangankan jantung, gue sendiri merasa saat raga gue udah berada di bawah jiwa gue sepertinya masih tertinggal di atas sana T.T.
Puas dan bangga akhirnya bisa menaiki wahana Histeria lagi, wahana selanjutnya yang kami tuju adalah Tornado. Inilah top markotop wahana paling ekstrim di Dufan. Pastinya rombongan kami pun semakin sedikit bahkan ini pun terjadi ke gue
Guide : oke...wahana selanjutnya Tornado, seru guide kami sambil menunjuk sekumpulan orang-orang yang sedang dibolak-balik dihempaskan ke atas ke bawah di wahana yang sedang ditunjuk
Guide : Naik semua ya
Gue : Pasti dong Pak....Yeeeeee (teriak mengepalkan tangan ke udara)
Jantung Gue : Monmaap nih gan, untuk kali ini gue gak bisa biarin lo bertindak bebas seenaknya.
Akhirnya gue hanya melihat sedikit rombongan peserta kumparan komitup yang cukup berani mengalahkan jantung mereka masing-masing. Karena sebelumnnya gue udah pernah naik Tornado dan gue rasa itu cukup pengalaman gue sekali aja dimana gue merasa manjadi orang yang saat itu menjadi paling dekat dengan Tuhan YME. Gimana enggak, itu wahana bukan cuman menghempaskan kita ke atas dan ke bawah, tapi juga diputar-putar dibolak-balik dan yang parahnya lagi durasi wahana ini cukup lama. Jadi jantung harus berusaha tegar labih lama mengahadapi wahana yang satu ini.
Yang gue kagum adalah si @backpacerbulat baru pertama kali masuk dufan menjajal wahana yang ekstrim (termasuk Tornado) bukannya ketakutan layaknya wajah orang-orang yang memperlihatkan wajah lesu-hilang-harapan karena ketakutan mereka di pintu keluar wahana, orang ini justru terlihat bahagia. Jantungnya ternyata cukup tegar menghadapi seluruh wahana ekstrim yang ada di dufan.
si @backbackerbulat yang baru pertama kali ke Dufan
Tidak terasa hari sudah gelap, bersenang-senang di Dufan membuat kami melupakan waktu sejenak hingga tidak sadar malam menjelang. Penjelahan kami semua pun akhirnya terhenti di sini. Sungguh pengalaman yang bahagia selama dua hari ini menjelajahi bareng iPhonesia, kumparan, kumparan getaway juga readers kumparan di Ancol. Sebuah tempat yang menjadi kenangan banyak orang-orang. Selama dua hari menjelajah di Ancol ternyata Ancol banyak perubahan dari gue terakhir kali ke sini. Gue dan mungkin teman-teman yang lain tidak menyangka kalau Ancol masih menjadi tempat yang keren untuk dikunjungi baik bersama pasangan, kerabat maupun keluarga terdekat.
Yuk
#KembaliKeAncol
rombongan peserta kumparan komitup di @ancoltamanwisata
