Jejak Mengajar di SDN Cigoong 1: Ketika Mimpi dan Harapan Tumbuh di Merak-Banten

Saya merupakan seorang mahasiswa di politeknik pembangunan pertanian bogor. Saat ini kesibukan saya menulis blog dan aktif dalam beberapa organisasi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Prahasta satria tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh: Teman Mengajar
Pada Sabtu pagi yang cerah di SDN Cigoong 1, Walantaka, Merak, Banten, suasana sekolah tampak berbeda. Tawa ceria anak-anak berpadu dengan semangat para relawan muda dari komunitas Teman Mengajar yang datang bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga untuk menyalakan kembali semangat belajar dan harapan.
Melalui program pendidikan anak berbasis relawan bernama Jejak Mengajar, para relawan menghadirkan berbagai kelas inspiratif yang meninggalkan kesan mendalam. Salah satunya adalah Kelas Harapan, tempat di mana siswa bebas menuliskan mimpi mereka di kertas warna-warni dan menggantungkannya di Pohon Cita-Cita—simbol sederhana penuh makna.
Program ini juga mengenalkan Mental Health Class, ruang aman bagi anak-anak untuk mengenali dan mengelola emosi seperti marah, sedih, dan bahagia. Dengan metode permainan dan diskusi ringan, anak-anak diajarkan bahwa merasa tidak baik-baik saja adalah hal yang wajar dan mereka tidak sendiri.
Untuk membangun kecintaan terhadap budaya lokal, Kelas Budaya Banten mengajak siswa belajar tarian tradisional, mendengar cerita rakyat, dan mengenakan kain khas Banten. Aktivitas ini menanamkan kebanggaan terhadap identitas mereka sebagai anak Banten.
Tak ketinggalan, Life Skill Class membekali siswa dengan keterampilan dasar seperti kerja sama, komunikasi, dan berpikir kritis. Semua disampaikan melalui metode menyenangkan agar pembelajaran terasa dekat dan relevan dalam kehidupan mereka.
Bagi relawan, Jejak Mengajar bukan sekadar kegiatan mengajar. Ini adalah bentuk kehadiran nyata dalam kehidupan anak-anak, menjadi pendengar, penyemangat, sekaligus teman tumbuh. “Anak-anak di sini luar biasa. Kami hanya membantu menyalakan semangat yang sudah ada,” ungkap salah satu koordinator program.
Pihak sekolah pun menyambut program ini dengan antusias. Kepala SDN Cigoong 1 menyampaikan bahwa siswa menjadi lebih percaya diri, terbuka, dan semangat dalam belajar berkat kehadiran program ini.
Meskipun bukan gerakan besar, Jejak Mengajar di Merak, Banten, telah menciptakan dampak nyata. Dari tawa di kelas, cita-cita yang menggantung, hingga pelukan hangat di akhir kegiatan, semuanya menjadi bukti bahwa pemberdayaan pendidikan melalui relawan bisa meninggalkan jejak berarti bagi masa depan anak-anak Indonesia.
