The Methamorphosis: Mahasiswa Baru FISIP UNS Jalani LKMM-Pra Dasar 2026

Saya merupakan Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi UNS angkatan 2025. Saya juga merupakan aktivis, seorang anggota BEM, HIMA dan juga PIK-R.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Dimas Satrio Aji Pamungkas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
SURAKARTA — Sebanyak 689 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra Dasar (LKMM-PD) FISIP UNS 2026 pada 5–6 September 2026. Mengusung tema “The Methamorphosis”, kegiatan ini mengajak mahasiswa baru menjalani proses pengembangan diri yang diibaratkan seperti ulat yang ditempa hingga menjadi kupu-kupu dan siap mengambil peran di lingkungan FISIP UNS. LKMM-PD FISIP UNS 2026 diselenggarakan oleh BEM FISIP UNS melalui Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru FISIP UNS dengan jumlah 400 peserta secara luring dan 289 peserta secara daring.


Secara umum, LKMM merupakan program pengembangan mahasiswa yang bertujuan meningkatkan kompetensi manajerial dan kepemimpinan, khususnya dalam pengelolaan diri, waktu, serta tanggung jawab di ranah akademik, organisasi, dan sosial. Program ini juga menjadi sarana pembinaan agar mahasiswa mampu menjalankan perannya di bidang akademis maupun organisasi sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan kampus dan masyarakat.
Khusus pada tingkat Pra Dasar, LKMM ditujukan bagi mahasiswa baru sebagai fondasi awal pembentukan karakter. Melalui proses tersebut, LKMM-PD FISIP UNS 2026 membawa visi untuk mencetak pemimpin mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Sementara itu, proses pembelajarannya diarahkan untuk membangun karakter, melatih kemampuan manajerial, serta mendorong aksi nyata melalui metode yang menyenangkan.
Dari Mengenal Diri hingga Memperluas Cara Pandang Hari pertama LKMM-PD dilaksanakan pada 5 September 2026 di Indraprasta Ballroom UNS Inn. Kegiatan dibuka pada pukul 07.30 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 12.00–12.30 WIB. Seminar menghadirkan tiga pembicara dengan materi yang saling berkaitan dengan proses pengembangan diri mahasiswa.
Mas Tiyo Ardiyanto, Mahasiswa Berpretasi UGM hadir sebagai keynote speaker dengan materi bertajuk “Discover Yourself, Expand Your Mind”. Materi tersebut mengajak mahasiswa untuk mengenali dirinya sekaligus memperluas cara pandang dalam menghadapi perjalanan sebagai mahasiswa.
Selanjutnya, Mas Fahmi Nur Alim, Mawapres Nasional sekaligus Cast Clash of Chamions Seasons 1 membawakan materi “Know Yourself, Think Beyond”. Ia menekankan pentingnya kesadaran dan penerimaan terhadap diri sendiri sebagai bagian dari proses pertumbuhan.“Jadi awareness, atau menghargai kita sendiri itu gapapa banget. Maka kenalilah diri kita sendiri,” ujar Fahmi.
Sementara itu, Mas Zaheed, Duta Kampus UNS, menyampaikan materi “Walk the Talk: Integrity in Campus Life” yang membahas pentingnya integritas dalam kehidupan mahasiswa. Materi ini mendorong peserta untuk tidak hanya memahami nilai-nilai yang baik, tetapi juga menerapkannya dalam tindakan sehari-hari di lingkungan kampus.
Ketiga materi tersebut menjadi bekal bagi peserta sebelum memasuki tahap berikutnya, yaitu implementasi. Ketika Materi Dibawa Keluar dari Ruang Seminar Pada 6 September 2026, peserta mengikuti tahap implementasi yang berlangsung di area FISIP UNS. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, yaitu 07.30–11.30 WIB dan 12.30–16.30 WIB. Jika seminar menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerima pengetahuan dan perspektif baru, tahap implementasi menjadi kesempatan bagi mereka untuk mempraktikkannya secara langsung.
Peserta dibagi ke dalam kelompok dan mengikuti konsep games pos to pos yang terdiri atas empat pos utama dan satu final pos. Melalui permainan tersebut, mahasiswa diajak untuk menerapkan pembelajaran dari seminar dalam situasi yang lebih interaktif dan menyenangkan. Konsep ini membuat proses pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis. Nilai seperti mengenali diri, berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, serta membangun integritas dibawa ke dalam aktivitas kelompok. Hal tersebut sejalan dengan tujuan LKMM sebagai program yang tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kemampuan manajerial, kepemimpinan, karakter, serta mendorong mahasiswa untuk melakukan aksi nyata.
Bagi panitia, proses tersebut merupakan bagian penting dari metafora “The Methamorphosis”. Mahasiswa baru tidak diposisikan sebagai individu yang sejak awal sudah harus mengetahui segala hal. Sebaliknya, mereka diberikan ruang untuk mengenali diri, mencoba, melakukan kesalahan, bekerja sama, dan bertumbuh.
Ketua LKMM-PD FISIP UNS 2026, Dimas Satrio Aji Pamungkas dari Program Studi Ilmu Komunikasi, menyampaikan bahwa proses tersebut merupakan inti dari kegiatan. “Mungkin hari ini kita datang sebagai mahasiswa yang masih mencari arah. Masih bertanya-tanya, ‘Aku sebenarnya ingin menjadi seperti apa?’ Masih takut untuk mencoba, masih ragu untuk bersuara, atau bahkan belum menemukan potensi yang ada dalam diri kita. Dan tidak apa-apa.” Menurut Dimas, LKMM-PD bukan mengenai siapa yang datang dengan kemampuan paling tinggi, melainkan siapa yang memiliki kemauan untuk terus berkembang. “Karena LKMM-PD bukan tentang siapa yang paling hebat ketika datang. Bukan pula tentang siapa yang paling banyak tahu. Tetapi tentang siapa yang mau berproses.” Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk tidak sekadar hadir sebagai peserta yang mendengarkan materi. “Maka, selama beberapa hari ke depan, jangan hanya datang untuk mendengarkan materi. Datanglah untuk menemukan sesuatu dalam diri kalian. Temukan keberanian untuk berbicara, kemampuan untuk bekerja bersama, keberanian untuk memimpin, dan kesadaran bahwa setiap dari kalian memiliki potensi untuk memberikan kebermanfaatan.”
Dalam penyelenggaraannya, Dimas didampingi Shafira Damayanti dari Program Studi Sosiologi sebagai wakil ketua panitia. Dari “The Methamorphosis” Menuju “Nava Vikasa” Rangkaian LKMM-PD FISIP UNS 2026 kemudian membawa semangat lanjutan melalui “Nava Vikasa”, yang dimaknai sebagai pertumbuhan baru. Jika “The Methamorphosis” menggambarkan proses perubahan mahasiswa baru dari ulat menuju kupu-kupu, “Nava Vikasa” menjadi pengingat bahwa perubahan tersebut bukanlah akhir. Setelah melewati proses pengenalan diri, pembelajaran, dan implementasi, mahasiswa diharapkan terus bertumbuh dan membawa nilai yang diperoleh ke dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun sosial. Semangat tersebut juga sejalan dengan visi LKMM untuk membentuk mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi lingkungannya.
Bagi peserta, rangkaian kegiatan tersebut juga meninggalkan pengalaman tersendiri. Salah satu kesan yang muncul dari peserta adalah kegiatan yang “seru banget”, terutama karena proses pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui seminar, tetapi juga melalui permainan dan interaksi langsung bersama peserta lainnya.
Pada akhirnya, LKMM-PD FISIP UNS 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan atau pelatihan bagi mahasiswa baru. Melalui perpaduan antara seminar dan implementasi, mahasiswa diajak untuk memulai proses mengenali dirinya, memperluas pola pikir, belajar berkolaborasi, serta memahami bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan kampus.
Sebab, seperti kupu-kupu yang tidak lahir dengan sayap, mahasiswa pun membutuhkan proses untuk tumbuh sebelum akhirnya mampu menentukan arah terbangnya sendiri.
