Ide Platon tentang Ikatan Persahabatan

Dimas Sigit Cahyokusumo
Alumni Program Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK) UGM
Konten dari Pengguna
19 Agustus 2023 14:07 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Dimas Sigit Cahyokusumo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
com-Ilustrasi kumpul bersama sahabat Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi kumpul bersama sahabat Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup di dunia tanpa berinteraksi dengan sesamanya. Selain itu, hidup manusia di dunia ini membutuhkan yang namanya sahabat atau persahabatan. Persahabatan sesama manusia selalu dibutuhkan dalam hidup.
ADVERTISEMENT
Namun terkadang persahabatan yang kita jalani selalu mengalami yang namanya permusuhan, entah permusuhan yang dihasilkan melalui perbedaan pendapat atau karena uang. Oleh karena itu, seorang filsuf bernama Platon (nama lain dari Sokrates) mencoba memahami apa itu arti sebuah persahabatan sejati.
Persahabatan bagi Platon selalu bersifat triangular (segitiga), yakni dua kawan bersatu karena ada pihak ketiga yang bernama kebaikan. Lebih jauh Platon memberi contoh mengenai relasi segitiga persahabatan. Relasi persahabatan antara dua orang muncul berkat sebuah “objek di luar diri mereka”.
Si miskin menyahabati “kekayaan” si orang kaya, dan si kaya menyahabati “rasa kasihan lewat bantuan uang” bagi si miskin. Pihak ketiga yang mengingat persahabatan antar dua orang inilah yang oleh Platon disebut kebaikan.
ADVERTISEMENT
Mengapa hanya kebaikan? Karena dalam motif apa pun orang bersahabat, selalu ada sebuah kebaikan yang diharapkan dari situ. Dalam pemikiran Yunani sesuatu dikatakan baik sejauh sesuatu itu berguna. Kebaikan menjadi pihak ketiga pengikat persahabatan, karena dalam tindak perkawanan orang mencari sesuatu yang berguna baginya. Dan level persahabatan tertinggi adalah kebaikan.

Persahabatan Selalu Segitiga

Persahabatan pada dasarnya selalu bersifat resiprok dan nonresipok. Resiprok maksudnya adalah relasi “kesalingan” antara Tono dan Tini dalam arti bahwa ketika mereka berdua sama-sama mengapresiasikan kebaikan tertentu, mereka terjalin dalam persahabatan yang saling menyenangkan, membanggakan, dan berguna satu sama lain.
Sedangkan nonresiprok adalah persahabatan yang tidak terjalin dengan “kesalingan” dalam arti persahabatan yang dijalankan Tono dan Tini sudah tidak lagi dilandasi oleh pihak ketiga, yakni kebaikan. Bagi Platon, persahabatan dengan proton philon (sahabat yang pertama, sahabat sejati, yakni kebaikan).
ADVERTISEMENT
Setiap orang yang bersahabat harus memiliki komitmen mengenai apa itu kebaikan bersama. Sebab tanpa adanya kebaikan di antara keduanya maka persahabatan akan rentan akan permusuhan.

Tiga Tingkat Kebaikan

Relasi persahabatan selalu harus dilandasi oleh kebaikan. Adapun kebaikan itu ada beberapa tingkatan, yakni:
• Ada yang saling bersahabat karena memiliki kesamaan dalam berbagai hal, seperti minum, makan dan kesamaan lainnya seperti hobi. Bila orang sama-sama suka dengan tindak kejahatan korupsi maka persahabatan yang dilandasinya bersifat nafsu dan irasional.
• Ada yang saling bersahabat karena gengsi dan harga diri seperti, persahabatan dalam fans klub sepak bola. Persahabatan ini bukan lagi dilandasi oleh nafsu, melainkan oleh harga diri dan gengsi.
• Ada yang saling bersahabat karena sebuah nilai yang melampaui nafsu dan harga diri atau gengsi, yakni persahabatan yang dilandasi oleh kebaikan. Kebaikan di sini adalah sesuatu yang abstrak, yang melampaui sekadar pemuasan nafsu dan ambisi. Ada orang yang bersahabat karena nilai memperjuangkan keadilan. Pasangan suami istri sahabat langgeng karena keduanya menghasrati nilai kesetiaan.
ADVERTISEMENT
Platon dengan segala pemikirannya hendak menegaskan bahwa persahabatan yang baik dan sejati selalu dilandasi oleh kebaikan. Kebaikan adalah nilai universal yang harus dijunjung setiap orang. Tanpa kebaikan persahabatan hanya nilai kosong tanpa saling memahami dan mencintai.