Persahabatan Menurut Aristoteles

Alumni Program Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK) UGM
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dimas Sigit Cahyokusumo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam etika Yunani dan Romawi konsep persahabatan mempunyai makna yang lebih luas daripada konsep modern tentang pertemanan. Konsep kuno tentang persahabatan termasuk di dalamnya mengandalkan kepercayaan yang diberikan oleh individu lain, kesatuan sosial lain seperti komunitas dan masyarakat pada umumnya. Singkatnya, persahabatan adalah sesuatu yang perlu dan harus dipertahankan oleh setiap orang karena persahabatan berkaitan dengan etika sosial.
Dalam masyarakat modern, persahabatan dengan memakai kategori Aristoteles didasarkan pada masalah kegunaan dan kesenangan, dan bukan pada nilai kebajikan. Sehingga persahabatan yang terjalin tidak memiliki referensi yang transenden. Dengan istilah Aristoteles, hal yang berarti dalam persahabatan yang sempurna adalah "persahabatan di antara orang baik, dan di antara orang-orang yang memiliki kesamaan dalam nilai-nilai kebajikan."
Persahabatan adalah alat yang terbaik untuk mencapai kebahagiaan. Menurut Aristoteles, persahabatan lebih penting dari keadilan. Sebab, keadilan timbul di antara mereka. Seorang sahabat sama dengan satu jiwa dalam dua orang.
Persahabatan sejati bukan untuk kebahagiaan diri kita sendiri. Dengan keluar dari sikap egois kita baru bisa menjadi bahagia. Karena itu Aristoteles menyatakan persahabatan termasuk hal yang paling penting dalam hidup kita. Aristoteles mulai dengan membedakan tiga macam persahabatan, yakni:
Persahabatan atas dasar saling menguntungkan
Persahabatan atas dasar saling menikmati
Persahabatan atas dasar saling mencintai
Dua bentuk pertama merupakan bentuk persahabatan yang masih mengandalkan egoisme pribadi. Apabila dua orang bersahabat karena persahabatan itu menguntungkan keduanya atau karena masing-masing memperoleh nikmat darinya, persahabatan hanya merupakan sarana.
Persahabatan sejati adalah persahabatan yang tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi persahabatan yang memperhatikan juga kepentingan sahabatnya. Persahabatan yang mengandung cinta dan saling mencintai.
Tujuan Persahabatan Menurut Aristoteles
Persahabatan merupakan suatu yang luhur dan perlu. Persahabatan bagi Aristoteles sesuatu yang diperlukan oleh manusia. Karena ia merupakan kodrat alami sebagai makhluk sosial (zoon politicon). Manusia tidak dapat hidup sendirian ia memerlukan manusia lain untuk dapat hidup dan berkembang.
Aristoteles juga melihat pentingnya persahabatan dalam kaitannya dengan kebahagiaan manusia. Persahabatan yang baik adalah yang menunjuk pada kebaikan tertinggi, yakni kebahagiaan. Aristoteles memperlihatkan bahwa ada dua jalan utama untuk memperoleh kebahagiaan, yakni jalan akal dan kebajikan. Puncak dari jalan akal adalah kontemplasi dan puncak dari jalan kebajikan adalah etika yang baik.
Kebajikan mencapai kebahagiaan dalam persahabatan apabila tindakan kita terhadap seorang sahabat bergerak menurut bagaimana kita bertindak untuk diri sendiri, yakni saling menghargai, menghormati, dan mencintai.
