Tebaran Pesona Papua Sampai ke Negeri Alemania

Sesdilu Angkatan 76 Kementerian Luar Negeri
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dimas Wisudawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Papua selalu menawarkan pesona dan keelokan mulai dari keanekaragaman hayati hingga kekayaan budaya sehingga merupakan surga bagi para pecinta alam dan petualangan serta para pecinta, peneliti budaya, arkeolog, antropolog dan sosiolog. Papua bagaikan mutiara terpendam di tengah padang kehidupan bangsa Indonesia dan merupakan rumah bagi ratusan suku, dengan bahasa dan budaya yang berbeda.
Dr. Werner Weiglein, seorang pengusaha yang juga antropolog serta peneliti berkewarganegaraan Jerman memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap Indonesia, khususnya Papua. Jerman dan Papua memiliki sejarah khusus. Dua orang Jerman, yaitu Ottow dan Geissler adalah orang yang membawa keluar Papua dari zaman primitive ke peradaban baru.
Pada tahun 1997, Dr. Weiglein mendirikan Baliem Valley Resort di Papua Pegunungan, yang hingga kini resort tersebut menjadi "basecamp" dan tempat transit bagi para pendaki dari seluruh dunia yang ingin berpetualang ke Carstensz Pyramid. Dengan pengalaman yang dimiliki sejak tahun 1979 dan lebih dari 250 kali ekspedisi ke Papua, Dr. Werner yang sangat fasih berbahasa Indonesia, memiliki hingga 800 koleksi benda-benda budaya khas Papua seperti patung, peralatan tradisional hingga aksesoris.
Koleksi di Museum Papua ini bisa dibilang bukan sembarang koleksi, melainkan benda seperti perahu kecil tradisional, peralatan berburu hingga kostum atau pakaian suku pedalaman Papua. Koleksi yang telah sekian lama dikumpulkan dan dibawa ke Jerman tersebut, ditempatkan pada suatu gedung yang kemudian dinamakan sebagai Museum Papua di kota Gelnhausen, 40 km dari kota Frankfurt Jerman. Museum Papua ini berada tepat di sebelah hotel yang dimiliki Dr. Weiglein. Dr. Weiglein juga mendidik serta mengasuh beberapa pemuda asal Papua untuk kemudian disekolahkan di Jerman dan diberikan beasiswa.
Museum Papua yang didirikan oleh Dr. Weiglein pernah diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2015. Dr. Weiglein memiliki mimpi untuk melestarikan dan mengumpulkan bukti-bukti unik dari peradaban budaya Papua dengan nilai seni yang original. Hal inilah yang menjadi salah satu motivasi besar Dr. Weiglein untuk mendirikan Museum Papua.
Dengan adanya Museum Papua di kota Gelnhausen, Jerman, banyak pihak dari Indonesia maupun Jerman yang kemudian mengadakan acara kesenian di tempat tersebut. Selain itu, Dr. Weiglein juga membantu memberikan informasi kepada wisatawan atau peneliti dari Jerman yang memiliki ketertarikan untuk menikmati pesona Papua dengan mengunjunginya secara langsung. Kecintaan Dr. Weiglein terhadap Papua juga turut membantu mempromosikan pariwisata Indonesia, terutama di wilayah timur. Warga Negara Indonesia yang berada di Jerman juga dapat melepas rindu akan Papua dengan mengunjungi Museum Papua tersebut.
Pemerintah Indonesia perlu berkolaborasi dengan tokoh-tokoh pecinta Indonesia di luar negeri untuk kemudian secara bersama menggarap promosi pariwisata dan budaya Indonesia secara lebih intensif di luar negeri. Semakin banyak tokoh-tokoh tersebut dirangkul, maka semakin besar peluang Indonesia untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Di samping itu, dengan strategi itu, pesona seperti Papua dapat semakin ditebarkan di seluruh jagad raya. Salam, Waa...Waa...
