Konten dari Pengguna

Tren Akun ‘Bursa Efek Universitas’, Bukti Anak Muda Mulai Melek Investasi

Dimas Farras Andika

Dimas Farras Andika

Mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dimas Farras Andika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto akun platform media sosial Tiktok. Sumber : Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto akun platform media sosial Tiktok. Sumber : Unsplash.com

Belum lama ini, terjadi tren di platform sosial media Tiktok, dimana bermunculan akun bursa efek universitas yang berisi konten tangkapan layar portofolio investasi mahasiswa dari berbagai jurusan di universitas tersebut.

Tren ini diawali oleh akun dengan username @porto.bakar, dengan unggahan postingan pertama pada tanggal 19 November 2025, yang menunjukkan tangkapan layar portofolio investasi saham seorang mahasiswa jurusan teknik mesin universitas Brawijaya pada sebuah platform sekuritas yang sedang mengalami imbal hasil minus, atau floating loss dengan iringan musik terkini yaitu, jedag-jedug.

Kemudian akun dengan username serupa mulai bermunculan dengan fokus konten yang serupa, beberapa contoh seperti @undip.trading, @ugmportomerah, @bursaefekits, @traderairlangga, hingga username kampus-kampus swasta ikut meramaikan tren ini.

Setiap akun mengunggah konten yang sama berupa tangkapan layar portofolio investasi saham, kripto hingga forex dari seorang mahasiswa, lengkap dengan fakultas dan jurusan mereka. Sebagian besar unggahan menampilkan hasil investasi yang beragam, mulai dari floating loss yang cukup dalam, hingga beberapa mahasiswa yang mencatat imbal hasil profit hingga ribuan persen.

Data Investor Muda yang Semakin Meningkat

Walaupun terlihat memang menjadi tren dengan fokus hiburan, tren ini sebenarnya menunjukkan minat investasi di kalangan mahasiswa semakin tinggi. Sejalan dengan laporan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Agustus 2025, investor berusia di bawah 30 tahun mendominasi pasar modal Indonesia, mencapai 54,25% dari total 17,6 juta investor. Angka ini menunjukkan bahwa anak muda yang di dalamnya termasuk mahasiswa sekarang menjadi kelompok paling aktif dalam dunia investasi.

Dipengaruhi Oleh Siapa?

Tingginya minat mahasiswa dalam berinvestasi juga berbanding lurus dengan munculnya banyak influencer keuangan pada berbagai platform sosial media yang menyajikan konten edukasi keuangan secara sederhana.

Menurut penelitian Pengaruh Pengetahuan Investasi, Kebijakan Modal Minimum, Literasi Keuangan dan Social Media Influencer Terhadap Minat Mahasiswa Berinvestasi di Pasar Modal, Lestiana AN (2023) menyebutkan jika mahasiswa mengaku tertarik mencoba pasar modal setelah melihat konten investasi dari kreator TikTok, YouTube, hingga Instagram, yang biasanya menyampaikan materi keuangan dengan cara ringan, singkat, dan mudah dipahami.

Pengaruh influencer ini tidak hanya membuat penasaran untuk mencoba, tetapi juga mengedukasi agar memahami risiko dan peluang di pasar modal. Banyak mahasiswa yang awalnya hanya menonton konten untuk hiburan, akhirnya ikut terjun secara langsung memulai investasi.

Selain itu, dalam Pengaruh Kemudahan, Keamanan, Kepercayaan dan Kualitas Informasi Pada Aplikasi Investas Online Terhadap Minag Investasi Saham, Hansen Manuel (2019) menjelaskan jika munculnya platform investasi yang kian beragam, serta kemudahan dalam berinvestasi juga berperan penting dalam keputusan mahasiswa untuk mulai berinvestasi.

Manfaat dari Tren Akun Bursa Efek Universitas

Tren yang telah berlangsung selama dua minggu ini, sampai saat ini masih berlanjut menampilkan konten yang semakin kreatif dengan menambahkan caption lucu sampai editan meme bertema keuangan untuk menggambarkan naik turunnya investasi mereka.

Selain menjadi ajang untuk ‘mengadu’ portofolio, dalam setiap konten juga menjadi ajang diskusi dalam kolom komentar dengan saling berbagi pengalaman, mulai dari cerita pertama kali untung, rekomendasi emiten dengan kemungkinan pergerakan yang naik, sampai tips ringan yang mereka pelajari dari pelajaran di perkuliahan.

Tren yang menampilkan manfaat sekaligus sedikit memicu rasa iri ini pada akhirnya menjadi dorongan tersendiri, bukan hanya bagi mahasiswa melainkan juga berbagai kalangan untuk mulai mencoba berinvestasi. Melihat keberhasilan mencatat keuntungan kecil sudah cukup membuat sebagian orang penasaran, sementara portofolio yang sedang merugi justru memberikan bukti nyata bahwa investasi tidak selalu berjalan dengan sempurna.

Perpaduan antara rasa keingintahuan, keinginan untuk berkembang, dan suasana kompetitif yang sehat inilah yang membuat tren ini terus bergerak dan semakin banyak mahasiswa yang mulai memberikan perhatian lebih pada pengelolaan keuangan mereka.