Konten dari Pengguna

Kebersamaan Ramadhan : Menumbuhkan Iman dan Mempererat tali silahtuhrahmi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari dina sirait tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Kebersamaan Ramadhan di Mesjid Jami ' Nurul Kholisoh (14/03/2026). Foto : Dokumentasi HIMA
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Kebersamaan Ramadhan di Mesjid Jami ' Nurul Kholisoh (14/03/2026). Foto : Dokumentasi HIMA

Ramadhan, bulan suci yang dinanti umat Islam di seluruh dunia, bukan sekadar agenda puasa dari fajar hingga maghrib. Ia adalah ladang keberkahan yang luas, di mana setiap detik ibadah dilipatgandakan pahalanya. Al-Qur'an menyebutnya sebagai bulan diturunkannya Kitab Suci (QS Al-Baqarah: 185), pintu surga terbuka lebar, pintu neraka tertutup rapat, dan setan dibelenggu (HR Muslim). Di tengah hiruk pikuk dunia modern, Ramadhan mengajak kita kembali ke fitrah: taqwa, berbagi, dan introspeksi.

Makna Keberkahan Ramadhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Keberkahan Ramadhan bukanlah mitos, melainkan realitas yang terbukti secara spiritual dan empiris. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila memasuki bulan Ramadhan, maka pintu-pintu rahmat Allah dibukakan” (HR Ahmad). Berikut beberapa bentuk berkahnya:

1.Pahala Berlipat dan Pengampunan Dosa

Setiap amal saleh seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an, dan sedekah dilipatgandakan hingga 700 kali lipat (QS Al-Baqarah: 261). Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan (QS Al-Qadr: 3), menjadi puncaknya. Bayangkan, satu malam ibadah setara dengan 83 tahun!

2.Rezeki Melimpah dan Kesehatan Optimal

Puasa melatih kesabaran dan empati, sekaligus detoks tubuh. Studi medis modern membuktikan puasa intermiten menurunkan risiko diabetes, meningkatkan imunitas, dan menstabilkan berat badan. Secara spiritual, sedekah di Ramadhan menarik rezeki halal – banyak cerita yang dapat bonus tak terduga atau peluang bisnis baru.

3.Pembersihan Jiwa dan Penguatan Ukhuwah

Ramadhan menyatukan umat melalui buka puasa bersama, silaturahmi, dan zakat fitrah. Ia mengubah “aku” menjadi “kita”, mengurangi ego, dan membangun solidaritas sosial.

Beberapa waktu lalu, Himpunan Mahasiswa Akuntansi Perpajakan Universitas Pamulang menggelar acara Kebersamaan Ramadhan. Dengan Tema " Menumbuhkan Iman dan Mempererat tali Silaturahmi ", acara ini melibatkan 100 peserta dan menghasilkan dampak yang luar biasa.

Menyatukan Frekuensi Spiritual

​Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menyejukkan, menciptakan atmosfer khidmat di antara para mahasiswa, dosen, dan tamu undangan. Tema yang diangkat bukan sekadar hiasan spanduk, melainkan misi utama untuk memperkuat pondasi iman di tengah tantangan zaman. Melalui tausiyah singkat yang disampaikan, peserta diajak untuk merefleksikan kembali peran mereka bukan hanya sebagai calon profesional di bidang akuntansi, tetapi juga sebagai hamba yang memiliki tanggung jawab sosial.

​Santunan Anak Yatim: Puncak Ketulusan

​Salah satu momen yang paling menggetarkan hati dalam rangkaian acara ini adalah sesi Santunan Anak Yatim. Di sinilah esensi dari "Menumbuhkan Iman" diwujudkan secara nyata.

Melihat senyum tulus dari anak-anak yatim saat menerima santunan menjadi pengingat bagi seluruh peserta akan pentingnya rasa syukur. Donasi yang dikumpulkan dari partisipasi aktif mahasiswa dan para donatur disalurkan sebagai bentuk kepedulian nyata. Momen ini membuktikan bahwa dedikasi mahasiswa Akuntansi Perpajakan UNPAM melampaui angka-angka di kertas kerja; ada empati yang dalam di balik setiap langkah mereka.

​Meleburnya Sekat dalam Silaturahmi

​Seiring tibanya waktu berbuka puasa, suasana berubah menjadi penuh kehangatan. Di atas hamparan karpet yang sama, sekat antara anak anak TPA junior dan senior serta antara dosen dan mahasiswa seolah melebur. ​Sambil menikmati hidangan sederhana, percakapan mengalir dengan tulus. Tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang karena kesibukan tugas akhir atau urusan organisasi, kini tersambung kembali dengan lebih kuat. Inilah dampak luar biasa yang dirasakan; sebuah rasa kekeluargaan yang solid dalam lingkup program studi.

Harapan yang Terus Bertumbuh

​Acara Kebersamaan Ramadhan ini tidak hanya berakhir saat lampu ruangan dipadamkan. Dampak positifnya terus membekas di hati para peserta. Semangat berbagi dan keinginan untuk terus mempererat persaudaraan menjadi "oleh-oleh" spiritual yang dibawa pulang.​Semoga langkah kecil yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Perpajakan UNPAM ini menjadi pemantik bagi aksi-aksi kebaikan lainnya, membuktikan bahwa intelektualitas dan kepedulian sosial haruslah berjalan beriringan.