Konten dari Pengguna

Puding Daun Kelor: Solusi Kreatif Atasi Gizi Buruk di Desa Bateh

Dina Alfira

Dina Alfira

Saat ini, sedang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa semester 6 di jurusan Agribisnis, Universitas Diponegoro. Sebagai seorang mahasiswa agribisnis, Dinanti berfokus pada studi yang berkaitan dengan pengelolaan bisnis di bidang pertanian

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dina Alfira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puding Daun Kelor: Solusi Kreatif Atasi Gizi Buruk di Desa Bateh
zoom-in-whitePerbesar

Magelang, 31 Juli 2024 - Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro 2024 berhasil menciptakan inovasi baru menciptakan inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam upaya mengatasi masalah stunting di Desa Bateh, Candimulyo, Kabupaten Magelang. Mereka mengembangkan sebuah dessert bergizi yang diberi nama "Moringa Munch" berbahan dasar daun kelor (Moringa oleifera), yang disebut Miracle Tree karena kaya akan nutrisi.

Tingginya angka gizi buruk di Desa Bateh berkontribusi pada peningkatan jumlah anak yang mengalami stunting. Saat ini, terdapat 22 anak di Desa Bateh yang terkena stunting. Stunting ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kecukupan gizi yang seimbang pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dengan permasalahan ini, perlu adanya pelatihan untuk ibu kader Desa Bateh untuk mengatasi masalah tersebut dengan pemberdayaan masyarakat dengan sosialisasi dan pelatihan ini dengan memanfaatkan daun kelor sebagai menu sehat bagi balita stunting di Desa Bateh

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2024 yang berisikan sosialisasi dan demonstrasi dengan judul program kerja yaitu ” Puding Daun Kelor: Solusi Kreatif Atasi Gizi Buruk di Desa Bateh” yang ditujukan kepada ibu-ibu kader kesehatan Desa Bateh. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinanti Alfira Damayanti, mahasiswa S-1 Agribisnis. Kegiatan diadakan di Balai Desa Bateh yang berlokasi di Dusun Pager. “Inisiatif ini saya ciptakan untuk memberi pengetahuan kader posyandu untuk menangani masalah gizi di Desa Bateh secara kreatif dengan memanfaatkan daun kelor yang kaya akan nutrisi” ucap Dinanti Alfira Damayanti sebagai penyelenggara program kerja monodisiplin tim KKN Undip Desa Bateh (31/7-2024).

Mengapa Daun Kelor?

Ekstrak daun Kelor banyak digunakan dalam berbagai percobaan di bidang mal nutrisi, memperlancar ASI. Selain itu, berpotensi sebagai antioksidan, anti kanker, anti inflammatory, anti diabet dan anti mikroba. Selain itu, tanaman ini merupakan tanaman yang direkomendasikan oleh WHO untuk mengatasi permasalahan gizi pada anak. Berdasarkan riset dihasilkan bahwa nutrisi daun kelor dapat menambah tinggi badan sebesar 0,342 cm. Maka dari itu, daun kelor terbukti mampu meningkatkan status gizi pada balita dengan stunting. Tanaman ini dikenal dengan julukan The Miracle Tree atau pohon Ajaib. Hal ini dikarenakan seluruh bagian tanaman memiliki manfaat bagi kehidupan sehari-hari, mulai dari daun, buah, biji, bunga, kulit, batang, sampai akar. Daun kelor mengandung betakaroten 4 kali lebih besar daripada wortel, potassium yang 3 kali lebih besar daripada pisang, zat besi yang 25 kali lebih besar daripada bayam, vitamin C yang 7 kali lebih besar daripada jeruk, kalsium yang 4 kali lebih besar daripada susu, dan protein yang lebih besar 2 kali daripada yoghurt. Kandungan daun kelor dapat bermanfaat dalam peningkatan sistem imunitas pada anak.

Puding Ajaib: Inovasi Cerdas untuk Gizi Seimbang

Puding Ajaib ini bukan hanya enak, tetapi juga mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Dengan tekstur yang lembut dan rasa yang disukai anak-anak, puding ini menjadi cara efektif untuk memasukkan daun kelor ke dalam menu sehari-hari. Selain itu, penggunaan daun kelor sebagai bahan makanan selama ini lebih sering dibatasi hanya untuk sayur bening, padahal kandungan nutrisinya sangat beragam dan sayang jika tidak dimanfaatkan sepenuhnya.

Selama pelatihan, peserta secara langsung melihat proses demonstrasi dalam pembuatan puding daun kelor. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Bateh dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak mereka serta memperkenalkan mereka pada metode pengolahan makanan yang kreatif

Pelatihan ini merupakan bagian dari program monodisiplin Tim II KKN Undip yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa dengan berbagai keterampilan praktis yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Melalui Puding Ajaib ini, mahasiswa KKN TIM II Undip 2024 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penanggulangan stunting, yang merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih banyak ditemukan di Indonesia. Dengan terus memperkenalkan makanan-makanan bergizi dan mudah dibuat, harapannya, masalah stunting dapat berkurang secara signifikan, dan generasi masa depan Indonesia dapat tumbuh dengan sehat dan kuat.

Dinanti Alfira Damayanti, Mahasiswa Agribisnis Universitas Diponegoro.