Tim II KKN Undip Kenalkan Bateh dengan Pelatihan Budidaya RAS dan Akuaponik

Saat ini, sedang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa semester 6 di jurusan Agribisnis, Universitas Diponegoro. Sebagai seorang mahasiswa agribisnis, Dinanti berfokus pada studi yang berkaitan dengan pengelolaan bisnis di bidang pertanian
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Dina Alfira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Bateh, 10 Agustus 2024 - Dalam upaya mengatasi masalah ketenagakerjaan dan meningkatkan keterampilan pemuda-pemudi di Dusun Pager, Tim II KKN Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan pelatihan budidaya ikan menggunakan sistem Resirculated Aquaculture System (RAS) yang dikombinasikan dengan akuaponik. Program pelatihan budidaya ikan menggunakan sistem Resirculated Aquaculture System (RAS) yang dikombinasikan dengan akuaponik oleh Tim II KKN UNDIP bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) kedua, yaitu mengakhiri kelaparan (zero hunger) dengan memberdayakan masyarakat. Mereka memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara membuat sistem aquaponik, yang memungkinkan mereka untuk memproduksi bahan pangan secara mandiri meskipun dengan lahan yang terbatas. Pelatihan ini juga mencakup materi tentang manajemen sumber daya manusia (SDM) serta aspek hukum yang penting untuk mendukung keberhasilan usaha di masa mendatang.
Desa Bateh, khususnya Dusun Pager, menghadapi tantangan signifikan terkait ketenagakerjaan dan rendahnya keterampilan di kalangan pemuda-pemudi. Kondisi ini mendorong KKN TIM II Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk merancang sebuah program yang tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan berfokus pada peningkatan keterampilan dan potensi ekonomi, program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sosial-ekonomi di Desa Bateh.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2024 yang berisikan sosialisasi dan demonstrasi dengan judul program kerja yaitu ”Realisasi Agenda SDGs : Pemberdayaan Masyarakat Desa Bateh” yang ditujukan kepada pemuda pemudi di Dusun Pager. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh empat mahasiswa TIM KKN II UNDIP dari program studi yang berbeda yaitu agribisnis, akuakultur, hukum dan juga . Kegiatan diadakan di salah satu rumah warga dimana adanya sistem RAS dan Akuaponik berada.
"Kami membuat program ini dalam rangka mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) kedua, yaitu mengakhiri kelaparan (zero hunger) dengan memberdayakan masyarakat dengan melibatkan pemuda pemudi di Dusun Pager untuk melanjutkan sistem ini” Ujar salah satu anggota KKN TIM II UNDIP
Program yang dilaksanakan oleh Tim II KKN UNDIP ini menggabungkan teknologi Resirculated Aquaculture System (RAS) dengan akuaponik. RAS merupakan teknologi budidaya ikan yang efisien, di mana air digunakan secara berulang sehingga menghemat sumber daya dan memastikan kualitas air yang stabil. Sementara itu, sistem akuaponik memadukan budidaya ikan dengan pertanian tanaman secara sinergis, di mana limbah ikan digunakan sebagai nutrisi bagi tanaman, dan tanaman membantu menyaring air sebelum kembali ke kolam ikan.
Dari segi pertanian, sistem akuaponik memberikan solusi berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Pager, terutama yang memiliki keterbatasan lahan. Dengan akuaponik, masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang terbatas untuk menanam sayuran berkualitas tinggi, seperti selada dan kangkung, dengan menggunakan nutrisi alami dari limbah ikan. Ini bukan hanya mendukung ketahanan pangan lokal, tetapi juga membuka peluang usaha bagi petani muda yang ingin berinovasi sedangkan di bidang perikanan, penerapan RAS memungkinkan budidaya ikan yang lebih intensif dengan kontrol kualitas air yang optimal. Ini sangat penting bagi daerah dengan sumber air terbatas seperti Dusun Pager. Dengan RAS, masyarakat dapat membudidayakan ikan nila dan lele dengan hasil yang lebih baik, sekaligus mengurangi risiko penyakit dan kematian ikan yang sering terjadi dalam sistem budidaya konvensional.
Dari perspektif hukum, program ini memberikan pengetahuan serta penjelasan mengenai regulasi dan prosedur pengurusan surat izin usaha perikanan. Tim KKN UNDIP memberikan sosialisasi mengenai peraturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat dalam mengelola sistem RAS dan akuaponik. Hal ini penting agar kegiatan budidaya ini tidak melanggar hukum yang berlaku, termasuk dalam hal pemanfaatan air dan pengolahan limbah. Dengan adanya pengetahuan ini, diharapkan pemuda-pemudi di Dusun Pager dapat menjalankan usaha perikanan mereka dengan legal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Program pelatihan ini sangat penting dari perspektif manajemen sumber daya manusia (SDM). Tim KKN II UNDIP menitikberatkan kegiatan ini pada peningkatan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal dan memanfaatkan potensi sumber daya alam setempat. Pelatihan ini memberi pemuda-pemudi di Dusun Pager kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru dalam budidaya ikan dan tanaman secara terintegrasi, yang dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja atau menciptakan peluang usaha baru.
Selama pelatihan, para pemuda-pemudi diberikan pemahaman mendalam mengenai sistem Resirculated Aquaculture System (RAS) dan teknik akuaponik, serta informasi penting mengenai regulasi hukum terkait dan manajemen sumber daya manusia. Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga kesempatan untuk melihat secara langsung proses demonstrasi, seperti penyemaian benih ke dalam rockwool serta proses panen selada yang dilakukan bersama. Demonstrasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis dan visual yang mendalam tentang cara kerja sistem tersebut.
"Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga memotivasi kami untuk lebih peduli dengan lingkungan. Saya berharap ke depan akan ada lebih banyak program seperti ini yang bisa membantu kami menjadi lebih mandiri secara ekonomi” ucap Kosim selaku ketua pemuda Dusun Pager ketika wawancara dengan KKN TIM II Undip 2023/2024 Sabtu, 10 Agutus 2024.
Melalui sistem budidaya RAS dan akuaponik, mahasiswa KKN TIM II Undip 2024 berharap akan dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dengan cara yang berkelanjutan dan memberdayakan, sehingga memberikan dampak positif bagi komunitas secara keseluruhan.
