Konten dari Pengguna

Transformasi Sampah Organik: Mahasiswa KKN UNDIP Ubah Limbah Jadi Pupuk

Dina Alfira

Dina Alfira

Saat ini, sedang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa semester 6 di jurusan Agribisnis, Universitas Diponegoro. Sebagai seorang mahasiswa agribisnis, Dinanti berfokus pada studi yang berkaitan dengan pengelolaan bisnis di bidang pertanian

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dina Alfira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi sosialisasi dan pelatihan pengelolaan limbah organik menjadi pupuk POP Bokashi dan POC
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi sosialisasi dan pelatihan pengelolaan limbah organik menjadi pupuk POP Bokashi dan POC

Magelang, 5 Agustus 2024 – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2023/2024 mempraktikkan pembuatan pupuk organik "Bokashi" dan "POC" berbahan dasar limbah rumah tangga bersama Kelompok Tani Dusun Pager, Desa Bateh, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Program ini berfokus pada pengelolaan sampah organik menjadi pupuk bokashi dan POC (Pupuk Organik Cair) dari kulit buah serta penerapannya di lahan pertanian setempat. Program ini bertujuan untuk mempromosikan pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Rumah tangga di Indonesia tercatat sebagai penyumbang sampah terbesar, yaitu 75% dari total volume sampah. Dusun Pager saat ini menghadapi tantangan besar terkait pengelolaan sampah, terutama karena belum adanya tempat pembuangan akhir (TPA) yang memadai. Akibatnya, warga sering membuang sampah di tempat-tempat yang tidak sesuai, seperti di jurang, yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan yang serius.

Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi "Pupuk Bokashi" dan "Pupuk Organik Cair dari Kulit Buah." Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan serta untuk mendapatkan pupuk organik yang kaya akan unsur hayati. Permasalahan tersebut melatarbelakangi Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2023/2024, Dinanti Alfira Damayanti, untuk membuat program “Pelatihan Pemanfaatan Pupuk Organik pada Pertanian.”

"Kami membuat program ini dalam rangka mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan sampah yang tidak semestinya dan juga memanfaatkan (recycle) sampah organik menjadi pupuk," ucap Dinanti Alfira, penyelenggara program monodisiplin ini.

demonstrasi proses pembuatan POP bokashi dan POC

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2024 yang berisikan sosialisasi dan demonstrasi dengan judul program kerja "Pelatihan Pemanfaatan Pupuk Organik pada Pertanian" yang ditujukan kepada kelompok tani di Dusun Pager. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinanti Alfira Damayanti, mahasiswa S-1 Agribisnis. Kegiatan diadakan di kediaman Bapak Sugeng yang sekaligus menjadi posko KKN UNDIP.

Pupuk bokashi adalah jenis pupuk organik yang dihasilkan melalui fermentasi bahan-bahan organik seperti kompos dan pupuk kandang dengan bantuan mikroorganisme pengurai. Selain mengurangi jumlah sampah rumah tangga, penggunaan pupuk bokashi juga berkontribusi pada sistem pertanian yang berkelanjutan melalui praktik pertanian organik. Pendekatan ini memastikan pemanfaatan lahan secara optimal tanpa merusak fungsinya untuk jangka panjang, sesuai dengan poin ke-12 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Pupuk bokashi, seperti namanya, mengandung unsur hayati yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Pengaplikasiannya dapat membantu menggemburkan tanah dan mengaktifkan kembali mikroba di dalam tanah. Selain itu, pupuk ini juga memberikan unsur hara yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan yang optimal serta mendukung perkembangan akar tanaman.

Selama program, anggota kelompok tani di Dusun Pager diberi pelatihan intensif mengenai proses pembuatan dan pengaplikasian pupuk bokashi dan POC. Mereka diajarkan cara mengolah sampah organik menjadi bokashi yang kaya akan unsur hayati dan cara membuat POC dari kulit buah yang kaya nutrisi. Pelatihan ini termasuk sesi praktik langsung, di mana para peserta dapat melihat dan merasakan proses pembuatan pupuk serta aplikasinya di lahan pertanian mereka.

"Kami sangat antusias dengan pelatihan ini. Program ini membuka mata kami tentang bagaimana sampah organik bisa dimanfaatkan dengan cara yang produktif. Kami merasa lebih siap untuk mengimplementasikan metode ini di lahan kami," ucap Pak Supramto, Ketua Kelompok Tani Dusun Pager, ketika diwawancarai oleh KKN Tim II Undip 2023/2024 pada Senin, 5 Agustus 2024.

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Dusun Pager. Pupuk bokashi dan POC yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman dengan menyediakan unsur hara yang diperlukan. Selain itu, pengelolaan sampah organik menjadi pupuk juga membantu mengurangi masalah sampah di lingkungan desa, serta mendukung konsep pertanian berkelanjutan.

Tim KKN II UNDIP berharap bahwa program pengelolaan sampah organik menjadi pupuk bokashi dan POC di Dusun Pager akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan, yaitu mengurangi jumlah sampah organik yang dihasilkan di dusun. Dengan mengubah sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat, program ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari sampah dan meningkatkan kebersihan lingkungan di Dusun Pager.

leaflet program kerja monodisiplin Pemnafaatan limbah organik menjadi pupuk organik pada pertanian