Konten dari Pengguna

Manakah yang Lebih Penting, Akademik atau Organisasi?

DINA AYU LESTARI

DINA AYU LESTARI

Mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DINA AYU LESTARI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kampus Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kampus Foto: Pixabay

Problematika yang sering dihadapi mahasiswa ialah harus memilih antara akademik dan organisasi mana yang lebih penting. Tenang, tidak usah risau, yang perlu kamu lakukan hanyalah menemukan sebuah hal yang ada di dalam dirimu serta apa yang kamu butuhkan ke depannya. Kemudian pahami pula apa itu akademik dan organisasi serta dampak apa yang diberikan ketika kita menjalani salah satunya atau bahkan keduanya.

sumber : milik pribadi
zoom-in-whitePerbesar
sumber : milik pribadi

Sebelum menilik lebih lanjut mengenai problem di atas, perlu kita ketahui dahulu apa sih akademik dan organisasi itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akademik ialah bentuk kata sifat dari akademis yang berarti bersifat ilmu pengetahuan, teori, dan ilmiah, sedangkan organisasi adalah kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

Sudah menjadi hal yang lumrah bagi seorang mahasiswa ketika dihadapkan dengan suatu pilihan antara akademik dan organisasi, bahkan problem ini sudah dialami sejak mahasiswa tersebut baru memasuki dunia perkuliahan atau disebut dengan maba. Ada beberapa orang yang lebih memfokuskan ke akademik daripada organisasi atau bahkan sebaliknya. Sebagian orang yang lebih memfokuskan terhadap akademik karena tujuan dari kuliah itu sendiri yaitu memperoleh ilmu dengan balasan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Selain itu, organisasi tidak ada hubungannya dengan nilai di kelas sehingga jika ingin memperoleh IPK yang tinggi tentu dengan belajar.

Mahasiswa yang memperoleh IPK tinggi dikatakan berhasil menguasai bidang yang ditekuninya dan tidak sedikit dari mereka yang beranggapan bahwa memiliki IPK tinggi akan membawa pengaruh yang besar saat melamar pekerjaan. Maka dari itu, beberapa orang lebih memilih akademik dari organsisasi. Akan tetapi, apakah dengan bermodalkan IPK tinggi dapat menjamin kesuksesan dalam dunia kerja, bukankah kita butuh pengalaman juga? Nah, dari sini kita ketahui bahwa beberapa orang yang lebih memfokuskan ke organisasi karena ingin memperoleh banyak pengalaman, wawasan, dan relasi. Selain itu, aktif berorganisasi pula dapat mengasah softskill yang memang tidak didapatkan dalam perkuliahan. Oleh karena itu, sebagian orang lebih memfokuskan terhadap organisasi daripada akademik.

sumber : milik pribadi

Lalu, manakah yang lebih penting antara akademik dan organisasi? Berdasarkan paparan yang tadi telah disebutkan, akademik dan organisasi ini tidak dapat dibandingkan, melainkan harus disandingkan. Keduanya mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan karakter kita sebagai seorang mahasiswa. Akademik dan organisasi ini harus berbanding lurus, karena keduanya saling berkaitan. Selama masih sanggup menjalankan kedua-duanya, mengapa tidak? semua ini hanya perihal bagaimana kita memanajemen waktu dengan baik. Ada saat di mana kita harus fokus terhadap akademik dan di suatu waktu pula kita harus fokus terhadap organisasi. Semua itu tergantung kepada bagaimana cara kita mengatur waktu dengan membuat schedule dalam kegiatan akademik dan organisasi. Tidak ada kerugian pula jika mengikuti keduanya, karena pada dasarnya tidak ada suatu yang sia-sia.