Konten dari Pengguna

Gaya Selangit Tagihan Melilit, Fitur Paylater Shopee Tuai Perilaku Konsumtif

Dina Kusnaedy

Dina Kusnaedy

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dina Kusnaedy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar fitur Paylater Shopee yang terdiri dari jumlah kredit, jumlah tagihan serta keterangan waktu jatuh temponya. Gambar hasil screenshot pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar fitur Paylater Shopee yang terdiri dari jumlah kredit, jumlah tagihan serta keterangan waktu jatuh temponya. Gambar hasil screenshot pribadi.

Fitur Paylater Shopee adalah pembayaran kartu kredit digital teranyar yang sudah digulirkan pada 6 Maret 2019. Paylater Shopee merupakan metode pembayaran dengan sistem pembayaran dikemudian hari dengan ketentuan pelunasan pembayaran per tanggal 5 awal bulan atau 25 akhir bulan yang memiliki syarat dan ketentuan berlaku dengan limit sesuai kebijakan Shopee.

Adanya fitur Paylater Shopee ini membuat melonjaknya pengguna tiap tahunnya. Dari hasil survei DailySocial, konsumen paling banyak menggunakan layanan Paylater Shopee sepanjang 2021. Persentasenya mencapai 78,4%. Pada dasarnya masyarakat memakai fitur PayLater Shopee untuk mempermudah pembayaran akan tetapi masih banyak masyarakat yang sekiranya belum siap untuk bertanggungjawab atas kewajiban pelunasannya dan malah terlilit tagihan hal ini menunjukan munculnya perilaku konsumtif masyarakat. Karena fitur ini memudahkan sistem pembayaran, konsumen harus cerdas menggunakannya bukan malah dibodohi kemajuan teknologi yang ada.

Beberapa faktor pendorong masyarakat tertarik pada fitur Paylater Shopee ini antara lain:

1. Syarat pengajuan aktivasi mudah serta proses aktivasinya mudah.

2. Bunganya terlihat rendah.

3. Bisa dijadikan alternatif dana darurat untuk berbelanja atau membeli kebutuhan.

4. Limit akan bertambah seiring jumlah transaksi.

5. Sistem pembayaran dan tagihan yang sederhana.

Beberapa penjelasan keuntungan fitur Paylater Shopee yang tercantum di aplikasinya. Foto : Screenshot Pribadi

Dari beberapa faktor pendorong masyarakat yang tertarik pada Fitur Paylater Shopee diatas, terdapat juga sisi negatif dari kemudahan sistem pembayaran yang ada. Contohnya memunculkan beberapa resiko penggunaan fitur Paylater Shopee antara lain:

1. Meningkatnya perilaku konsumtif masyarakat.

2. Gagalnya masyarakat bijak dalam berbelanja yang mana melebihi kapasitas kemampuannya.

3. Jika terjadi tunggakan akan berpengaruh pada reputasi kredit yang buruk.

4. Munculnya tindak kejahatan peretasan identitas yang dimanfaatkan penjahat.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda memprediksi jika fitur PayLater pun semakin menjadi pilihan masyarakat seiring kondisi ekonomi nasional yang diikuti dengan penyesuaian berbagai kebijakan. Ia menilai, kondisi ekonomi yang dialami masyarakat saat ini akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat yang semakin menurun akibat kenaikan tingkat inflasi. "Pada akhirnya, konsumsi masyarakat akan melambat. Fenomena ini sebenarnya selain menjadi tantangan bagi masyarakat, namun juga bisa menjadi peluang besar bagi industri Paylater," ungkapnya. Dengan adanya perilaku konsumtif yang didukung dengan adanya kemudahan bertransaksi, penggunaan fitur Paylater Shopee akan bermanfaat jika konsumen menggunakannya dengan bijak, berikut tips meminimalisir perilaku konsumtif :

1. Memilah segala sesuatu yang lebih prioritas agar mengetahui mana kebutuhan dan mana keinginan.

2. Menghindari utang untuk hal yang berkaitan dengan keinginan dan menanamkan sifat menabung terlebih dahulu.

3. Perbanyak literasi terkait sistem keuangan agar bijak menanggapi kemajuan e-commerce.

Demikian informasi yang dapat penulis sampaikan dan semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kunci dari perubahan berperilaku yang kurang baik dalam sebuah kebiasaan adalah mencoba keluar dari zona tersebut dan menanamkan perubahan kecil.