Konten dari Pengguna

Kenapa Mahasiswa Farmasi Jarang Minum Obat Sembarangan?

Dina Namira

Dina Namira

Pharmacy Major, State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dina Namira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mahasiswa farmasi memegang obat dan membaca informasi penggunaan obat Oleh Gemini Ai
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mahasiswa farmasi memegang obat dan membaca informasi penggunaan obat Oleh Gemini Ai

Banyak orang mengira mahasiswa farmasi pasti paling santai soal obat. Sakit kepala sedikit minum obat, flu sedikit langsung beli antibiotik. Padahal kenyataannya justru kebalikannya.

Semakin sering belajar tentang obat, semakin sadar bahwa penggunaan obat tidak bisa dianggap sepele. Ada dosis yang harus diperhatikan, aturan minum yang berbeda, hingga efek samping yang kadang tidak disadari masyarakat.

Salah satu kebiasaan yang sering ditemui adalah membeli antibiotik tanpa resep. Banyak orang berhenti minum obat setelah merasa sembuh, padahal antibiotik seharusnya dihabiskan sesuai aturan penggunaan. Kebiasaan ini terlihat sederhana, tetapi dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik, yaitu kondisi ketika bakteri menjadi lebih kebal terhadap pengobatan.

Selain itu, masih banyak orang yang mencampur obat dengan kopi, teh, bahkan minuman energi tanpa mengetahui efeknya terhadap penyerapan obat dalam tubuh. Ada juga yang menyimpan obat di dashboard motor atau di dalam mobil karena dianggap praktis, padahal suhu panas dapat memengaruhi kestabilan obat tertentu.

Sebagai mahasiswa farmasi, hal-hal kecil seperti ini justru sering menjadi perhatian. Bukan karena ingin berlebihan, tetapi karena obat bukan produk biasa. Cara menyimpan, mengonsumsi, dan menggunakan obat dapat memengaruhi efektivitasnya.

Pada akhirnya, belajar farmasi bukan hanya menghafal nama obat atau rumus kimia. Ada kesadaran bahwa penggunaan obat yang benar merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan sehari-hari. Dari situ banyak mahasiswa farmasi akhirnya menjadi lebih hati-hati sebelum mengonsumsi obat secara sembarangan.