Konten dari Pengguna

Memahami Komunikasi Bahasa dalam Berkendara

Dina Sujianti

Dina Sujianti

Mahasiswa sastra Indonesia Universitas Pamulang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dina Sujianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

photo by BeansandSausages from https://pixabay.com/id/photos/new-york-jalan-jalan-lalu-lintas-5265414/
zoom-in-whitePerbesar
photo by BeansandSausages from https://pixabay.com/id/photos/new-york-jalan-jalan-lalu-lintas-5265414/

Komunikasi merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan oleh manusia untuk menyampaikan dan menerima pesan tertentu. Alat utama yang digunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa. Namun, penyampaian pesan tidak selalu dengan bahasa yang berupa kata-kata yang dirangkai menjadi kalimat. Melainkan, juga melalui sebuah tanda. Komunikasi dengan tanda ini dikenal dengan istilah komunikasi nonverbal.

Komunikasi nonverbal merupakan komunikasi yang disampaikan lewat sebuah tanda, simbol, atau lambang. Untuk memahami makna dari hal yang diwakili oleh tanda tersebut, diperlukan adanya pemahaman bersama dari pemberi tanda dan penerima tanda. Misalnya, saat ada lampu berwarna merah di jalan lintas, masyarakat memahami bahwa hal tersebut menyiratkan perintah untuk berhenti.

Komunikasi nonverbal ini juga terjadi saat seseorang berkendara. Mengemudikan kendaraan di jalan raya merupakan sebuah aktivitas yang memerlukan kehati-hatian dan kewaspadaan. Dibutuhkan sebuah pemahaman dan kemampuan yang cukup agar seseorang mendapatkan izin untuk mengemudi di jalan raya. Karena, jika tidak cukup memahami aturan dan komunikasi dalam berkendara, akan berakibat fatal dan berujung kecelakaan.

Contoh lain dari komunikasi nonverbal yang sering dilakukan oleh pengendara adalah membunyikan klakson. Bunyi klakson digunakan untuk mengingatkan pengendara lain jika berada di jalur yang salah, mengingatkan pejalan kaki yang berjalan di jalur kendaraan, atau ketika pengendara sedang meminta diberikan ruang jalan oleh pengendara lainnya.

Menggunakan bunyi klakson dengan tujuan tersebut memanglah baik dan sesuai dengan kegunaan klakson itu sendiri. Namun, kita sering menemukan pengguna kendaran bermotor yang membunyikan klakson secara berlebihan. Karena, membunyikan klakson terlalu banyak akan mengganggu kenyamanan pengendara lain. Hal tersebut juga dapat menimbulkan perselisihan dan salah paham antara pengendara. Maka dari itu, gunakanlah klakson dengan baik dan benar sesuai kebutuhan.

Untuk itu, memahami komunikasi dalam berkendara merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Agar, pesan isyarat yang disampaikan dapat diterima oleh pengendara lainnya dan menghindari kesalahpahaman dan kecelakaan yang terjadi di jalan lintas.