Senyum Cilik Ngrancahan

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dinah Faiqah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan


Gunungkidul, 2026 — Program Senyum Cilik Ngrancahan sukses dalam memberikan pelajaran tentang kesehatan gigi bagi anak-anak prasekolah di Desa Ngrancahan RA MASYITOH SUMBERJO dengan pendekatan pendidikan kesehatan yang melibatkan partisipasi serta demonstrasi langsung.
Kegiatan diawali dengan pengamatan untuk menilai pemahaman anak tentang kesehatan gigi dan berdiskusi dengan guru terkait kebutuhan pendidikan yang ada. Dalam merancang alat bantu pembelajaran berbentuk replika gigi yang terbuat dari karton tebal, botol plastik bekas, lem tembak, dan cat. Alat kreatif ini bertujuan untuk membantu anak mengenali bentuk gigi dan metode menyikat yang sesuai dengan standar kesehatan.
Dalam proses pelaksanaan, tim melakukan demonstrasi tentang cara yang tepat untuk menyikat gigi, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik bersama dan didampingi oleh guru serta mahasiswa. Anak-anak dilibatkan dalam mengikuti gerakan menyikat gigi dari bagian depan, samping, hingga gerakan memutar, sehingga proses belajar terasa lebih interaktif dan menyenangkan.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anak-anak mengalami peningkatan dalam kemampuan menjalankan teknik menyikat gigi dengan tepat. Pengamatan juga menunjukkan bahwa anak-anak lebih memahami waktu yang ideal untuk menyikat gigi serta pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak kecil. Guru merasa bahwa penggunaan pendekatan visual dan partisipatif sangat mendukung peningkatan konsentrasi dan ketertarikan anak selama proses pembelajaran.
Program Senyum Cilik Ngrancahan ditutup dengan evaluasi melalui sesi tanya jawab sederhana untuk memastikan bahwa anak-anak menangkap informasi yang telah disampaikan. Secara keseluruhan, kegiatan ini dianggap efektif, aplikatif, dan dapat menjadi model pendidikan yang sederhana namun berdampak positif bagi lembaga PAUD lain.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan kesehatan gigi di masyarakat dan mendorong anak-anak untuk menerapkan kebiasaan baik sejak usia dini.
