Konten dari Pengguna

Terobosan Baru! Mahasiswa UNDIP Bekali UMKM Desa Jati Ilmu Manajemen Risiko

Dina Aisyah Sahlan Nasution

Dina Aisyah Sahlan Nasution

Mahasiswa Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dina Aisyah Sahlan Nasution tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN UNDIP telah melaksanakan program kerja monodisiplin yaitu edukasi manajemen risiko bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jati. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di Desa Jati, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Program edukasi ini berlangsung selama kegiatan PKK berlangsung, dimulai pada (04/08/24). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku UMKM Desa Jati akan pentingnya manajemen risiko dalam menjalankan usaha. Dengan memahami dan mengelola risiko secara efektif, diharapkan UMKM dapat lebih tahan terhadap berbagai tantangan dan ketidakpastian yang ada.

Foto bersama setelah melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan Ibu-ibu PKK RT 01 Desa jati. Sumber: Dokumentasi Dina Aisyah Sahlan Nasution (KKN TIM II UNDIP 2024)
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama setelah melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan Ibu-ibu PKK RT 01 Desa jati. Sumber: Dokumentasi Dina Aisyah Sahlan Nasution (KKN TIM II UNDIP 2024)

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja monodisiplin yang dilaksanakan oleh Dina Aisyah Sahlan Nasution (Mahasiswa KKN UNDIP Program Administrasi Publik). Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ibu-ibu PKK RT 01 Desa Jati yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka terlihat serius memperhatikan penjelasan yang disampaikan.

Poster informasi terkait Manajemen Risiko Pada UMKM Desa Jati. Sumber: Dokumentasi Dina Aisyah Sahlan Nasution (KKN TIM II UNDIP 2024)

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Dina menjelaskan secara detail mengenai manajemen risiko mulai dari pengertian manajemen risiko, tujuan dan manfaat risiko bagi UMKM hingga peninjauan risiko bagi UMKM. Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat membekali Ibu-ibu PKK dengan pengetahuan dalam mengelola berbagai jenis risiko yang mungkin dihadapi dalam menjalankan usaha. Dengan adanya edukasi manajemen risiko, diharapkan kualitas UMKM yang dikelola oleh Ibu PKK semakin meningkat, baik dari segi produk, layanan, maupun pengelolaan keuangan.