Konten dari Pengguna

Mungkinkah Kegiatan Belajar Tatap Muka 2021 Dapat Terlaksana?

dinarnabila18

dinarnabila18

Dinar Nabila Putri lahir di Jakarta pada 18 september 1999 adalah seorang mahasiswi Telkom University jurusan S1 Digital Public Relations.

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari dinarnabila18 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam tayangan konferensi pers yang ditayanganya secara online oleh Kemendibud pada Jumat (20/11), Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar tatap muka akan dibuka kembali pada Januari 2021. Selain harus mematuhi protokol Kesehatan, Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar tatap muka hanya diperbolehkan bagi wilayah berzona hijau dan kuning.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kini mengundang pro dan kontra di tengah masyarakat, khususnya bagi orang tua murid tingkat Sekolah Dasar. Bagi Sebagian orang tua dan guru, mereka berpendapat bahwa proses belajar mengajar lebih baik dilakukan secara tatap muka, mengingat interaksi yang dilakukan lebih intens dan efektif.

“Sistem belajar mengajar lebih efektif apabila 2021 dilakukan dengan tatap muka. Jika pembelajaran terus via online, ini akan berakibat pada pola interaksi siswa yang kurang, dan pihak orang tua pun akan kewalahan,” ujar Lusy selaku guru di SMA Edu Global Bandung.

Adanya dukungan dari pemerintah, guru, dan orang tua nampak seperti angin segar bagi siswa-siswi yang mendambakan sekolah tatap muka Kembali. Namun sayangnya, saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang menyebabkan Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan status zona merah tertinggi. Dengan status tersebut, mungkinkan kegiatan belajar tatap muka pada 2021 mendatang dapat dilaksanakan?

Melihat kondisi yang tak terkendali, nampaknya pemerintah perlu mencari alternatif lain agar kegiatan belajar mengajar via online berjalan lebih optimal. Walaupun kegiatan belajar mengajar tatap muka harus terlaksana dengan sejumlah persyaratan, hal ini akan menyisakan kekhawatiran tersendiri khususnya bagi para orang tua siswa.