Mahasiswa UM Berharap Bisa Bawa Perubahan dengan Lakukan Penelitian COVID-19

Mahasiswa Matematika Universitas Negeri Malang
Konten dari Pengguna
17 September 2021 14:03
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Dinda Aisya Bella tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Berawal dari Tiongkok tepatnya di Kota Wuhan, virus jenis baru ini telah menyebar di berbagai belahan dunia yang menyebabkan timbulnya penyakit coronavirus disease 2019 atau yang dikenal dengan COVID-19. Terlebih setelah dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020 semakin menunjukkan persebaran yang massif. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan dan dianggap remeh begitu saja. Disisi lain, tidak hanya sektor kesehatan saja yang melemah, tetapi juga sektor ekonomi, sosial, pendidikan, dan beberapa sektor lain-pun terdampak pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Berbagai respon upaya pencegahan dan pengendalian diberikan terhadap adanya pandemi COVID-19, protokol kesehatan merupakan salah satu respon positif guna meminimalisir penyebaran virus COVID-19 di Indonesia. Protokol kesehatan yang paling sering dikampanyekan adalah 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. Selain itu, kualitas fasilitas kesehatan dan kuantitas tenaga kesehatan juga penting dalam penanganan pandemi. Upaya vaksinasi juga menunjang untuk terbentuknya herd immunity.
Salah satu tim penelitian Universitas Negeri Malang yang terdiri dari lima mahasiswa dan tergabung dalam PKM, yaitu Dinda Aisya Bella, Dina Safitri, Aisyah Habibatunnurrohmah, Revionita Dwisari Affandy, dan Lailivia Rahma Fidya berinisiatif melakukan riset dengan tujuan mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian persebaran COVID-19 di Kabupaten Lamongan dengan mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian. Alasan pemilihan lokasi ini karena letaknya yang strategis yaitu bersebelahan dengan Kota metropolitan, Surabaya Raya, yang sekaligus menjadi episentrum COVID-19 di Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
Penelitian ini berlatarbelakang ilmu matematika terapan. Perhitungan dengan linear programming metode simpleks yang memuat fungsi tujuan dan fungsi kendala dipilih sebagai algoritma yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian ini. Dalam penelitian ini untuk mengoptimalkan fungsi tujuan yaitu meminimumkan kasus terkonfirmasi COVID-19 dengan sumber daya yang terbatas dalam hal ini adalah upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 yang dijadikan sebagai fungsi kendala berupa 3 persamaan fungsi kendala, yaitu gerakan 5M (Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas), tenaga kesehatan di RS. Rujukan Covid-19 Kabupaten Lamongan, dan vaksinasi.
Data dan informasi yang diperoleh pada penelitian ini yaitu dari hasil interview di Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dan pengamatan perilaku sosial di lapangan, yang nantinya akan dimodelkan menjadi sebuah persamaan atau pertidaksamaan Linear programming. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan perhitungan manual Linear programming yang masih memungkinkan adanya kesalahan dalam perhitungan, sehingga dibutuhkan alat bantu program POM-QM untuk mendapat solusi optimal yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dokumentasi Pribadi: Proses Interview di Dinas Kesehatan Lamongan
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi: Proses Interview di Dinas Kesehatan Lamongan
“Nantinya, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan yang diperoleh akan diidentifikasi terhadap beberapa variabel keputusan. Software POM for windows akan digunakan untuk membvalidasi hasil analisis dari solusi perhitungan manual menggunakan linear programming metode simpleks, karena ditakutkan ada error selama perhitungan”, ungkap Dinda selaku ketua Tim PKM.
ADVERTISEMENT
Tim PKM ini berharap agar penelitian ini dapat dijadikan acuan, bahan pertimbangan, dan bahan pegembilan keputusan oleh pemangku kebijakan agar upaya pengoptimalan pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Kabupaten Lamongan bisa maksimal sehingga terjadi penurunan kasus terkonfirmasi COVID-19
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020