Ziarah Bersama Lingkungan Ursula, Menemukan Kedekatan di Goa Maria Bukit Kanada

Saya Mahasiswa Universitas Pamulang, Jurusan Pendidikan Ekonomi di Tangerang Selatan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Dionisius Wijaya De Jalu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ada kalanya kita membutuhkan waktu untuk keluar sejenak dari rutinitas. Bukan untuk pergi ke pusat perbelanjaan atau mencari tempat hiburan, tetapi untuk berada di tempat yang lebih tenang, berdoa, dan menghabiskan waktu bersama orang-orang di sekitar kita.

Kesempatan seperti itu saya rasakan ketika mengikuti ziarah bersama umat Lingkungan Ursula ke Goa Maria Bukit Kanada di Rangkasbitung, Banten.
Bagi saya, perjalanan ini bukan sekadar berpindah dari Kota Tangerang menuju Rangkasbitung. Ada suasana yang berbeda ketika sebuah perjalanan dilakukan bersama-sama dengan tujuan untuk berdoa.
Dalam keseharian, masing-masing dari kami mempunyai kesibukan. Ada yang bekerja, mengurus keluarga, belajar, dan menjalani aktivitas lainnya. Pertemuan dengan sesama umat pun terkadang hanya berlangsung dalam waktu yang terbatas.
Ziarah kali ini memberikan kesempatan yang berbeda.
Datang untuk Berdoa, Sekaligus Bertemu
Tujuan utama perjalanan kami tentu untuk berziarah dan berdoa bersama. Namun, saya merasa ada hal lain yang ikut tumbuh selama kegiatan tersebut, yaitu kebersamaan.
Menurut saya, berdoa bersama memiliki suasana yang berbeda dibandingkan ketika melakukannya sendiri. Ada perasaan bahwa kita sedang membawa doa dan harapan masing-masing, tetapi pada saat yang sama berada bersama orang lain yang juga datang dengan tujuan serupa.
Saya pun menyadari bahwa setiap orang mungkin datang dengan isi pikiran yang berbeda.
Ada yang mungkin ingin mengucap syukur. Ada yang membawa harapan pribadi. Ada pula yang sekadar ingin menyediakan waktu untuk lebih tenang dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Saya sendiri menjadikan kesempatan ini sebagai waktu untuk berhenti sejenak dari berbagai kesibukan.
Tidak setiap hari kita mempunyai kesempatan untuk melakukan itu.
Rutinitas sering kali membuat hari-hari berjalan begitu cepat. Setelah satu kegiatan selesai, sudah ada kegiatan berikutnya yang harus dipikirkan. Kuliah, pekerjaan, tugas, organisasi, dan berbagai urusan lainnya terkadang membuat pikiran terus berjalan.
Karena itu, berada di tempat ziarah memberikan suasana yang berbeda bagi saya.
Ziarah Bukan Hanya Tentang Tempat Tujuan
Sebelumnya, saya mungkin lebih mudah melihat ziarah dari tempat yang dikunjungi. Namun, setelah mengikutinya bersama umat lingkungan, saya merasa bahwa perjalanan menuju tempat tersebut juga menjadi bagian dari pengalaman.
Ada waktu yang kami habiskan bersama.
Orang-orang yang biasanya hanya bertemu dalam kegiatan lingkungan kini mempunyai kesempatan untuk melakukan perjalanan ke tempat yang sama. Dari situ, interaksi pun terasa lebih dekat.
Hal tersebut mengingatkan saya pada kegiatan makan bersama umat Lingkungan Ursula yang juga pernah saya ikuti. Saya semakin merasa bahwa membangun sebuah lingkungan tidak cukup hanya dengan berada dalam kelompok yang sama.
Kita perlu menyediakan waktu untuk benar-benar bertemu.
Bentuknya bisa bermacam-macam. Bisa melalui makan bersama, kegiatan sosial, pertemuan, maupun perjalanan ziarah seperti yang kami lakukan kali ini.
Belajar Mengenal Generasi yang Berbeda
Sebagai anak muda, saya juga menikmati kesempatan untuk berada bersama umat dengan usia dan pengalaman yang berbeda.
Menurut saya, hal seperti ini semakin penting di tengah kebiasaan kita yang sering berkumpul dengan orang-orang seusia. Anak muda bertemu dengan anak muda, sementara orang tua mempunyai lingkarannya sendiri.
Dalam kegiatan lingkungan, batas tersebut bisa menjadi lebih cair.
Kita berada dalam perjalanan yang sama, berdoa di tempat yang sama, dan mempunyai kesempatan untuk berbicara satu sama lain.
Bagi saya pribadi, pengalaman tersebut juga menjadi latihan dalam berkomunikasi.
Saya sedang mempersiapkan diri menjadi seorang pendidik. Nantinya, kemampuan berkomunikasi tentu tidak hanya digunakan ketika berbicara dengan siswa. Seorang guru juga akan bertemu dengan orang tua, rekan kerja, dan masyarakat dengan berbagai karakter.
Dari kegiatan sederhana bersama lingkungan, saya merasa kemampuan tersebut sebenarnya bisa terus dilatih.
Ada Waktu untuk Menjadi Lebih Tenang
Bagian lain yang saya sukai dari perjalanan ziarah adalah kesempatan untuk berada dalam suasana yang lebih tenang.
Kehidupan anak muda sekarang sangat dekat dengan kesibukan. Bahkan ketika sedang tidak bekerja atau belajar, perhatian kita masih mudah berpindah ke telepon genggam, media sosial, pesan masuk, dan berbagai informasi lainnya.
Kadang sulit untuk benar-benar diam.
Ziarah membuat saya kembali menyadari bahwa menyediakan waktu untuk berdoa dan merenung juga penting.
Bukan berarti semua persoalan langsung selesai setelah berdoa. Setelah pulang, rutinitas tetap menunggu. Tugas masih ada dan berbagai tanggung jawab tetap harus dijalankan.
Namun, setidaknya saya mempunyai waktu untuk menata kembali pikiran.
Bagi saya, ketenangan seperti itu merupakan salah satu bagian berharga dari perjalanan ini.
Pulang dengan Pengalaman yang Berbeda
Perjalanan ke Goa Maria Bukit Kanada pada akhirnya bukan hanya meninggalkan pengalaman mengunjungi sebuah tempat ziarah.
Saya pulang dengan pengalaman kebersamaan bersama umat Lingkungan Ursula.
Dari kegiatan ini saya kembali belajar bahwa kehidupan dalam sebuah lingkungan tidak hanya dibangun melalui pertemuan formal. Kedekatan juga dapat tumbuh ketika orang-orang bersedia menyediakan waktu untuk berjalan, berbicara, dan berdoa bersama.
Ziarah juga mengingatkan saya bahwa di tengah kesibukan, ada saatnya kita perlu memberikan ruang untuk diri sendiri.
Ruang untuk berdoa.
Ruang untuk bersyukur.
Ruang untuk bersama orang lain.
Dan ruang untuk sejenak tidak memikirkan seberapa cepat kita harus menjalani kehidupan.
Saya berangkat bersama umat Lingkungan Ursula untuk melakukan perjalanan ziarah. Namun, ketika pulang, saya merasa perjalanan tersebut memberikan sesuatu yang lebih sederhana sekaligus bermakna: kesempatan untuk lebih dekat dengan sesama, sekaligus menyediakan waktu untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan.
