Dari Kandang ke Ekonomi Makro: Peran Peternakan Ayam Kampung

Dionisius Mahasiwa Universitas Pamulang Pendidikan Ekonomi S1
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Dionisius Wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika mendengar istilah ekonomi makro, yang terbayang mungkin adalah persoalan besar seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, atau kondisi perekonomian suatu negara. Pembahasannya terasa jauh dari aktivitas sederhana yang dilakukan masyarakat sehari-hari.
Saya pun sempat melihat ekonomi dengan cara seperti itu. Namun, pengalaman ikut mengembangkan peternakan ayam kampung bersama ayah membuat saya melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Peternakan kami bukanlah peternakan besar. Semuanya masih dimulai dalam skala kecil. Saya dan ayah mencoba merawat dan mengembangkan ayam kampung sedikit demi sedikit sambil melihat bagaimana usaha ini dapat berjalan ke depannya.
Dari kandang kecil tersebut, saya mulai menyadari satu hal: perekonomian yang besar sebenarnya tersusun dari begitu banyak aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat dalam skala yang jauh lebih kecil.
Dari Kandang Kecil, Ada Kegiatan Produksi
Awalnya, saya hanya ikut membantu ayah. Semakin sering terlibat, saya mulai memperhatikan bagaimana anak ayam yang masih kecil harus dirawat dan dikembangkan secara bertahap.
Prosesnya tentu tidak instan. Kami tidak memulainya dengan bayangan memiliki peternakan besar ataupun mendapatkan hasil yang besar dalam waktu singkat. Untuk sekarang, kami menjalankannya perlahan.
Namun, jika dilihat dari sisi ekonomi, kegiatan sederhana tersebut sebenarnya merupakan bagian dari aktivitas produksi.
Peternakan menghasilkan sesuatu yang memiliki manfaat bagi masyarakat. Ketika kegiatan serupa dilakukan oleh banyak peternak, aktivitas yang awalnya terlihat kecil menjadi bagian dari kegiatan produksi yang lebih luas.
Di sinilah saya mulai memahami bahwa pembahasan ekonomi makro tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang terasa jauh dari kehidupan sehari-hari.
Kita dapat melihatnya dari kegiatan masyarakat yang ada di sekitar kita.
Ketika Banyak Usaha Kecil Menjadi Bagian dari Ekonomi yang Besar
Satu peternakan ayam kampung skala kecil mungkin tidak akan mengubah kondisi perekonomian suatu negara. Saya pun tidak ingin menggambarkan usaha bersama ayah seolah-olah memiliki pengaruh sebesar itu.
Namun, bagaimana jika kegiatan produksi dilakukan oleh banyak rumah tangga, peternak, pedagang, dan pelaku usaha di berbagai tempat?
Di situlah perspektifnya menjadi berbeda.
Perekonomian tidak bergerak hanya karena perusahaan besar. Di dalamnya juga terdapat aktivitas produksi dan konsumsi yang dilakukan masyarakat setiap hari. Peternakan rakyat merupakan salah satu bagian dari aktivitas tersebut.
Peternak membutuhkan berbagai kebutuhan untuk menjalankan kegiatan peternakannya. Di sisi lain, hasil peternakan juga berkaitan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat.
Ada kegiatan produksi, ada permintaan, ada pengeluaran, dan ada pendapatan yang terus berputar.
Dari sini saya mulai melihat hubungan antara kegiatan ekonomi dalam skala kecil dan gambaran ekonomi yang lebih luas.
Peternakan dan Kebutuhan Pangan Masyarakat
Ada hal lain yang membuat peternakan menarik jika dilihat dari perspektif ekonomi makro, yaitu hubungannya dengan pangan.
Ayam dan berbagai hasil peternakan merupakan bagian dari kebutuhan pangan masyarakat. Artinya, kegiatan peternakan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seorang peternak menjalankan usaha, tetapi juga berkaitan dengan proses penyediaan pangan.
Ketika membicarakan pangan dalam skala masyarakat yang luas, persoalannya menjadi lebih besar daripada kegiatan satu peternakan.
Ada produksi yang harus berjalan, kebutuhan masyarakat yang perlu dipenuhi, distribusi yang menghubungkan produsen dan konsumen, hingga harga yang akhirnya dihadapi masyarakat.
Bagi saya, hal ini membuat kandang ayam yang sederhana terasa memiliki cerita ekonomi yang lebih luas.
Saya tidak lagi hanya melihat ayam yang sedang kami rawat. Saya mulai melihat bahwa kegiatan serupa yang dilakukan banyak peternak merupakan bagian dari sebuah rantai ekonomi.
Harga Juga Menjadi Bagian dari Cerita
Peternakan juga tidak berdiri sendiri dari perubahan kondisi ekonomi.
Dalam menjalankan usaha, peternak membutuhkan berbagai kebutuhan produksi. Ketika harga kebutuhan produksi berubah, biaya yang harus dikeluarkan pelaku usaha juga dapat ikut berubah.
Di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen juga mempertimbangkan harga ketika membeli kebutuhan pangan.
Dari sini terdapat hubungan antara produsen dan konsumen yang menarik untuk diperhatikan. Peternak membutuhkan kondisi yang memungkinkan kegiatan produksinya terus berjalan, sedangkan masyarakat membutuhkan pangan dengan harga yang tetap dapat dijangkau.
Persoalan harga seperti inilah yang kemudian dapat menjadi bagian dari pembahasan ekonomi yang lebih luas, terutama ketika perubahan terjadi pada banyak barang dan dirasakan masyarakat secara luas.
Pengalaman membantu ayah membuat saya lebih mudah memahami hal tersebut. Konsep ekonomi yang sebelumnya hanya saya lihat melalui materi pembelajaran ternyata dapat ditemukan dalam aktivitas sehari-hari.
Peternakan Rakyat dan Aktivitas Ekonomi Masyarakat
Peternakan rakyat juga dapat dilihat sebagai salah satu bentuk kegiatan ekonomi produktif di masyarakat.
Seseorang memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu. Ketika kegiatan tersebut berkembang, ada kemungkinan aktivitas ekonomi di sekitarnya ikut terbentuk.
Namun, saya menyadari bahwa proses menuju ke sana tidak sederhana.
Usaha peternakan yang kami jalankan sendiri masih berada pada tahap kecil. Kami masih belajar, merawat ayam yang ada, dan melihat bagaimana perkembangannya nanti.
Justru pengalaman tersebut membuat saya memahami bahwa kegiatan ekonomi tidak selalu dimulai dari modal besar atau usaha berskala besar.
Ada banyak kegiatan ekonomi yang dimulai dari rumah, keluarga, dan sumber daya yang tersedia di sekitar.
Jika kegiatan produktif seperti ini tumbuh di banyak keluarga dan masyarakat, secara bersama-sama aktivitas tersebut menjadi bagian dari perekonomian yang jauh lebih besar.
Ekonomi Makro Ternyata Tidak Terlalu Jauh
Dari pengalaman ini, cara saya melihat ekonomi makro perlahan berubah.
Ekonomi makro memang membicarakan perekonomian secara luas. Namun, di balik angka pertumbuhan ekonomi, produksi, konsumsi, tingkat harga, dan kesempatan kerja, terdapat kegiatan nyata yang dilakukan masyarakat.
Ada orang yang bekerja, ada keluarga yang menjalankan usaha, ada peternak yang menghasilkan pangan, ada pedagang yang menjual barang, dan ada masyarakat yang melakukan konsumsi.
Semuanya saling berkaitan.
Karena itu, menurut saya, mempelajari ekonomi akan terasa lebih dekat ketika kita mencoba melihat hubungan antara konsep yang dipelajari dan aktivitas yang ada di sekitar.
Saya menemukannya dari kandang ayam kampung bersama ayah.
Belajar Ekonomi dari Sesuatu yang Sederhana
Sampai sekarang, usaha ayam kampung yang saya jalankan bersama ayah masih berada dalam skala kecil. Saya belum tahu akan sebesar apa usaha ini nantinya.
Namun, pengalaman tersebut sudah memberikan pelajaran yang cukup berarti bagi saya.
Saya belajar tentang proses produksi, kesabaran, konsistensi, dan bagaimana sebuah usaha dibangun secara bertahap. Di saat yang sama, saya mulai memahami bahwa kegiatan sederhana yang dilakukan masyarakat memiliki tempat dalam sebuah sistem ekonomi yang lebih besar.
Satu kandang kecil memang tidak akan menggerakkan perekonomian sendirian.
Namun, ketika kita melihat banyak peternak, petani, pedagang, usaha keluarga, dan pelaku usaha lainnya yang sama-sama melakukan kegiatan produksi, kita mulai melihat gambaran yang berbeda.
Ekonomi makro pada akhirnya bukan hanya tentang angka-angka besar. Angka tersebut merupakan gambaran dari begitu banyak aktivitas ekonomi yang berlangsung di masyarakat.
Dari pengalaman beternak bersama ayah, saya belajar bahwa untuk memahami perekonomian yang besar, terkadang kita bisa memulainya dengan memperhatikan sesuatu yang kecil.
Bahkan, dari sebuah kandang ayam di rumah.
