Konten dari Pengguna

14 Tahun Lalu Prabowo Bilang 'Saya Ingin Indonesia No Longer Waiting'

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dirgayuza Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dirgayuza dan Presiden Prabowo di Gardens by the Bay 14 tahun lalu. Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dirgayuza dan Presiden Prabowo di Gardens by the Bay 14 tahun lalu. Dok. Pribadi

Saya tidak akan pernah lupa. 24 September 2012. Hari itu sangat terik. Tapi kami tidak merasa panas.

Di foto ini saya berjalan bersama Pak Prabowo di Gardens by the Bay, Singapura. Taman futuristik seluas 100 hektare itu baru beberapa bulan diresmikan.

Dengan deretan Supertrees raksasa dan kubah kaca terbesar di dunia, Gardens by the Bay menjadi ikon baru Singapura--simbol bagaimana sebuah negara kecil tanpa sumber daya alam mampu membangun salah satu ruang publik paling terkenal di dunia.

Saya menemani Pak Prabowo berjalan santai di tengah taman sambil melihat Marina Bay. Sambil berjalan, Pak Prabowo berkata kepada saya:

“Yuza. Saya ingin rakyat Indonesia segera punya taraf hidup yang tidak kalah dengan rakyat Singapura.”

Banyak politisi Indonesia pernah mengucapkan kalimat serupa. Tetapi yang membuat saya terus mengingatnya selama empat belas tahun berikutnya adalah penjelasan setelahnya.

Beliau mengatakan bahwa untuk mencapai itu, Indonesia membutuhkan decisive leadership.

Kepemimpinan yang berani mengambil keputusan.

Terlalu banyak masalah di Indonesia sebenarnya bukan karena Indonesia kekurangan ide, studi atau konsep.

Yang sering kurang adalah keberanian untuk memutuskan.

Beliau kemudian mengutip sebuah prinsip kepemimpinan yang hingga hari ini masih saya ingat:

“Do not let the perfect be the enemy of the good.”

Jangan menunggu semuanya sempurna.

Yang penting diputuskan. Dikerjakan. Lalu disempurnakan sambil berjalan.

14 tahun kemudian, ketika saya melihat kembali foto ini, saya menyadari bahwa ucapan beliau siang itu bukan sekadar ucapan biasa.

Ucapan itu adalah gambaran tentang cara beliau memimpin.

Lihat saja apa yang terjadi dalam dua tahun terakhir.

Berbagai gagasan yang selama puluhan tahun hanya berpindah dari meja rapat ke meja rapat akhirnya benar-benar jalan.

1. Gas Abadi Masela yang menunggu hampir 30 tahun dari 1997 akhirnya mulai dibangun Juli 2026.

2. Dana Kedaulatan Danantara yang diwacanakan dari akhir 1980an akhirnya terwujud Februari 2025.

3. Kilang minyak RDMP Balikpapan yang bertahun-tahun menghadapi berbagai hambatan dan sabotase akhirnya selesai Januari 2026.

4. Bullion Bank (Bank Emas) yang telah lama menjadi diskusi akhirnya berdiri Februari 2025.

5. Gaji hakim yang tidak naik selama 12 tahun akhirnya dinaikkan bahkan sampai naik 280% di Juni 2025.

6. Swasembada solar yang diperjuangkan melalui biodiesel selama dua dekade akhirnya tercapai dengan program B50 di Juli 2026.

7. Program makan bergizi dengan cakupan nasional yang sejak era PMT-AS menjadi cita-cita akhirnya terlaksana mulai Januari 2025.

8. Kredit macet UMKM yang membelit selama puluhan tahun akhirnya diselesaikan di hari hari pertama menjabat Presiden di November 2024.

9. Per Juli 2026, 1.000 dari 5.000 jembatan desa yang oleh sebagian warga ditunggu puluhan tahun akhirnya terbangun.

10. Singapura punya Gifted Education Program dari 1984. 42 tahun kemudian, akhirnya kita punya program serupa. Sekolah Unggul Garuda baru menerima angkatan pertamanya Juli 2026.

11. Kasus kasus korupsi besar yang telah berjalan puluhan tahun dan merugikan negara ratusan triliun Rupiah akhirnya dibongkar dan diselesaikan, termasuk penyelundupan SDA dan pelanggaran kawasan hutan jutaan hektar. Penerimaan negara dari penyitaan aset koruptor belum pernah sebesar ini.

Di saat yang sama, Indonesia mencatat berbagai rekor baru sepanjang hampir delapan puluh tahun kemerdekaan karena kebijakan kebijakan tepat yang diputuskan dengan cepat:

  • Nilai tukar petani tertinggi.

  • Cadangan beras pemerintah tertinggi.

  • Swasembada 8 komoditas pangan strategis tercapai

  • Nilai ekspor komoditas meningkat karena kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN PT DSI.

  • Presiden Republik Indonesia kemana-mana naik mobil rancangan anak bangsa.

Dan ini belum semua. Ini baru permulaan.

Sebentar lagi Indonesia akan memiliki motor listrik nasional dan mobil listrik nasional. Akhirnya.

Berbagai industri strategis yang selama ini hanya hidup dalam seminar dan kajian mulai berubah menjadi pabrik, lapangan kerja, dan produk nyata karena dibiayai dan dibangun oleh Danantara. Akhirnya.

Akhirnya ini terbangun. Akhirnya itu selesai.

Dan saya taksir masih akan ada banyak “akhirnya” di era Presiden Prabowo ini.

Berbagai capaian ini menjadi mungkin karena prinsip, “do not let the perfect be the enemy of the good.”

Presiden Prabowo tidak menunggu semuanya sempurna. Yang penting diputuskan. Dikerjakan. Lalu disempurnakan sambil berjalan.

Kalau tidak, seperti kata Indonesianis Adam Schwartz, Indonesia akan selamanya menjadi a nation in waiting.

Sekarang, Indonesia is no longer in waiting.

Catatan Dirgayuza, 18 Juli 2026. Catatan atas kerja Presiden yang lebih lengkap dapat dibaca dalam buku Presiden Solusi / Problem Solver.