Konten dari Pengguna

PANDEMI BUKAN PENGHALANG MAHASISWA UNDIP MENERJUNKAN MAHASISWA UNTUK MENGABDI

Dita Havina DHm

Dita Havina DHm

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dita Havina DHm tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar 1. Prosedur Pembuatan Pupuk Kompos
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Prosedur Pembuatan Pupuk Kompos
Gambar 2. Kegiatan Bimbingan Belajar untuk Anak-anak
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 2. Kegiatan Bimbingan Belajar untuk Anak-anak

Huristak (13/08) – Di tengah pandemic Covid-19 Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang tetap melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN merupakan salah satu kewajiban mahasiswa Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan Tersebut dilaksanakan di domisili dari masing-masing mahasiswa/i.

Anisah Harahap, seorang mahasiswi fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Departemen Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Meski adanya wabah pandemic Covid-19 mahasiswa ini tetap melaksanakan pengabdian tersebut.

Dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut, mahasiswi ini ditempatkan di daerah asalnya, yaitu Desa Sigading, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Terdapat dua kegiatan monodisiplin yang dilaksanakan oleh mahasiswi ini dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat ditengah Pandemi Covid-19 Berbasisi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah yang pertama adalah “Pembuatan Pupuk Kompos dari Bahan Organik”. Latar belakang kegiatan pembuatan pupuk kompos ini adalah dengan melihat kondisi masyarakat dimana rata-rata mata pencaharian adalah bertani dan beternak. Jenis tanaman yang hamper semua masyarakat miliki adalah pohon sawit dan juga pohon karet. Upaya meningkatkan produksi tidak hanya bertumpu pada perluasan lahan, oleh karenanya produktivitas kelapa sawit per hektar areal tanaman perlu untuk segera ditingkatkan. Untuk itu perlu mengidentifikasi upaya yang diperlukan dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit. Identifikasi dilakukan dengan menganalisa semua factor yang terlibat dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit dengan analytical network process (ANP). Kriteria potensial berdampak besar pada peningkatan produktivitas perkebunan adalah kesehatan tanaman, penyisipan bibit, jenis pupuk, jumlah dan dosis pupuk, kesesuaian alat dan bahan kerja, jenis tanah, frekuensi pupuk, prosedur kerja, pengendalian gulma, pengendalian hama, teknologi pemupukan, dan pemupukan bibit. Populasi per hektar dan keseragaman tanaman dengan bobot 31,5%, dan pemupukan 27,6% menjadi faktor utama yang harus diamati dan ditindaklanjuti untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit. Oleh karena itu pemanfaatan bahan organik sebagai pupuk kompos sangat penting di lokasi KKN terkait. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 31 Juli 2020. Proses kegiatan tersebut sangat memberikan manfaat bbagi masyarakat setempat.

Kegiatan yang kedua adalah “Belajar di Rumah di Tengah Pandemi Covid-19”. Latar belakang kegiatan ini adalah karena adanya pandemic Covid-19, sehingga proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring.. namun karena keterbatassan fasilitas maka kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka dengan seragam bebas dan di rumah. Oleh karena itu mahasiswi ini berperan aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kegiatan ini berlangsung pada hari senin-sabtu/hari efektif belajar dengan minimal waktu 2 jam. Mahasiswi ini pun mendapat bannyak respon positif dari orangtua murid dan juga murid-murid yang diajar.

DPL : Alan Prahutama, S.Si., M.Si

#kkntimiiperiode2020 #p2kkn #lppmundip #undip