Infrastruktur Sumber Daya Air, Penunjang Kesejahteraan Masyarakat

Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan Bandung
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Diva Kezia Calista tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Infrastruktur sumber daya air dengan segala manfaatnya menjadi masa depan bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan air terpadu oleh infrastruktur sumber daya air memengaruhi kualitas kehidupan masyarakat, mengingat peran penting air di setiap sektor kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga industri. Indonesia yang termasuk ke dalam 10 negara kaya air dengan cadangan air tawar terbesar di dunia terancam krisis air bersih akibat lemahnya sistem pengelolaan air ditambah adanya variasi musim dan ketimpangan ketersediaan air. Selain itu, ancaman krisis air bersih juga disebabkan oleh perusakan lingkungan yang menyebabkan penurunan kapasitas penyerapan air dan peningkatan jumlah penduduk yang disertai peningkatan konsumsi air. Hal tersebut menjadikan beberapa daerah mengalami kelimpahan air dan kemudahan dalam mengakses air disertai risiko banjir yang tinggi, sedangkan beberapa daerah lainnya mengalami kekeringan yang menyebabkan kekurangan air dan kesulitan dalam mengakses air.
Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suprayogi, tampungan air yang ideal bagi suatu negara adalah 1900 meter kubik per kapita per tahun, sedangkan Indonesia baru memiliki 53 meter kubik per kapita per tahun. (Kompas, 2019). Jumlah tersebut baru sekitar 2% dari jumlah ideal tampungan air suatu negara. Data Informasi Statistik Infrastruktur PUPR 2020 menunjukkan bahwa pada awal tahun 2020, Indonesia memiliki 201 bendungan dan direncanakan akan terus bertambah dengan target 46 bendungan selesai pada tahun 2024. Jika jumlah bendungan tersebut dibandingkan dengan negara lain misalnya Jepang yang memiliki 3000 bendungan dengan luas wilayahnya yang tidak lebih dari seperempat wilayah Indonesia, maka Indonesia dapat dikatakan kalah jauh. Minimnya jumlah infrastruktur sumber daya air membuat penambahannya dibutuhkan untuk mengimbangi laju kebutuhan dan ketersediaan air serta memanfaatkan potensi sumber daya air yang bisa dieksplorasi dan dimanfaatkan.
Penambahan infrastruktur sumber daya air memberikan manfaat-manfaat di berbagai sektor yang kemudian bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Manfaat-manfaat infrastruktur sumber daya air antara lain adalah penyedia air baku atau air minum, irigasi, pembangkit listrik, dan pengendali banjir. Tak hanya itu, infrastruktur sumber daya air, seperti waduk dan bendungan, juga bisa dimanfaatkan dalam sektor perikanan dengan menjadi nelayan tangkap dan pengembangan wisata dengan dijadikan tempat berwisata.
Manfaat-manfaat tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air menunjang kehidupan masyarakat dengan mewujudkan ketahanan air, kedaulatan pangan, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan ekonomi serta telah disadari dan dijadikan salah satu sarana oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan Laporan Keuangan Kementerian PUPR TA 2019, pengelolaan sumber daya air mendapatkan anggaran terbesar kedua dengan anggaran senilai 40.657,8 miliar rupiah atau sebesar 33,43% yang menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya air menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Dibalik segala manfaatnya, pembangunan infrastruktur sumber daya air juga memakan biaya dan waktu yang cukup banyak serta risiko keselamatan dan kerusakan lingkungan. Kerja sama antara pemerintah, ahli-ahli sumber daya air, serta masyarakat diperlukan untuk mengoptimalkan fungsi infrastruktur sumber daya air. Perencanaan, pembangunan, dan pengelolaannya perlu dilakukan oleh ahli-ahli sumber daya air untuk meminimalisasi risiko kejadian-kejadian berbahaya yang tidak diinginkan dengan menciptakan keamanan struktur pada saat beroperasi dan kesiapsiagaan tindak darurat. Setelah pembangunan rampung, infrastruktur sumber daya air juga perlu disertai pemeliharaan yang bertanggung jawab dan disiplin dalam menjaga kualitas air, lingkungan, dan bangunan. Dengan begitu, manfaat pembangunan infrastruktur sumber daya air dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan.
Dari pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa keberadaan infrastruktur sumber daya air memberikan banyak manfaat dan mempunyai peranan penting untuk menunjang kesejahteraan masyarakat. Keberadaan infrastruktur sumber daya air akan mengatasi masalah variasi musim dan ketimpangan ketersediaan air dengan memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi serta mewujudkan ketahanan air di Indonesia.
Lebih lanjut, keberadaan infrastruktur sumber daya air akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan terwujudnya ketahanan pangan yang disebabkan peningkatan produksi pertanian, terjaganya lingkungan yang disebabkan penggunaan pembangkit listrik tenaga air yang bisa diperbaharui, pemeliharaan kualitas air, dan pengendalian perusakan lingkungan oleh banjir, dan terdorongnya perekonomian negara dengan meningkatnya ekspor produk pertanian dan penghasilan masyarakat sekitar dengan menjadi nelayan tangkap ataupun dijadikan tempat berwisata. Biaya, waktu, dan usaha untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air sebisa mungkin sebanding dengan manfaat yang diterima masyarakat.
Oleh karena itu, dalam rangka menunjang kesejahteraan masyarakat, manfaat keberadaan infrastruktur sumber daya air perlu dirasakan secara optimal dan berkelanjutan dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk memperhatikan perencanaan, pengelolaan, serta pemeliharaan secara terpadu.
