Mahasiswa KKN Undip Bantu Pembudidaya Ikan Tambaksari Jualan Online dan Branding

Mahasiswa S-1 Program Studi Manajemen, Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Diva Tarisa Lily Syahrani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tambaksari, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menghadirkan solusi digital bagi pembudidaya ikan di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kendal. Melalui program edukasi e-commerce dan strategi branding, mahasiswa membantu masyarakat memperluas pasar dengan menjual langsung ke konsumen (B2C) secara online.
Selama ini, mayoritas hasil panen perikanan hanya dipasarkan secara konvensional—melalui pengepul atau pasar lokal. Akibatnya, keuntungan terbatas dan pembudidaya tidak punya kendali atas harga. Melalui pelatihan ini, warga diajarkan cara memanfaatkan platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, sekaligus membangun branding produk perikanan yang menarik.
“Kami ingin agar para pembudidaya ikan Tambaksari tidak hanya tergantung pada B2B, tapi juga punya kendali menjual langsung ke konsumen secara digital,” jelas mahasiswa KKN dari Prodi Manajemen.
Pelatihan berlangsung secara praktis. Warga diajak membuat akun marketplace, mendesain label produk, serta menulis deskripsi dan narasi yang memperkuat identitas usaha mereka. Tidak hanya itu, mahasiswa juga memperkenalkan strategi promosi melalui media sosial seperti Instagram dan WhatsApp Business.
Produk seperti ikan segar, ikan olahan, hingga pakan hasil formulasi sendiri kini mulai dipasarkan ke konsumen rumah tangga melalui channel online. Beberapa pembudidaya bahkan telah menerima pesanan luar kota.
Kepala Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), menyatakan bahwa pelatihan ini membuka cara pandang baru bagi warganya. “Mereka jadi sadar bahwa menjual online bukan sekadar ikut tren, tapi cara untuk bertahan dan berkembang,” ucapnya.
