Mahasiswa KKN Undip Kenalkan HPP dan Harga Jual Pindang di Desa Tambaksari

Mahasiswa S-1 Program Studi Manajemen, Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Diva Tarisa Lily Syahrani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kendal - Dalam upaya mendukung pengembangan usaha lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro memperkenalkan sistem penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) dan harga jual produk pindang kepada para pelaku usaha pemindangan ikan di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.
Program kerja ini bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai cara menghitung HPP secara akurat dan menentukan harga jual yang sesuai dengan standar pedoman akuntansi menginat minimnya pemahaman pelaku usaha dalam menghitung HPP secara akurat. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan penetapan harga yang bisa merugikan pelaku usaha, baik karena overpricing (harga terlalu tinggi) maupun underpricing (harga terlalu rendah).
“Selama ini, sebagian besar pelaku usaha di Desa Tambaksari masih menentukan harga jual produk pindang secara perkiraan, tanpa mempertimbangkan biaya-biaya produksi secara menyeluruh. Ini berisiko pada ketidaksesuaian harga dengan kondisi pasar dan potensi kerugian usaha,” jelas mahasiswa KKN dari Program Studi Manajemen.
Melalui pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara langsung di rumah produksi warga, para wirausahawan diajak untuk memahami komponen biaya produksi, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, biaya operasional, hingga margin keuntungan yang wajar. Para pelaku usaha juga dibimbing menyusun perhitungan HPP menggunakan format sederhana yang mudah dipraktikkan. Harapannya, pelaku usaha pindang di Tambaksari bisa menentukan harga jual yang adil, masuk akal, dan menguntungkan dengan cara yang sederhana namun sesuai dengan pedoman akuntansi.
Salah satu wirausaha pemindangan di desa Tambaksari, menyambut baik program pelatihan pengenalan HPP dan harga jual serta berharap ilmu yang diberikan dapat terus diterapkan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKN yang memberikan solusi nyata dalam pengembangan ekonomi desa. Ini sejalan dengan visi kami untuk menjadikan Tambaksari sebagai desa mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Produk pindang ikan merupakan salah satu komoditas unggulan Desa Tambaksari yang telah dipasarkan hingga luar kecamatan. Dengan adanya pemahaman tentang penetapan harga yang profesional, diharapkan usaha pemindangan ikan warga bisa semakin berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Program ini menjadi bagian dari tema KKN bertajuk “Peningkatan Iptek untuk Budidaya Perikanan dan Pengolahan Ikan Guna Mendukung Ketahanan Pangan” yang mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis edukasi dan pencatatan keuangan usaha.
