Konten dari Pengguna

Perempuan Masuk Jurusan Teknik? Kenapa Nggak!

Diva Tazkiyah

Diva Tazkiyah

Seorang Mahasiswa Sosiologi Universitas Brawijaya

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Diva Tazkiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dulu, jurusan teknik sering banget dianggap sebagai “dunia laki-laki”. Mulai dari pelajaran yang katanya berat, praktikum yang melelahkan, sampai image teknik yang identik dengan logika dan otot, bikin banyak perempuan mikir dua kali buat masuk ke sana. Tapi sekarang, semua itu mulai berubah.

Semakin banyak perempuan yang berani menantang stereotip dan membuktikan kalau jurusan teknik juga bisa jadi tempat mereka tumbuh dan berprestasi. Mereka nggak cuma bertahan, tapi juga menunjukkan bahwa kemampuan dan semangat nggak kenal jenis kelamin.

Masih Ada Stereotip, Tapi Bisa kok Dilawan!

Stereotip gender itu ibarat tembok tak kasat mata. Banyak orang masih beranggapan kalau perempuan “nggak cocok” didunia teknik karena kurang logis, kurang kuat, atau takut kotor. Padahal, teknik bukan cuma soal otot, tapi juga kreativitas, ketelitian, dan kerja sama. Tentu hal ini bisa dimiliki siapa saja.

Perempuan yang memilih kuliah di jurusan teknik sering harus membuktikan kemampuan mereka lebih dari teman-teman cowoknya. Tapi dari situ juga, mereka jadi lebih tangguh dan mandiri. Mereka belajar berpikir cepat, menyelesaikan masalah, bahkan lebih hemat karena lebih fokus pada pengalaman daripada penampilan.

Perempuan yang sedang bekerja di bangunan. Sumber: Unsplash

Jalanan Terjal Tapi Penuh Cerita!

Kuliah di jurusan teknik memang nggak gampang. Tugas numpuk, banyak praktikum, dan teman-teman mayoritas cowok bisa jadi tantangan tersendiri. Tapi justru di situ serunya. Banyak perempuan merasa lebih bebas berekspresi karena nggak harus ikut standar “feminin” yang kaku. Bahkan, nggak sedikit yang bilang mereka justru lebih nyaman dan bisa jadi diri sendiri di lingkungan itu.

Dan jangan salah, lingkungan teknik juga bisa jadi tempat ketemu teman seperjuangan, bahkan pasangan hidup. Karena jumlah cowoknya banyak, jadi peluang ketemu jodoh lumayan besar.

Gimana Agar Lebih Banyak Perempuan Masuk Teknik?

Kalau kita mau lebih banyak perempuan masuk dan sukses di dunia teknik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Sekolah dan kampus perlu lebih ramah gender, dari cara mengajar sampai kebijakan di kelas dan lab.

  • Perlu lebih banyak figur perempuan inspiratif di bidang teknik buat jadi panutan.

  • Lingkungan kampus harus jadi tempat yang aman dan suportif, bukan bikin minder.

  • Orang tua dan guru juga penting banget buat dukung anak perempuan ambil jurusan sesuai minat, bukan karena strerotip "katanya cewek harusnya di jurusan ini".

Kesimpulannya? Dunia Teknik Juga Butuh Perempuan

Perempuan punya sudut pandang unik yang bisa memperkaya dunia teknik. Kalau semua jurusan diisi oleh orang dengan latar belakang dan cara berpikir yang sama, gimana mau ada inovasi?

Jadi buat kamu para perempuan yang suka tantangan, pengen bikin sesuatu, dan nggak takut kotor tangan, jangan ragu. Dunia teknik bukan cuma buat cowok. Dunia teknik butuh kamu juga!