Konten dari Pengguna

Paradigma Qur'ani Islam terhadap Perkembangan IPTEK

Diva Fajar

Diva Fajar

Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Brawijaya Angkatan 2021

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Diva Fajar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://unsplash.com/@malikshibly
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/@malikshibly

Ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang sudah kita tahu memang berkembang dengan sangat cepat dan pesat. Dampak dari perkembangannya adalah banyak bermunculannya ide, pemikiran, dan juga ilmu-ilmu baru yang mungkin sebelumnya tidak kita duga akan muncul. Dengan adanya ilmu pengetahuan, manusia akan mendapatkan sebuah kebenaran yang sudah teruji dengan indikator-indikator tertentu.

Pada masa sekarang ini, ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempengaruhi segala lini kehidupan manusia. Dengan pesatnya perkembangan iptek yang memberikan manusia banyak kemudahan, lantas apakah hal tersebut membuat fungsi agama sebagai pedoman hidup menjadi tergantikan? Bagaimana pandangan agama (dalam konteks ini agama Islam) terhadap adanya perkembangan iptek yang kadang-kadang perkembangannya terlampau canggih?

Di masa yang telah serba maju dan modern ini, agama masih tetap dibutuhkan sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia dalam seluruh aspek kehidupannya. Harapannya, adanya agama dalam kehidupan manusia mampu untuk memberikan batasan-batasan dan membuat manusia bisa mengambil dampak positif yang ada sambil membuat efek samping atau dampak negatifnya menjadi seminimal mungkin.

Dalam agama Islam sendiri, ilmu pengetahuan dipandang sebagai kebutuhan manusia untuk memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan memberikan fasilitas untuk memudahkan manusia mengenal Tuhannya. Ilmu pengetahuan merupakan bagian dari pelaksanaan kewajiban manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Swt. yang memiliki akal. Islam sendiri mendorong umatnya untuk mempelajari ilmu pengetahuan melalui kitab sucinya yaitu Al-Qur’an dan juga hadis-hadis yang berasal dari Nabi.

Di dalam Al-Qur’an, kita dapat menemukan segala informasi yang dibutuhkan oleh manusia, baik yang sudah diketahui oleh manusia maupun yang belum diketahui oleh manusia. Banyak ayat yang secara langsung maupun tidak langsung mengarah pada aktivitas ilmiah dan pengembangan ilmu, seperti perintah untuk berpikir, merenung, menalar, dan semacamnya. Dalam QS. Ar-Rahman ayat 33, Allah Swt. telah menerangkan bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat banyak ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Manusia hanya tinggal menggali, mengembangkan konsep dan teori yang sudah ada, dan kemudian menyempurnakannya.

Bagi umat Islam sendiri, menuntut ilmu hukumnya wajib sesuai dengan salah satu hadis yang bersumber dari Rasulullah Saw. sendiri yaitu: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah). Islam juga memuliakan orang-orang yang memiliki pengetahuan dan menempatkannya pada tempat yang memiliki derajat tinggi. Terdapat banyak pernyataan dalam Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi yang memuliakan dan memuji orang yang menuntut ilmu. Islam bukan hanya terbuka terhadap pembaharuan yang berasal dari ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong untuk mencapai kemajuan yang berasal dari ilmu pengetahuan tersebut.

Iptek dan agama Islam merupakan komponen yang saling melengkapi antara satu sama lain bagi seorang Muslim yang hidup di zaman modern seperti sekarang ini. Kita bisa melihat dengan jelas bahwa tidak ada kontradiksi antara agama Islam dengan ilmu pengetahuan. Keduanya bersifat integral dan tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Hubungan tersebut bisa menunjukkan kepada kita bagaimana Islam memandang ilmu pengetahuan dan hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang ilmiah dengan sangat positif. Islam sebagai sebuah agama tidak menjadi sebuah portal penghalang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Islam justru sangat terbuka dan mendukung adanya perkembangan iptek selama tidak bertentangan dengan akidah-akidah Islam yang tercantum pada Al-Qur’an dan hadis. Tinggal kita sebagai umat Muslim yang harus bisa menyeimbangkan antara keduanya agar hidup kita tetap seimbang dalam mencapai tujuan hidup di dunia dan di akhirat.