Konten dari Pengguna

Candi Singosari: Sinkretisme Hindu-Buddha dan Simbol Kejayaan Kerajaan Singosari

Diva Shakilla Bilvina

Diva Shakilla Bilvina

Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Diva Shakilla Bilvina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu Candi Singosari?

Candi Singosari, adalah salah satu warisan budaya Hindu-Buddha di Indonesia, yang merupakan simbol kejayaan Kerajaan Singosari yang berdiri di abad ke-13. Candi ini terletak di Kelurahan Candirenggo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, candi ini tidak hanya menjadi pusat keagamaan tetapi juga monumen penghormatan kepada Raja Kertanegara. Melalui arsitektur dan ornamen, Candi Singosari mencerminkan perpaduan budaya Hindu dan Buddha yang menjadi dasar spiritual masyarakat Jawa kala itu.

Bentuk Candi Singosari Hasil Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Bentuk Candi Singosari Hasil Dokumentasi Pribadi

Arsitektur dan Konsep Kosmologi

Struktur Candi Singosari mengadaptasi konsep kosmologi Hindu-Buddha yang menggambarkan alam semesta. Bangunan candi dibagi menjadi tiga bagian utama:

  • Bhurloka – Bagian bawah melambangkan dunia fana.

  • Bhuwarloka – Tubuh candi sebagai dunia tengah.

  • Swarloka – Atap candi mewakili dunia para dewa.

Uniknya, Candi Singosari belum sepenuhnya selesai. Relief pada bagian bawah candi masih kosong, berbeda dengan bagian atas yang kaya ukiran. Hal ini menunjukkan kemungkinan candi dibangun dengan terburu-buru setelah wafatnya Raja Kertanegara.

Sinkretisme Hindu-Buddha

Candi Singosari adalah cerminan sinkretisme, atau perpaduan ajaran Hindu dan Buddha. Hal ini tampak jelas pada:

  • Arca Dwarapala, penjaga gerbang kerajaan yang berada 300 meter dari candi, yang memadukan simbol perlindungan Hindu dan filosofi keseimbangan spiritual Buddha.

  • Relief dan patung yang menggambarkan dewa-dewa Hindu, seperti Siwa, berdampingan dengan patung Buddha.

Perpaduan ini menunjukkan harmoni antara kedua agama, serta toleransi dan asimilasi budaya pada masa Kerajaan Singhasari.

Akulturasi Seni Lokal dan India

Candi Singosari juga menjadi bukti adaptasi budaya India dengan kearifan lokal Jawa. Relief yang menggambarkan tokoh mitologi seperti Arjuna dan Batara Kala diinterpretasikan dengan gaya khas Jawa, seperti pakaian dan ekspresi yang lebih lokal. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun dipengaruhi budaya luar, masyarakat Jawa tetap mempertahankan identitas budayanya.

Fungsi dan Nilai Filosofis

Sebagai monumen penghormatan, Candi Singosari berfungsi untuk mengenang Raja Kertanegara yang dianggap sebagai pemimpin visioner. Secara filosofis, candi ini menjadi simbol spiritual dan keagamaan masyarakat Jawa. Selain itu, keberadaan candi memperlihatkan pentingnya seni, agama, dan kekuasaan sebagai bagian tak terpisahkan dari peradaban Nusantara.