Konten dari Pengguna

Adhiwangsa Rayakan Hari Kartini lewat Merangkai Bunga

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Diyah Kusuma Adha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Workshop merangkai bunga di Adhiwangsa Hotel & Convention menjadi salah satu kegiatan dalam peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026. Sekitar 30 staf perempuan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan bersama Alala Bouquet, mulai dari demonstrasi hingga mencoba merangkai bunga sendiri.

“Tak bisa merangkai bunga.”

Kalimat itu sempat menjadi keraguan sejumlah peserta ketika mengikuti workshop yang diselenggarakan Adhiwangsa Hotel & Convention bersama Alala Bouquet.

Hari itu peserta tidak datang untuk membuktikan bahwa mereka sudah bisa merangkai bunga. Mereka justru diberi kesempatan untuk mencoba sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sekitar pukul 13.00. Alala Bouquet menyiapkan bunga, bahan, dan perlengkapan merangkai, sekaligus menghadirkan tim florist untuk memberikan demonstrasi dan mendampingi peserta selama proses berlangsung.

Bunga segar seperti aster, krisan, mawar, dan pikok telah disiapkan berdasarkan jenisnya. Peserta kemudian dapat memilih bunga yang ingin digunakan dalam rangkaian masing-masing.

Konsepnya memang dibuat sederhana. Vika, salah satu instruktur dari Alala Bouquet menjelaskan bahwa rangkaian yang didemonstrasikan tidak hanya mempertimbangkan tampilan, tetapi juga teknik agar mudah diikuti peserta.

“Konsepnya lebih ke rangkaian bunga yang simpel. Jadi selain tampilannya yang cantik, tekniknya juga jadi bahan pertimbangan agar bisa diikuti sama teman-teman,” ujar Vika.

Peserta mengikuti workshop merangkai bunga dalam peringatan Hari Kartini di Adhiwangsa Hotel & Convention, 21 April 2026. (Foto: Ardi)

Peserta mulai menyusun bunga dengan pilihan warna dan komposisi masing-masing. Tidak semuanya langsung berjalan mulus.

Beberapa peserta mengalami kesulitan ketika memasuki tahap membungkus rangkaian. Ada yang masih kebingungan memasang kertas pembungkus atau menentukan posisi bunga agar terlihat seimbang. Tim Alala Bouquet kemudian membantu peserta memperbaiki rangkaian mereka.

Menurut Defi, salah satu anggota tim Alala Bouquet menyebutkan bahwa sebagian besar peserta memang belum pernah merangkai bunga sebelumnya. Meski mengalami kesulitan, mereka tetap berusaha menyelesaikan rangkaiannya.

“Walaupun beberapa kali mengalami kesulitan, mereka tetap mencoba dan tidak mudah menyerah sampai rangkaiannya selesai,” kata Defi.

Bagi saya, bagian tersebut justru menjadi hal menarik dari workshop ini. Merangkai bunga terlihat sederhana ketika hanya dilakukan oleh orang yang sudah terbiasa. Namun, bagi orang yang baru pertama kali mencobanya, memilih bunga, mengatur posisi, hingga membungkusnya ternyata membutuhkan keberanian dan kesabaran untuk mengulang ketika hasilnya belum sesuai keinginan.

Menariknya, tidak ada dua rangkaian yang benar-benar sama.

Meskipun bunga yang disediakan relatif serupa, peserta bebas menentukan warna dan susunan sesuai selera. Ada yang memilih warna tertentu, sementara peserta lain mencoba menyusun bunga dengan gaya masing-masing.

Laras, salah satu anggota tim Alala Bouquet melihat perbedaan tersebut sebagai bagian menarik dari kegiatan.

“Walaupun bunga dan jenisnya sudah disediakan, hasil rangkaian setiap peserta tetap bisa berbeda,” kata Laras.

Hal tersebut sejalan dengan konsep yang dibawa Adhiwangsa dalam memperingati Hari Kartini. Menurut Aji, perwakilan Adhiwangsa, kegiatan tersebut dirancang sebagai kesempatan bagi peserta untuk mencoba aktivitas kreatif di luar rutinitas pekerjaan.

“Jadi peserta tidak hanya berkumpul dan merayakan Hari Kartini, tetapi juga bisa mencoba sesuatu yang baru,” ujar Aji.

Bagi saya, berani mencoba sesuatu yang baru terasa lebih relevan daripada sekadar menjadikan workshop sebagai kegiatan tambahan dalam perayaan Hari Kartini. Tidak semua orang harus langsung mahir ketika mencoba sesuatu untuk pertama kalinya.

Justru dari proses mencoba itulah peserta akhirnya dapat melihat hasil yang sebelumnya mungkin tidak mereka bayangkan.

Aji mengatakan salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika peserta yang sejak awal merasa tidak bisa merangkai bunga akhirnya berhasil menyelesaikan rangkaiannya sendiri.

Peserta mengikuti workshop merangkai bunga dalam peringatan Hari Kartini di Adhiwangsa Hotel & Convention, 21 April 2026. (Foto: Ardi)

Setelah seluruh rangkaian selesai, kegiatan ditutup dengan fashion show. Para peserta membawa hasil karya bunga masing-masing sebagai bagian dari penutup acara.

“Semangat untuk mencoba hal baru. Nggak perlu langsung bisa, yang penting berani mencoba dan bikin sesuai dengan yang diinginkan,” ujar Vika.

Kalimat tersebut mungkin menjadi inti dari kegiatan hari itu.

Hari Kartini tidak selalu harus diperingati melalui sesuatu yang besar. Terkadang memberi ruang kepada seseorang untuk mencoba hal yang belum pernah dilakukan juga dapat menjadi bentuk perayaan yang sederhana.

Dan dari sesuatu yang awalnya dimulai dengan kalimat “nggak bisa”, akhirnya lahir sebuah rangkaian bunga yang bisa dibawa pulang.