Konten dari Pengguna

Resensi Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Diyah Kusuma Adha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Judul: Sekawan Limo 2: Gunung Klawih

Sutradara: Bayu Skak

Rumah Produksi: Starvision Plus, Skak Studios

Rilis Streaming: 24 September 2026 (Netflix)

Durasi: 122 menit (2 jam)

Pemeran: Bayu Skak, Nadya Arina, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Jihane Almira, Joshua Suherman, Brandon Salim, Tutus Thomson, Elsa Japasal, Ferry Salim, Cak Kartolo, Audya Ananta, dan Ning Tini.

Suasana area lorong bioskop. (Dokumentasi Pribadi)

Sinopsis

Tiga tahun setelah kejadian di Gunung Madyopuro, Bagas, Lenni, Andrew, Dicky, dan Juna kembali dihadapkan dengan masalah baru. Kali ini, keluarga Andrew terancam menjadi tumbal pesugihan Gunung Klawih. Kelimanya pun kembali melakukan perjalanan untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut.

Namun, perjalanan mereka tidak berjalan mudah. Juna tanpa sengaja terseret ke dunia demit dan mengalami berbagai kejadian di luar nalar. Di tengah teror dan kekacauan tersebut, hubungan antarkarakter serta persoalan pribadi mereka ikut berkembang.

Kelebihan

1. Komedi yang konsisten

Bagi saya, kekuatan utama Sekawan Limo 2 ada pada komedinya. Hampir sepanjang cerita selalu ada saja dialog atau tingkah para karakter yang mengundang tawa. Komedi tersebut juga membuat film tidak terasa terlalu berat meskipun membawa unsur horor.

2. Dunia demit yang menarik

Bagian yang paling saya suka adalah ketika Juna dibawa ke dunia demit. Bagian ini memberikan pengalaman yang berbeda karena penonton bisa melihat sisi dunia gaib yang lebih luas. Adegan tersebut juga menjadi salah satu bagian yang paling berkesan bagi saya.

3. Horor yang tidak terlalu serius

Pada awalnya saya mengira film ini akan dipenuhi jumpscare dan hantu yang menyeramkan. Ternyata, horornya lebih banyak dipadukan dengan komedi. Tidak banyak adegan berdarah atau jumpscare yang benar-benar membuat takut, tetapi justru hal tersebut menjadi ciri khas Sekawan Limo 2 sebagai horor komedi.

4. Chemistry pemain tetap terasa

Hubungan antara kelima karakter utama masih terasa seperti film pertama. Tingkah mereka yang saling melengkapi membuat perjalanan dalam film tetap terasa seru untuk diikuti.

Kekurangan

1. Terdapat bagian yang terasa kurang menarik

Bagian yang menurut saya cukup mengganggu adalah cerita Bagas yang masih ragu dengan hubungannya bersama Lenni. Dibandingkan bagian lain, subplot ini terasa lebih lambat dan kurang menarik perhatian saya.

2. Tidak jauh berbeda dari film pertama

Bagi saya, tingkat keseruan Sekawan Limo 2 kurang lebih masih sama dengan film pertamanya. Film ini tidak memberikan pengalaman horor yang jauh lebih menyeramkan, sehingga penonton yang berharap ada peningkatan besar mungkin tidak akan menemukan banyak perbedaan.

Adegan dalam film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih. (Dokumentasi Pribadi)

Penilaian

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih tetap menjadi film horor komedi yang menghibur. Film ini memang tidak terlalu menakutkan, tetapi komedi yang muncul sepanjang cerita membuat film tetap menyenangkan untuk ditonton.

Bagi saya, film ini cocok untuk penonton yang menyukai horor ringan dengan banyak komedi. Jika mengharapkan horor serius dan penuh jumpscare, film ini mungkin terasa berbeda dari ekspektasi.

Rating: 8/10.